Pada minggu siang tanggal 26 Desember 2004 , seperti biasa
saya ke CNRG untuk melihat banyak hal yang ada di dalam kampus
terutama email dan web. Sekitar jam 12 an saya menyalakan TV dan
kebetulan ada liputan 6 siang (12 an) dari SCTV dan mengabarkan bahwa
ada gempa bumi di dekat Banda Aceh dan Banda Aceh belum dapat terhubung
sejak pagi hari. Semua komunikasi putus ke dan dari Banda Aceh.
Penasaran juga apa yang terjadi , akhirnya aku buka
http://news.bbc.co.uk/ karena saya pikir biasanya kalau ada kejadian
kejadian yang berkaitan dengan dalam negeri, berita dari luar negeri
lebih cepat. Dan dalam situs tersebut sudah ada berita tentang
gelombang Tsunami di Srilanka yang menelan banyak korban. Yang menarik
, bahwa gelombang Tsunami tersebut berasal dari gempa di Selatan Banda
Aceh.
Saya agak kaget dan agak cemas karena menurut berita
SCTV , Banda Aceh tidak bisa dihubungi alias seluruh telekomunikasi ke
dan dari Banda Aceh terputus. Kira kira jam 16 an , saya buka lagi
http://news.bbc.co.uk/ dan melihat updates terbaru, sementara dari
Headline news Metro TV tidak ada berita update terbaru tentang situasi
di Aceh. Dan dari berita di news.bbc, jumlah korban bertambah terus di
Srilanka dan juga ada laporan bahwa gelombang Tsunami juga terjadi di
Thailand (Phuket) dan juga India. Sementara itu sudah mulai ada
laporan bahwa ada korban di Banda Aceh yang jumlahnya masih terhitung
puluhan dan mereka belum bisa melaporkan secara lengkap karena berita
yang didapatkan berasal dari salah seorang anggota Amatir radio
bahwa telah terjadi gelombang besar di Banda Aceh yang menghantam
Banda Aceh.
Selain itu , saya ingat bahwa kalau terjadi gempa, biasanya laporan dari Amerika ,
USGS (http://www.usgs.gov) secara kualitatif akan memberikan laporan
dimana letak episentrum gempa . Dan saya melihat dari data USGS telah
terjadi gempa dengan kekuatan diperkirakan lebih dari 9 skala Richter
dengan pusat di selatan Banda Aceh yang jaraknya kalau tidak salah
sekitar 200 Km dari Banda Aceh.
Saya pikir , ini besar sekali
dan saya melihat peta , feelingku , gempa ini pasti merusak Banda Aceh
karena dekat sekali pusat gempa dengan Banda Aceh
Jam 18 an ,
saya menonton kembali berita di SCTV dan Metro TV. Dan dikabarkan telah
terjadi musibah di Banda Aceh yaitu terjadi gempa bumi yang episentrum
nya tidak jauh dari Banda Aceh. Data tersebut didapat dari BMG (Badan
Metrologi dan Geofisika) dan data BMG hanya menyebutkan (kalau tidak
salah) gempa tersebut berkekuatan 6 Skala Richter. Jelas saya kurang
percaya dan lebih percaya data daru USGS , apalagi ditambah tidak ada
komunikasi yang bisa masuk ke Banda Aceh. Saya mencoba telpon salah
satu ex operator entry data KPU disana, dan memang tidak bisa masuk.
Saya coba pantau sampai malam hari, sekitar jam 22 an melalui headline
news di Metro , beritanya relatif tidak berubah. Feeling saya makin
tidak enak , saya merasa ada sesuatu yang besar yang terjadi disana
karena seluruh jalur komunikasi terputus kecuali mungkin melalui amatir
radio.
Saya berkomunikasi dengan beberapa teman termasuk
bu Chusnul Mar'iyah (anggota KPU) karena bu Chusnul juga mencoba
menghubungi salah satu anggota KPUD NAD , ibu Titin, yang kebetulan
mengurus IT KPU pada saat pemilu 2004 dan tidak dapat dihubungi HP
beliau.
Saya mengatakan pada bu Chusnul , bahwa ini ada bencana besar kalau
dilihat dari website bbc dan USGS , walaupun keterangan resmi dari
pemerintah belum ada. Saya juga menyampaikan , sepertinya kita bisa
memanfaatkan telepon satelit KPU yang masih ada di gudang untuk bantuan
komunikasi.
hari telah larut , jam 23 , saya terpaksa cabut dari CNRG ,......dengan
perasaan agak kuatir. Di luar kami ketemu pak Erwin yang juga berusaha
menghubungi
teman teman di Aceh termasuk bu Tintin tapi tidak dapat dihubungi..
akhirnya kami pulang dengan perasaan was was tentang keadaan di Aceh..
Posted at 10:36 am by basuki1