<< January 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed




Jan 1, 2006
Hari pertama di Aceh , setahun lalu (bag II)




Kami menumpang di tempat salah satu teman Martin yang kebetulan bertugas di TNI AU. Rumahnya tidak jauh dari lapangan terbang Blang Bintang Banda Aceh. Rumah dinas nya tipe 36, kebetulan isterinya tidak disitu , jadi tempat tersebut menjadi markas teman teman dari LKBN Antara dan ditambah kedatangan kita , jadi benar benar penuh rumahnya (kami ada 10 orang , dari Antara ada 2 orang + 2 orang KOWAD).  Aku tidur diluar saja , aku pilih posisi paling enak buat tidur walaupun diluar, aku gunakan alas yang kita bawa' dari jakarta. Tidak terasa aku tidur cukup lama rupanya capek juga :-)

Aku bangun agak siangan dan ibu ibu Kowad sudah pada pergi , rupanya mereka sudah berhasil kontak dengan institusinya dan sudah bisa mencapai apa yang dituju. Hari jum'at , saya pikir saya akan jum'atan di Banda Aceh untuk pertama kali di tahun ini. Tapi , rupanya kami masih capek , akhir ketiduran lagi beberapa orang diantara kami termasuk teman teman yang lain. Ada beberapa teman yang berusaha untuk mencari juga link ke teman teman mereka di Banda Aceh.

Sekitar pukul 13 siang , teman teman dari LKBN Antara mengajak kami ke Banda Aceh dengan menggunakan mobil yang mereka 'sewa' dari teman teman di Banda Aceh. Saya dan Jay (HMI) ikut bersama dengan sasaran untuk mencari lokasi KPUD (kabarnya KPUD NAD masih utuh), dengan membawa beberapa telepon satelit yang akan kita letakkan di Lokasi yang kita tuju.

Akhirnya kami berangkat dengan menggunakan Suzuki Jimny pinjaman tersebut. Sepanjang perjalanan , kita melihat kerusakan kerusakan yang terjadi pasca Tsunami.
Sungguh dahsyat sekali bencana ini, Allah SWT punya kehendak lain pada bumi Aceh. Saya hanya bisa dzikir saja melihat hampir seluruh Banda Aceh dalam kondisi porak poranda.
Akan tetapi ada beberapa tempat yang selamat , utuh , tidak tersentuh air sama sekali. Sepertinya air tersebut punya 'mata' untuk memilih sasaran ..

Beberapa foto dapat dilihat di :

http://gallery.cnrglab.itb.ac.id/album12

Aku tidak menemukan KPUD karena rupanya alamat KPUD tidak ada yang tahu pasti. Mungkin juga karena kondisi yang luar biasa ini. Aku sempat bertanya pada beberapa Tentara dan Polisi , rupanya mereka bukan tentara yang berada di Aceh , mereka baru saja didatangkan dari Jawa (Malang, Kostrad) 3 hari yang lalu atau 2 hari setelah kejadian Tsunami.

Kami sempat menemukan HMI NAD, saya dan Jay segera turun dan mencoba untuk berkoordinasi dengan mereka serta memasang telepon satelit disitu.

Saya kembali lagi ke 'markas' kami di lapangan kompleks lapangan militer blang padang ...
dengan membawa banyak informasi dan banyak hal yang membuatku bersyukur untuk banyak hal.





Posted at 11:31 am by basuki1
Make a comment  

Dec 30, 2005
Hari pertama di Aceh , setahun lalu


Akhirnya , pagi hari bersama sekitar 10 orang team IT KPU, kami berangkat dengan menggunakan salah satu pesawat yang diperbantukan oleh sukarelawan untuk membantu transportasi dari dan ke Banda Aceh.

Pesawat dijadwalkan terbang jam 10.oo WIB dari Bandara Halim Perdanakusumah. Kami membawa sekitar 20 buah telepon satelit yang telah kami siapkan sebelumnya , lengkap dengan membawa baterai atau akki motor , karena kita perkirakan di Banda Aceh atau daerah yang terkena Tsunami tidak akan ada listrik. Atau kalau ada listrik , maka supply nya sangat terbatas. Terus terang berita tentang keadaan Aceh sangat simpang siur karena komunikasi yang terjadi antara Banda Aceh dengan luar propinsi belum dapat terjalin dengan baik

Rencananya , pesawat hanya akan sampai ke bandara Polonia Medan dan dari Medan kami akan menggunakan jalan darat dan team yang saya bawa akan mencoba mendekati dua titik utama yang terkena tsunami paling parah , yaitu Meulaboh dan Banda Aceh. Di Medan , para anggota KPUD sudah menunggu kami dan sudah mempersiapkan diri untuk berangkat bersama sama.

Pesawat yang membawa kami berisi beberapa kelompok , ada kelompok instalatur listrik, ada kelompok sukarelawan , dan kami sendiri. Pesawat ini menuju ke Pekanbaru , dari Pekanbaru baru menuju Medan. Mengapa transit di Pekanbaru ? karena penerbangan ke arah polonia sangat padat oleh pesawat dari luar Medan dengan tujuan Banda Aceh.

Kami sampai di Pekanbaru sekitar jam 11.30 dan pilot mengatakan bahwa pesawat ini akan berangkat lagi satu jam kemudian menuju Medan. Kami akhirnya keluar dari ruang tunggu dan mencoba berjalan jalan disekitar bandara Pekanbaru. Setelah mendekati satu jam kami kembali lagi masuk ke dalam ruang tunggu. Dan di dalam ruang tunggu rupanya sudah banyak sekali penerbangan yang transit di Pekanbaru dengan tujuan Medan/Banda Aceh. Kami pikir, kita pasti akan ter delay kembali karena melihat padatnya jadwal penerbangan ke Medan dan Aceh.
Ternyata benar , pesawat kita di delay 2 jam :-)

Kami menunggu di ruang transit bandara dan makin lama makin penuh juga sukarelawan yang akan ke Aceh. Dari berbagai kelompok dan dari berbagai perusahaan yang mengerahkan bantuan untuk Aceh. Setelah lewat 2 jam , ternyata pesawat kita masih belum dapat ijin untuk take off karena memang jadwal penerbangan yang sangat padat.

Sekitar jam 17.30 , kami dipanggi oleh pilot untuk bersiap siap berangkat. Wah , lumayan juga setelah menunggu lebih dari 5 jam di Pekanbaru. Kami semua bergegas naik pesawat , setelah mesin pesawat dinyalakan , pilot menunggu instruksi dari air traffic controller. Dan tepat , 5 menit sebelum jam 18.00 WIB, pesawat kami dibatalkan keberangkatannya karena tidak mendapatkan ijin dari Polonia Medan.

Akhirnya kami turun kembali dan masuk ke ruang tunggu. Dan pilot tidak dapat memastikan kita berangkat jam berapa dari Pekanbaru. Pada saat bersamaan , ada beberapa pesawat yang juga dibatalkan keberangkatannya seperti kami (dari Pelita Air dan Merpati). Selain itu , saya melihat ada pesawat cargo Manunggal Air yang mengangkut peralatan dari PT Telkom dan tertunda juga keberangkatannya. Ironis, pesawat pesawat yang mengangkut peralatan komunikasi yang sebenarnya paling diperlukan dalam proses evakuasi , justru tidak mendapatkan tempat untuk take off atau landing di Medan atau Banda Aceh. Sementara saya melihat ada pesawat yang berisi pendukung salah satu partai dengan membawa sukarelawan, justru dapat masuk ke Medan.

Kami sabar menunggu, di ruang tunggu :-) . Ngobrol sana sini , termasuk dengan pilot dan co-pilot serta teknisi pesawat. Kami menanyakan kemungkinan kita bisa masuk Medan jam berapa ? dan mungkin ada kemungkinan lain. Akhirnya pilot mencoba kontak dengan Banda Aceh, dan ternyata oleh Banda Aceh pesawat kami diberi ijin utk landing.  Pilot bertanya, tujuan kita mau ke Banda Aceh atau Medan dan saya sampaikan bahwa  tujuan kami sebenarnya adalah Banda Aceh dan melalui Medan. Akan tetapi bila kita bisa langsung ke Banda Aceh, saya pikir tidak akan menjadi masalah walaupun kita sendiri sebenarnya tidak siap untuk ke Banda Aceh (saya hanya membawa satu baju) .

Akhirnya diputuskan untuk berangkat ke Banda Aceh. Perjalanan Banda Aceh ditempuh dalam waktu sekitar 50 menit dari Pekanbaru. Pesawat kami take off sekitar jam 22.00 malam, dan diperkirakan akan sampai di Banda Aceh sekitar jam 23.00.

Benar , kami tiba di Bandara di Banda Aceh sekitar pukul 23.15 WIB. Pada saat saya menjejakkan kaki pertama kali , yang terasa adalah bau seperti kamar mayat yang besar. Bau menusuk sangat kuat, bandara terlihat masih terang dan saya hanya melihat beberapa pesawat militer / Hercules , salah satunya milik angkatan udara singapore (yang paling bagus sih).
Saya memberitahu teman teman ( bu Chusnul dan mas Bob) bahwa kami langsung ke Banda Aeh tidak melalui Medan, rencana berubah dan saya belum bisa menentukan seperti apa nantinya.

Begitu keluar bandara , suasana sangat kacau dan gelap. Saya turun bersama sama dua orang Kowad , lupa namanya, salah satu berpangkat Letkol dan yang satunya lagi sersan. Mereka berdua kalau tidak salah adalah liason offiser yang diperintahkan berangkat ke Banda  Aceh untuk menghubungi KODAM Iskandar Muda.

Saya bertanya pada ibu Kowad tersebut , mau kemana dan dijemput siapa ? saya berpikir kalau mereka dijemput sama tentara , kami ikut saja , lumayan daripada bingung. Dan ibu tersebut menyampaikan tujuannya untuk mencari liason officer Kodam . Beliau bertanya pada beberapa tentara dan polisi yang ada di Bandara, dan disampaikan bahwa Kodam hancur berantakan tidak ada orang disitu. Akhirnya , kita diskusi dan dipilihkan rumah sakit tentara yang berada di tengah tengah Banda Aceh tapi tidak kena tsunami. Kita mencari mobil carter utk membawa seluruh rombongan kami. Lumayan mahal juga , utk perjalan dari Bandara ke tengah kota , yang jaraknya sekitar 20 Km , mereka meminta Rp 500.000 sekali jalan. Ya kami bisa maklum untuk kondisi seperti ini , dimana transportasi sulit dan bensin juga susah.

Akhirnya kami berangkat ke kota dengan dua buah mobil , sepanjang perjalan tercium bau menusuk dan gelap gulita. Jalanan juga sepi, sesekali kami menemui mobil mobil tentara yang berjalan hilir mudik menuju pangkalan. Saya sendiri tidak tahu nanti disana harus berbuat apa, tapi saya pikir mungkin kita bisa mendirikan posko telekomunikasi dan memberikan bantuan  yang diperlukan.

Setelah sampai di rumah sakit, kebetulan ibu Kowad mencari komandan rumah sakitnya untuk mencari informasi. Ternyata seluruh dokter yang ada disana adalah dari RSPAD Gatot Subroto Jakarta dan mereka juga tidak banyak mengetahui apa yang terjadi dengan dokter dokter yang lain , mereka sibuk mengatasi pasien karena ini adalah satu satunya rumah sakit di Banda Aceh yang dapat beroperasi dengan baik. Dokter dokter disana juga tidak tahu keberadaan KODAM Iskandar Muda. Bingung juga ibu Kowad ini :-) ....yang terpikir olehku , kalau negara ini diserang musuh , amblas lah dalam sekejab :-)

Dalam kebingungan kita mau ketemu siapa dan dimana , akhirnya ibu Kowad ini bertanya , kita kita ini mau kemana ? mereka tahunya kita kita ini dari HMI :-) , ya memang sebagian besar anggota yang aku bawa anak anak HMI eks trainer dan helpdesk IT KPU. Dan saya sampaikan saya dari KPU , kaget juga dia , walaupun pada saat pertama kali dia melihat saya , dia mengatakan bahwa dia rasanya mengenal saya :-)). Akhirnya saya bilang saja , tujuan saya adalah ketemu pak Yani Basuki (Kolonel) karena memang mas Bob berpesan seperti itu.

Akhirnya kita bersama rombongan kembali ke bandara , dan tujuan kita adalah bandara militer tempat pesawat militer berlabuh, disanalah pak Yani Basuki bermarkas. Setelah sampai di Bandara militer , kami bertanya sana sini dimana pak Yani berada. Rupanya , saya melihat ada beberapa kawan wartawan dan mereka bertanya kami dari mana. Saya sampaikan saya dari IT KPU dan rupanya kedatangan kita sudah ditunggu oleh teman teman dari LKBN Antara (teman mas Bob) karena memang kita pinjami mereka telpon satelit untuk komunikasi.

Segera kami menuju tempat Martin yg memang sudah menunggu kami sejak pagi, mereka pikir kita menggunakan pesawat hercules yang mendarat di bandara militer. Akhirnya kami bertemua martin dan waktu sudah menunjukkan sekitar pukul 02.00 tanggal 30 Desember 2004.

Dan kami semua beristirahat termasuk dua orang ibu Kowad yang ikut bersama kami....

bersambung ;;;;;;;;



Posted at 03:24 pm by basuki1
Make a comment  

Dec 27, 2005
Hari kedua Tsunami


Pada saat hari kedua Tsunami NAD , seluruh perhatian masyarakat Indonesia dan Internasional tertuju pada kejadian di Aceh. Melalui berita berita dari seluruh media baik elektronik maupun cetak , kita semua mengikuti perkembangan dari waktu ke waktu.

Malam sebelumnya , kami membahas  masalah Tsunami ini dan apa yang kira kira dari KPU bisa bantu ? Mengapa ini saya sampaikan, karena saya mengetahui bahwa IT KPU memiliki telpon satelit ex IT KPU yang dapat dipergunakan untuk  membantu komunikasi di NAD pada saat itu. Seluruh telekomunikasi ke arah Aceh putus total, walaupun ada beberapa provider telekomunikasi akan tetapi  mereka menggunakan
backbone (jaringan tulang punggung) yang sama yaitu Milik PT TELKOM.

Saya melihat salah satu yang bisa provide alat telekomunikasi adalah KPU melalui telpon satelit yang dimiliki KPU dimana itu adalah cadangan sisa pemilu 2004.

Saya berangkat ke Jakarta untuk menghadiri undangan rapat di KPU membahas laporan pemilu 2004 (IT) dan juga membahas soal Tsunami di Aceh.





Posted at 10:41 am by basuki1
Make a comment  

Dec 26, 2005
Tsunami , setahun lalu


Pada minggu siang tanggal 26 Desember 2004 , seperti biasa saya ke CNRG untuk melihat banyak hal  yang ada di dalam kampus terutama email dan web. Sekitar jam 12 an saya menyalakan TV dan kebetulan ada liputan 6 siang (12 an) dari SCTV dan mengabarkan bahwa ada gempa bumi di dekat Banda Aceh dan Banda Aceh belum dapat terhubung sejak pagi hari. Semua komunikasi putus ke dan dari Banda Aceh.

Penasaran juga apa yang terjadi , akhirnya aku buka http://news.bbc.co.uk/ karena saya pikir biasanya kalau ada kejadian kejadian yang berkaitan dengan dalam negeri, berita dari luar negeri lebih cepat. Dan dalam situs tersebut sudah ada berita tentang gelombang Tsunami di Srilanka yang menelan banyak korban. Yang menarik , bahwa gelombang Tsunami tersebut berasal dari gempa di Selatan Banda Aceh.

Saya agak kaget dan agak cemas karena menurut berita SCTV , Banda Aceh tidak bisa dihubungi alias seluruh telekomunikasi ke dan dari Banda Aceh terputus. Kira kira jam 16 an , saya buka lagi http://news.bbc.co.uk/ dan melihat updates terbaru, sementara dari Headline news Metro TV tidak ada berita update terbaru tentang situasi di Aceh. Dan dari berita di news.bbc, jumlah korban bertambah terus di Srilanka dan juga ada laporan bahwa gelombang Tsunami juga terjadi di Thailand (Phuket) dan juga India.  Sementara itu sudah mulai ada laporan bahwa ada korban di Banda Aceh yang jumlahnya masih terhitung puluhan dan mereka belum bisa melaporkan secara lengkap karena berita yang didapatkan berasal dari salah seorang anggota Amatir radio  bahwa telah terjadi gelombang besar di Banda Aceh  yang menghantam Banda Aceh.
Selain itu , saya ingat bahwa kalau terjadi gempa, biasanya laporan dari Amerika ,
USGS (http://www.usgs.gov) secara kualitatif akan memberikan laporan dimana letak episentrum gempa . Dan saya melihat dari data USGS telah terjadi gempa dengan kekuatan diperkirakan lebih dari 9 skala Richter dengan pusat di selatan Banda Aceh yang jaraknya kalau tidak salah sekitar 200 Km dari Banda Aceh.

Saya pikir , ini besar sekali dan saya melihat peta , feelingku , gempa ini pasti merusak Banda Aceh karena dekat sekali pusat gempa dengan Banda Aceh

Jam 18 an , saya menonton kembali berita di SCTV dan Metro TV. Dan dikabarkan telah terjadi musibah di Banda Aceh yaitu terjadi gempa bumi yang episentrum nya tidak jauh dari Banda Aceh. Data tersebut didapat dari BMG (Badan Metrologi dan Geofisika) dan data BMG hanya menyebutkan (kalau tidak salah) gempa tersebut berkekuatan 6 Skala Richter. Jelas saya kurang percaya dan lebih percaya data daru USGS , apalagi ditambah tidak ada komunikasi yang bisa masuk ke Banda Aceh. Saya mencoba telpon salah satu ex operator entry data KPU disana, dan memang tidak bisa masuk.

Saya coba pantau sampai malam hari, sekitar jam 22 an melalui headline news di Metro , beritanya relatif tidak berubah. Feeling saya makin tidak enak , saya merasa ada sesuatu yang besar yang terjadi disana karena seluruh jalur komunikasi terputus kecuali mungkin melalui amatir radio.

Saya berkomunikasi dengan beberapa teman termasuk bu Chusnul Mar'iyah (anggota KPU) karena bu Chusnul juga mencoba menghubungi salah satu anggota KPUD NAD , ibu Titin, yang kebetulan mengurus IT KPU pada saat pemilu 2004 dan tidak dapat dihubungi HP beliau.

Saya mengatakan pada bu Chusnul , bahwa ini ada bencana besar kalau dilihat dari website bbc dan USGS , walaupun keterangan resmi dari pemerintah belum ada. Saya juga menyampaikan , sepertinya kita bisa memanfaatkan telepon satelit KPU yang masih ada di gudang untuk bantuan komunikasi.

hari telah larut , jam 23 , saya terpaksa cabut dari CNRG ,......dengan perasaan agak kuatir. Di luar kami ketemu pak Erwin yang juga berusaha menghubungi
 teman teman di Aceh termasuk bu Tintin tapi tidak dapat dihubungi..

akhirnya kami pulang dengan perasaan was was tentang keadaan di Aceh..






Posted at 10:36 am by basuki1
Make a comment  

Dec 25, 2005
Pabrik (nya) Sugandi


Siang ini , aku berkunjung ke Pabrik temanku , Sugandi KI-90 di kawasan Boscha Lembang. Sudah lama aku tidak berkunjung ke pabriknya . Aku tanya, dia bikin apa sekarang , dan jawabnya dia sedang bikin pabrik pengolahan sawit.

Terus terang, saya mengunjungi dia adalah untuk bertanya soal pengolahan dan pabrik bio-diesel yang berbahan baku buah jarak pagar. Gandi cerita bahwa bio-diesel itu sudah dia kembangkan sekitar 2 tahun lalu. Ada beberapa hal  yang aku dapat dari penuturan Gandi , antara lain :

  • Dia mempunyai proyek percontohan di NTT
  • Untuk dapat menghasilkan bio-diesel dengan kapasitas 2 ton/ hari dibutuhkan lahan sekitar 350 hA
  • Waktu menanam jarak sejak dimulai sampai bisa dipetik buahnya adalah sekitar 7 bulan
  • Biaya per Kg jarak pagar adalah Rp 500 - Rp 800
  • untuk menghasilkan minyak jarak per liter dibutuhkan paling tidak 3 Kg buah jarak
  • Biaya pengolahan (esterifikasi dsb) + total biaya produksi untuk menghasilkan minyak bio-diesel per liternya adalah Rp 3500, karena dalam proses pengolahan minyak jarak menjadi minyak bio-diesel diperlukan bahan baku lain misalnya Etanol dan Caustic Soda (NaOH) sebagai bagian dari proses esterifika
  • By product dari bio-diesel ini adalah Glyserin  (http://en.wikipedia.org/wiki/Glycerine)  dimana glyserin ini adalah salah satu bahan kimia yang dibutuhkan untuk berbagai kebutuhan seperti obat obatan dan bahan kosmetik
Beberapa gambar tentang pabrik nya Gandi ini ada di
http://basuki8123.fotopic.net/c804887.html


Posted at 09:17 pm by basuki1
Make a comment  

Dec 24, 2005
Resepsi Pernikahan Putri Pak Nazar


Tanggal 23 Desember 2005 adalah hari yang mengharukan bagi pak Nazarudin Sjamsuddin, Ketua KPU (Non akfit) karena hari tersebut ,beliau menikahkan putri nya yang no 2 , Amalia NS , seorang dokter gigi yang menikah dengan Bram Moeis , cucu seorang sastrawan terkenal Abdoel Moeis.

Resepsi pernikahan putri pak NS diselenggarakan di hotel Kartika Chandra , Jakarta.

Pada saat mempelai berdua masuk kedalam ruangan resepsi dengan di iringi tarian adat aceh diikuti seluruh anggota keluarga besar mereka berdua, terasa sekali suasana haru. Paling tidak itu yang dapat saya rasakan, terutama lagu yang mengiringi pengantin dan keluarga berjalan ke pelaminan mempunyai 'rasa' yang mengharukan tapi tidak cengeng. Saya sendiri tidak tahu itu lagu apa. Tapi paling tidak itulah yang saya rasakan.

Pak NS sempat melihatku pada saat mengiringi kedua mempelai berjalan karena aku sedang memotret juga. Terlihat agak 'kaget' dan 'surprised' saat melihatku.

Setelah itu kami antri untuk menyalami, pada saat antri sudah terlihat beberapa nama beken yang sering muncul di tv terutama dari pengamat pengamat politik dan juga beberapa anggota DPR antara lain AM FATWA dan Ferry Mursidan Baldan.
Pada saat giliranku berjabat tangan , pak NS berkata , " nah ini dia tim IT KPU" dan aku dipeluk beliau cukup erat (kaget juga sih , gak biasa di peluk,heheh) dan aku mengenalkan 'rombonganku' dari trainerkpu (Angga dan Keti) yang kebetulan ikut hadir dalam acara resepsi ini.

Pada awalnya, saya melihat jumlah tamu tidak begitu banyak , ini bisa dilihat dari banyaknya jumlah antrian. Tapi , setelah beberapa saat (30 menit an), saya melihat tamunya makin lama makin banyak dan 'mengalir' terus seperti air atau kalau orang jawa bilang "Nyumber"...

Saya meninggalkan tempat sekitar jam 21.30 WIB dan masih banyak tamu tamu yang datang. Saya bersyukur ternyata memang Allah SWT menunjukkan pada kita bahwa memang pak NS orang baik, dalam kondisi beliau seperti ini , tetap masih banyak orang yang datang pada resepsi pernikahan putrinya.

Mudah mudahan pak NS diberi kekuatan oleh Allah SWT dan juga keluarga beliau. Mudaha mudahan cobaan ini bisa segera lepas dan pak NS bisa kembali berkumpul dengan keluarga , sahabat dan handai taulan.





Posted at 03:26 pm by basuki1
Make a comment  

Dec 20, 2005
Pria Sejati Menurut Konfusius


Selama lebih dari dua ribu tahun konfusius menjadi raja yang tidak bermahkota di China karena konfusianisme lebih dari sekedar warisan kebudayaan untuk orang China.

Salah satu pelajaran konfusius pada muridnya adalah tentang pria sejati :

Pria sejati haruslah rendah hati,murah hati , berwawasan luas dan baik hati

Seorang pria sejati mengerti apa yang adil dan benar; orang yang picik hanya mencari keuntungan

Seorang pria sejati menolong sesamanya untuk menyadari potensi mereka dan tidak mengikuti temannya berbuat jahat ; orang yang picik berbuat sebaliknya

Seorang pria sejati khawatir tentang ketidakmampuannya, bukan apakah orang lain menghargai kemampuannya atau tidak

Seorang pria sejati menuntut dirinya sendiri; seorang yang picik menuntut orang lain

Seorang pria sejati mempunyai lingkungan sosial yang luas; orang yang picik hanya menjadi pengikut.

Seorang pria sejati mula mula akan mempraktekkan apa yang dia katakan,kemudian mengatakan apa yang dia praktekkan

Seorang pria sejati lambat berbicara tapi cepat dalam bertindak




Posted at 07:01 pm by basuki1
Make a comment  

Dec 18, 2005
[itb75-res] Mandego koen! Lugurno pistolmu!



Dari salah satu mail di milis itb75 , ada berita yang menurut saya baik , dan berita ini adalah terobosan yang innovatif dari JTV, bahwa mereka menggunakan dubbing dengan bahasa Surabaya. Menarik sekali idenya , karena pasti akan lebih mengena di masyarakat terutama masyarakat Jawa Timur. 

Ide seperti ini juga sebenarnya dapat dilakukan oleh daerah daerah lain , selain akan lebih mengena pada masyarakat  setempat (lokal), juga akan dapat menumbuhkan content lokal yang banyak.


from : pekdd@hotmail.com
to : itb75-res@yahoogroups.com

=============

Buat yang ngaku "Arek"

masarcon 13th April 2005, 19:13

*Ketika Film-Film Asing Di-dubbing Pakai Bahasa Suroboyoan
*Yang Ngisi Suara Pun Tak Bisa Menahan Tawa


Mulai Mei nanti, JTV punya program baru. Namanya Film-Film Asing Boso
Suroboyoan. Sesuai namanya, program ini menayangkan film-film luar
negeri. Hanya saja, film-film itu disulih suarakan (dubbing) dengan
bahasa Soroboyoan.
-----------------------

Bayangkan, suatu saat nanti Anda menonton Tomorrow Never Dies-nya James
Bond.
Bayangkan pula agen rahasia itu bekejar-kejaran seru dengan para
penjahat dengan memakai BMW silver metalik. Dalam kejar-kejaran itu,
Bond minta musuhnya untuk menyerah. "Mandego koen! Lugurno pistolmu!
(Berhenti! Jatuhkan senjata! , Red)," kata agen ganteng itu memakai
bahasa Suroboyoan yang medok. Sepintas mungkin terdengar lucu.
Ada orang bule asli kok ngoceh memakai bahasa Jawa.

Tetapi, konsep itulah yang ditawarkan JTV lewat program Film-Film Asing
Boso Suroboyoan-nya. Program ini akan mulai tayang pada Mei nanti. Saat
ini, sudah ada dua serial dan sepuluh film lepas yang siap tayang. Dua
serial itu adalah Love Talks dan Swordman. Love Talks adalah film drama
dengan setting kisah cinta profesional muda di Shanghai. Sedangkan
Swordman berkisah tentang jagoan pedang di Tiongkok. Lalu ada film lepas
Tunnel Vision, film action tentang seorang polisi Amerika.

Tentu saja ada kesan sangat kocak yang muncul saat film itu disulihsuara
dengan bahasa Suroboyo. Pada Love Talks, misalnya. Dalam satu adegan,
sang pemeran utama wanita tampak tidur dengan pulas. Sementara, sahabat
prianya dengan gemas mencoba membangunkan wanita itu. "Hoi, tangio koen.
Wis telat iki. Cepetan, iki jange ono acara iki
(Hai, bangun. Ini sudah
terlambat. Cepat, ini mau ada acara, Red)," kata pria berambut merah itu.

Karena bangun dengan tergesa-gesa, handphone si wanita itu ketinggalan.
Di t engah jalan, dia pinjam HP milik seorang jejaka keren. "Nyilih
handphone-mu disik
," katanya. Si pria yang terbengong hanya bisa bilang,
"Hei, balekno handphone-ku," teriaknya. Insiden inilah yang akhirnya
menimbulkan kisah cinta di antara dua orang itu.

Dialog-dialog khas Suroboyoan itu tampaknya memang menjadi ciri khas
kuat film-film itu. Buktinya, sejak proses dubbing, film-film tersebut
sudah menyedot perhatian. Ini diungkapkan oleh Presiden Direktur JTV
Imawan Mashuri. "Itu adalah sesuatu yang baru, lucu dan menyenangkan,"
katanya.

Dalam istilah Imawan, film boso Suroboyoan itu mampu membangkitkan
kembali kegairahan dalam bekerja. Ini dirasakan terutama oleh para
dubber yang mengisi suara mulai Februar! i lalu. "Saat menyelesaikan
satu sequence (adegan, Red) akeh sing gak iso ngempet ngguyu (banyak
yang tidak bisa menahan ketawa)," ujar Imawan.

Memang, adegan-a degan film itu banyak sekali dipenuhi celetukan dan
umpatan khas Suroboyoan
. Tentu saja, kata-kata khas itu menjadi
terdengar lucu. Karena, meluncur dari bibir bintang-bintang film
Mandarin dan Barat. "Tetapi, menjadi ciri karakter kuat film tadi,"
ujar Imawan.

Bahasa Suroboyo, disebut Imawan memang memiliki karakteristik kuat.
Tak heran saat proses dubbing banyak sekali dubber film lain yang
menonton.
"Satu studio besar sampai menonton semua," katanya. Walaupun banyak
yang tak mengerti boso Suroboyoan, banyak yang suka dengan nuansa baru
yang muncul dari film itu.

Proses sulih suara itu memang tak digelar di Surabaya. Melainkan di
studio Incofo Swara, Jakarta. Hanya saja, menurut Imawan, para pengisi
suaranya adalah orang-orang Surabaya yang tinggal di ibu! kota. Tak
heran, bahasa Surabaya yang disuguhkan pun terdengar asli Suroboyo.
Meskipun, di sana sini kadan g masih ada bahasa Indonesia yang menyelip.

Hal itu memang sengaja dilakukan. "Kami ingin memakai dialog Surabaya
sehari-hari," tutur Imawan. Sehari-hari, orang Surabaya memang masih
memakai bahasa Indonesia. Misalnya, jika di kantor. "Kan tidak sopan
memakai bahasa ngoko," tambahnya.

Mengapa harus ada program itu? Sekadar mencari sensasi? Imawan
menerangkan bahwa JTV adalah sebuah TV lokal. Oleh karena itu, pihaknya
mencoba konsisten mengakomodasikan bahasa-bahasa lokal. "Kita kan punya
tiga bahasa utama," kata Imawan. Selain bahasa Suroboyoan, ada juga
bahasa Madura dan bahasa Jawa
Mataraman.

Saat ini, tiga bahasa itu memang sudah diakomodasikan dalam acara
berita di JTV. Khusus untuk film berbahasa Suroboyo, Imawan mengatakan
bahwa salah satu tujuannya adalah melestarikan dan menanamkan kebanggaan
berbaha! sa Suroboyo. "Ini juga untuk membangun jati diri budaya lokal,"
ujar Imawan. Jadi, mes kipun program hiburan, Imawan mengatakan bahwa
film-film itu juga punya nilai plus.

Meski demikian, Imawan mengatakan bahwa tak semua film bisa di-dubbing
dalam bahasa Suroboyoan. "Kita pilih film yang cocok dengan
karakteristik
Surabaya," katanya. Oleh sebab itu, tak mungkin film roman
klasik atau film horor yang terlalu mencekam dijadikan bahasa Surabaya.

Mungkinkah suatu saat nanti JTV menayangkan film berbahasa Madura?
"Mungkin sekali," tegas Imawan. Seandainya ini terlaksana, film itu
tetap akan ditayangkan dengan teks bahasa Indonesia.(doan widhiandono)

[SUMBER: http://www.ikastara.org/forums/archive/index.php/t-46.html]



Posted at 08:46 pm by basuki1
Make a comment  

Dec 17, 2005
[mediacare] Meningkatkan ekonomi rumah tangga di Cilacap



Dari milis mediacare@yahoogroups.com,
yang di forward salah seorang anggotanya, danny.lim@primascore.nl
yang mengangkat masalah meningkatkan ekonomi ibu rumah tangga.

Menarik sekali melihat apa yang dilakukan seorang romo dibawah ini,
karena sebagai orang Islam seharusnya kita juga melakukan hal hal yang dilakukan sang romo tersebut karena itu adalah ummat kita sendiri .

Saya sendiri sudah ada ide untuk melaksanakan hal itu walaupun dalam bentuk kecil  dan saya pernah juga mendengar ide untuk mengangkat perekonomian keluarga melalui ibu rumah tangga yang pernah di gagas oleh Prof Hasan Poerbo (ayah pak Onno) , hanya saja pak Hasan telah dipanggil Allah SWT sebelum saya sempat diskusi soal soal semacam ini dibawah.

Ada  banyak bentuk yang dapat kita lakukan untuk mengangkat ekonomi masyarakat dengan sesuatu yang real dan dibutuhkan oleh masyarakat sendiri. Oleh sebab kita harus dapat mengembangkan ekonomi rakyat pada skala mikro.

SUARA PEMBARUAN DAILY 
--------------------------------------------------------------------

Wira Usaha

Meningkatkan Ekonomi Ibu Rumah Tangga
Krisis ekonomi menyebabkan pemutusan hubungan kerja (PHK) dan sejumlah perusahaan terpaksa gulung tikar. Kesejahteraan karyawan sulit dinaikkan dan yang sangat terpukul adalah ibu rumah tangga. Apalagi ibu rumah tangga yang tidak bisa memanfaatkan waktu untuk kegiatan produktif guna membantu perekonomian keluarga.



PEMBARUAN/ROSO SETYONO

PEDAGANG TELUK PENYU - Inilah kawasan wisata Teluk Penyu, Cilacap, Jawa Tengah. Pedagang di kawasan ini mendapat kredit dari Yayasan Sosial Bina Sejahtera (YSBS) sehingga tidak takut menghadapi musik paceklik yang sering dihadapi para nelayan

Pelbagai usaha memang banyak dilakukan, baik secara perorangan maupun organisasi. Ada ibu rumah tangga yang berjualan makanan, membuat kerajinan, membuka salon, membuka warung. Organisasi seperti PKK, koperasi juga dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian ibu rumah tangga. Ada yang berhasil, tetapi banyak pula yang gagal.

Yayasan Sosial Bina Sejahtera (YSBS) yang berpusat di Cilacap Jawa Tengah, sejak 2001 merintis usaha meningkatkan produktivitas ekonomi rumah tangga melalui ibu rumah tangga melalui program yang dinamakan income generating activity (IGA). Ibu-ibu ini dihimpun dalam satu kelompok terdiri dari 20 orang. Setiap orang mendapatkan kredit yang besarnya tergantung permintaan dan harus dikembalikan dalam waktu 6 atau 8 bulan ditambah bunga 2 persen dan 0,5 persen untuk kelompok itu.

Setiap bulan kelompok ini berkumpul membahas kegiatan sekaligus mengumpulkan uang cicilan. "Semula kami pesimis terhadap usaha ini. Kenyataannya, justru sebaliknya. Setelah empat tahun, yang dulu modalnya Rp 200 juta, sekarang sudah mencapai Rp 6 miliar. Ini luar biasanya," kata Ketua Umum YSBS, Romo Carolus Burrows dalam percakapan dengan Pembaruan baru-baru ini di Cilacap.

Di Cilacap, kelompok ini dinamakan kelompok swadaya wanita (KSW) dan sudah terbentuk 513 kelompok dengan anggota 10.122 orang. Belum lagi yang di wilayah Yogyakarta yang diberi nama kelompok swadaya perempuan (KSP). "Pemilihan penerima kredit ditelusuri melalui kepala desa, kemudian diadakan pertemuan warga. Semua dilakukan terbuka. Yang penting bagaimana kami ikut andil meningkatkan ekonomi ibu rumah tangga," ujarnya.


Tambah Modal

Warsiyah (46), anggota KSW Jatisari di kawasan pelabuhan perikanan Cilacap mendapat kredit Rp 250.000. Uang ini untuk menambah modal usahanya mengolah (memindang) kepala ikan jambal atau jahan. Dulunya ia hanya mampu membeli kepala ikan rata-rata sehari 10 kg dengan harga Rp 2.000 per kg. Kalau musim ikan, terasa sekali kekurangan modal. Dengan adanya kredit, ia bisa membeli sampai 20 kg kepala ikan.

Setelah dipindang, harga jualnya Rp 9.000 per kg. Dipotong biaya masak dan lain-lain, paling tidak bisa mendapat untung Rp 5.000 per kg. Kalau setiap hari bisa 10 kg, untungnya Rp 50.000 setiap hari. Jika musim ikan, untungnya bisa Rp 100.000 per hari. Buruh angkut di pelabuhan ikan pendapatan seharinya hanya Rp 15.000. "Jauh lebih baik kehidupan saya sekarang. Apalagi cicilan kredit setiap bulan hanya Rp 36.250. Saya ambil kredit untuk jangka waktu 8 bulan, sekarang memasuki bulan keempat. Bila lunas, nanti akan ambil lebih banyak lagi," ujarnya.

Kredit ini terasa sekali oleh Sakinem (39), anggota KSW Pasar Emas, Teluk Penyu Cilacap. Dengan kredit yang sudah pada putaran kedua, ia mendapat kredit Rp 300.000 (putaran pertama kreditnya Rp 250.000). Modal ini digunakan untuk jualan sayuran dengan mengayuh sepeda ke perumahan-perumahan di kota Cilacap pada pagi hari. Sore hari ia kembali keliling jual umbi-umbian. Hasilnya, sangat lumayan. Walaupun suaminya seorang nelayan yang sering susah di waktu paceklik, dengan kredit ini paceklik tidak terasa lagi.

Hal ini juga dirasakan Sumini (31), yang suaminya nelayan. Dengan berjualan es untuk minuman pengunjung kawasan wisata Teluk Penyu, juga es untuk pengawetan ikan. Pada putaran dua ini ia mendapat kredit Rp 290.000. Setiap bulan cicilannya Rp 55.600 ditambah tabungan Rp 3.000. Sangat mampu untuk membayar cicilan. Tak ada pengaruh masa paceklik yang dialami suaminya sebagai nelayan.


Harus Kompak

Dalam program ini, kekompakan kelompok dan pembina sangat menentukan. Satu kelompok yang terdiri sekitar 20 orang ini dibagi lagi dalam kelompok tanggung renteng (tanggung jawab bersama) yang terdiri dari 4 - 5 orang. Semua masalah yang dihadapi dibicarakan dalam kelompok tanggung renteng ini sehingga setiap bulan cicilan ini harus dipenuhi. Yang tidak bisa setor penuh, didenda Rp 500. Bila sama sekali tidak setor, didenda Rp 2.000.

Yang terlambat datang dikenakan denda Rp 500. Pembina yang terlambat datang kena denda Rp 1.000. Aturan yang dibuat sendiri oleh KSW ternyata sangat efektif dalam rangka pengembalian kredit. Karena para anggota kelompok berharap yang akan datang mendapat pinjaman yang lebih besar lagi agar usahanya semakin maju dan untungnya juga bertambah. Besarnya pinjaman yang akan datang ditentukan besarnya pinjaman yang lalu, ditambah tabungan dan ditambah sisa hasil usaha (SHU).

Menurut Romo Carolus, pada awalnya diperkirakan kelompok nelayan sangat sulit mengembalikan kredit. Mereka biasa hidup dengan menangkap ikan. Menangkap ikan itu lebih mudah daripada di pertanian yang harus menanam, memelihara, memanen, dan menjualnya. Ternyata tidak ada kredit macet di kelompok nelayan.

Selain masyarakat pantai, kelompok masyarakat lain seperti untuk peternakan ayam, kerajinan/industri rumah tangga, bikin batu merah, las, batik, salon, tenun, pertukangan, ternak sapi, usaha makanan, menjahit, pengolahan padi juga mendapat kredit. Dalam satu kelompok sebaiknya tidak ada usaha yang sama dan pasar yang sama. Seperti pembuat tempe untuk memenuhi kebutuhan kelompok, cukup satu orang. Lainnya boleh saja membuat tempe, tapi untuk pasar yang berbeda.

Dengan semakin berkembangnya program IGA di Cilacap dari modal Rp 200 juta yang terus bergulir (revolving) sekarang menjadi Rp 6 miliar, akan semakin banyak kelompok tersentuh program ini. Hanya saja yang perlu dipikirkan adalah bimbingan teknis produksi dan perluasan pasar.


PEMBARUAN/ROSO SETYONO


Klik: http://mediacare.blogspot.com

Untuk berlangganan, kirim email kosong ke:
mediacare-subscribe@yahoogroups.com
Yahoo! Groups Links


Posted at 06:25 pm by basuki1
Make a comment  

Dec 14, 2005
Prihatin dan Mudah-mudahan pak Nazar kuat


Hari ini tanggal 14 Desember 2005 ,
Saya mendapatkan kabar dari persidangan di pengadilan TIPIKOR Jakarta , bahwa pak Nazarrudin Syamsudin , ketua KPU di vonis hukuman 7 tahun penjara dan denda 5 Milyar karena kasus pengadaan asuransi yang tidak melalui rapat pleno penetapannya.

Tidak ada kata lain selain prihatin terhadap situasi ini. Saya sebagai salah seorang yang pernah berhubungan dengan beliau dimana beliau sebagai ketua KPU dan saya sebagai salah seorang team IT KPU , sering kali diskusi mengenai persoalan persoalan yang dihadapi oleh IT KPU. Sungguh sangat menyesalkan dan sangat ikut prihatin beliau dihukum oleh Pengadilan TIPIKOR atas suatu kesalahan yang menurut hemat saya beliau tidak lakukan.

Mudah mudahan pak Nazar dan keluarga kuat menghadapi cobaan ini. Dan bagi kita kita generasi muda , ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagaimana seorang yang telah menyelamatkan negara ini justru dihancurkan oleh bangsanya sendiri.

Kita harus tetap maju melangkah ke depan, kita harus jadikan ini sebagai pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua.





Posted at 01:18 pm by basuki1
Make a comment  

Next Page