Akhirnya datang juga koperku , wah lumayan juga koper ini bisa kembali
lagi, walaupun aku tahu bahwa koper ini pasti kembali , cuma aku tidak
tahu kapan seharusnya koper ini kembali :-)...
Ini semua dimulai karena keterlambatan jadwal yang seharusnya berangkat
jam 20.15 minggu tanggal 22 Januari 2006 , tapi terlambat hampir 1 jam
kemudian bisa take off.
Ini disebabkan menunggu jadwal kedatangan SQ dari Singapore yang
terlambat datang juga, aku sudah krasa jangan jangan ditinggal oleh SQ
tapi aku pikir apa iya SQ sampai men delay kalau penerbangan tertunda ?
Sampai di Singapore , sekitar jam 23.30 waktu Singapore , aku
pikir aku bisa ditunggu oleh penerbangan ke Tokyo tersebut. Ternyata
benar , kita ditinggal dan langsung aku ke transfer desk ( karena aku
khan harus datang di Tokyo pagi hari , karena jadwal pertemuan TEIN2
meeting di pertemuan APAN harus diikuti , ini soal laporan status
report Indonesia (ITB), jadi harus sampai pagi hari di Tokyo ). Dan
disana sudah ada dua orang yang kebetulan juga akan ke Tokyo , salah
satunya anggota DPR , pak Burhanuddin Napitupulu dan salah seorang
temannya.
Mereka sudah ada disitu dan mereka ngotot juga untuk pergi malam ini,
karena besok pagi mereka akan ada agenda pertemuan dengan pemerintah
Jepang bersama Wakil Presiden , Jusuf Kalla. Pada awalnya , pihak
Singapore Airlines (SQ) mendelay dan memberitahu bahwa jadwal kita
adalah esok pagi jam 9.45 waktu SG.
Tentu saja , mereka berdua (dan aku juga) tidak bisa terima akan hal
itu. Akhirnya dipanggillah manajer on duty nya , kalau tidak salah
namanya Tony.
Kita ngotot agar bisa berangkat malam ini juga, dan teman pak
Burhanuddin ngotot juga ke mereka agar kita bisa terbang malam ini atau
flight terpagi yang ada. Pada awalnya mereka mencarikan flight lain dan
didapatlah united airlines yang berangkat pagi hari, tapi setelah coba
di kontak ke desk mereka , rupanya mereka sudah tutup dan tidak ada
yang jaga selama 24 jam.
Kita meminta mereka untuk mencari alternatif route lain , dan akhirnya
ketemu dengan menggunakan SQ juga tapi ke OSAKA dan dari OSAKA
dilanjutkan dengan penerbangan domestik menggunakan ANA (Air Nippon
Airways).
Akhirnya kita pilih jalur itu, dan kita meminta untuk dipastikan bahwa
bagasi kita ikut terangkat sampai ke Hanneda International Airport ,
Tokyo. Mereka bilang tidak ada masalah dan mereka pastikan bahwa bagasi
akan sampai juga dengan manusianya. Walaupun begitu , pak Burhanuddin
juga menekankan agar hal itu benar benar dapat dipastikan.
Akhirnya kita take off jam 01.10 AM, 23 januari 2006. Perjalanan
ditempuh sekitar 7 jam dan sampai disana sekitar jam 8 pagi, kita
keluar dan masuk ke imigrasi. Setelah selesai , akhirnya kita menunggu
bagasi kita.
Satu persatu bagasi yang muncul kita perhatikan , dan sampai semua
orang mengambil bagasinya , kita tidak menemukan kopor kopor kita :-(
....
Mulailah bapak berdua itu ngomel ngomel , segera aku dan mereka report lost and find luggage.
Setelah selesai lapor , kita bergegas ke penerbangan domestik dan
segera check in karena sudah hampir jam 10 (penerbangan kita jam 9.55)
, kita check in jam 9.40,
dan take off pukul 10.10 menuju Hanneda International Airport ..
Sesampai di Hanneda , aku langsung bergegas menuju monorail utk segera
ke hotel dan berharap masih dapat mengikuti beberapa session TEIN2.
Akhirnya aku sampai di hotel setelah keliling keliling , disana rupanya
sudah ada si Edo (PutroJudo) yang sedang sekolah lagi di KEIO
Univ dan akhirnya aku ajak dia ke tempat TEIN2 meeting , tentu
saja tanpa mandi dan masih menggunakan kaos , Untung saja ini pertemuan
tidak terlalu formal , jadi ya pakai kaos +jaket tidak terlalu
kentara...
Setelah selesai pertemuan TEIN2 , aku kembali ke hotel , dan pihak
airport menelpon dan menyatakan koper sudah ketemu , baru keesokan
harinya dikirim ...
Hari kedua aku di Tokyo , dan pada saat sore hari , aku kembali ke
hotel ,koper sudah ada ,,,,ya syukurlah walaupun koper sempat dibuka
buka ...untung tidak ada isinya kecuali titipan dari emak EDO juga ikut
dibuka :-)
Posted at 10:35 pm by basuki1