|
|
Jan 16, 2006
Mind Maps adalah salah satu cara utk memetakan apa apa yang ada
di otak kita.Tools ini sangat membantu kita untuk bisa mengenali
problem problem yang kita hadapi sehari hari. Dari WIKIPEDIA, http://en.wikipedia.org/wiki/Mind_map "A mind map or mind-map is a pictorial representation of how a central concept is linked to other concepts and issues. It is similar to a semantic network or cognitive map
but there are no formal restrictions on the kinds of links used. Most
often the map involves color or monochrome images, words, and lines.
The elements are arranged intuitively according to the importance of
the concepts and they are organized into groupings, branches, or area." Ada beberapa software yang dapat digunakan , antara lain MindMap yang diproduksi oleh Mindjet --> http://www.mindjet.com/ sedangkan versi opensource nya ada juga , yaitu dapat di download di http://freemind.sourceforge.net/wiki/index.php/Main_Page "FreeMind is a premier free mind-mapping (http://en.wikipedia.org/wiki/Mind_map)
software written in Java. The recent development has hopefully turned
it into high productivity tool. We are proud that the operation and
navigation of FreeMind is faster than that of MindManager because of
one-click "fold / unfold" and "follow link" operations." Yang menarik , perangkat ini bisa di convert ke MSOFFICE atau OPENOFFICE (freemind).
Posted at 08:50 pm by basuki1
Permalink
Jan 14, 2006
Tulisan ini saya ambil dari buku seri pedoman Manajemen , oleh Penerbit
Gramedia. Tulisan ini adalah salah satu contoh cara pengembangan
organisasi atau Organization Development (OD). Ada beberapa faktor yang
bisa diambil pelajaran, dan bisa kita mulai diterapkan di organisasi
masing masing, apapun bentuk organisasinya.
Pengembangan Organisasi
Lebih dikenal dengan organization development (OD)
.Pengertian pokok OD adalah perubahan yang terencana (planned change).
Perubahan , dalam bentuk pembaruan organisasi dan modernisasi, terus menerus
terjadi dan mempunya pengaruh yang sangat dominan dalam masyarakat kini.
Organisasi beserta warganya, yang membentuk masyakat modern , mau tidak mau
harus beradaptasi terhadap arus perubahan ini. Perubahan perubahan yang terjadi
pada dasarnya dapat dikelompokkan dalam empat katagori , yaitu perkembangan
teknologi, perkembangan produk, ledakan ilmu pengetahuan dan jasa yang
mengakibatkan makin singkatnya daur hidup produk, serta perubahan sosial yang
mempengaruhi perilaku, gaya hidup, nila nila dan harapan tiap orang.
Untuk dapat bertahan , organisasi harus mampu mengarahkan
warganya agar dapat beradaptasi dengan baik dan bahkan agar mampu memanfaatkan
dampak positif dari berbagai pembaruan tersebut dengan pengembangan diri dan
pengembangan organisasi. Proses mengarahkan warga organisasi dalam
mengembangkan diri menghadapi perubahan inilah yang dikenal luas sebagai proses
organization development (OD).
Karena menyangkut perubahan sikap, persepsi,perilaku dan
harapan semua anggota organisasi, OD di definisikan sebagai upaya pimpinan yang
terencana dalam meningkatkan efektivitas organisasi, dengan menggunakan cara
intervensi (oleh pihak ketiga) yang didasarkan pada pendekatan perilaku
manusia. Dengan kata lain penerapan OD dalam organisasi dilakukan dengan
bantuan konsultan ahli, sistemis ,harus didukung oleh pimpinan serta luas
aplikasinya.
Teori dan praktik OD didasarkan pada beberapa asumsi penting
yakni :
- Manusia
sebagai individu, Dua asumsi penting yang mendasari OD adalah bahwa
manusia memiliki hasrat berkembang dan kebanyakan orang tidak hanya
berpotensi , dan berkeinginan untuk berkontribusi sebanyak mungkin pada
organisasi. OD bertujuan untuk menghilangkan faktor faktor dalam
organisasi yang menghambat perkembangan dan menghalangi orang untuk
berkontribusi demi tercapainya sasaran organisasi.
- Manusia
sebagai anggota dan pemimpin kelompok. Organisasi yang menerapkan OD
harus berasumsi bahwa setiap orang dapat diterima dan diakui perannya oleh
kelompok kerjanya. Dalam organisasi perlu ditumbuhkan keterbukaan agar
para anggotanya dapat dengan leluasa mengungkapkan perasaannya dan
pikirannya. Dalam keterbukaan , orang akan mendapatkan kepuasaan kerja
yang lebih tinggi, sehingga dengan demikian performansi kelompok akan
lebih efektif.
- Manusi
sebagai wadah organisasi. Hubungan antar kelompok kelompok dalam
organisasi menentukan efektivitas masing masing kelompok tersebut. Misalnya bila komunikasi
antar-kelompok hanya terjadi pada tingkat manajernya , koordinasi dan
kerjasama akan kurang efektif daripada bila segenap anggota kelompok
terlibat dalam interaksi.
Sasaran OD
Atas dasar asumsi asumsi diatas, proses pengembangan
organisasi diterapkan dengan sasaran :
- Hubungan
yang lebih efektif antara departemen , divisi dan kelompok kelompok kerja
dalam organisasi
- hubungan
pribadi yang lebih efektif antara manajer dan karyawan pada semaua jenjang
organisasi
- terhapusnya
hambatan hambatan komunikasi antara pribadi dan kelompok
- berkembangnya
iklim yang ditandai dengan saling percaya, dan keterbukaan yang dapat
memotivasi serta menantang anggota organisasi untuk lebih berprestasi
Tahap tahap Penerapan OD
Dalam menerapkan OD , organisasi memerlukan konsultan yang
ahli dalam bidang perilaku dan pengembangan organisasi. Konsultan tersebut
bersifat sebagai agen pembaruan (agent of change), dan fungsi utamanya adalah
membantu warga organisasi menghadapi perubahan, melalui teknik teknik OD yang
sesuai dengan kebutuhan organisasi tersebut. Proses penerapan OD dilakukan
dalam empat tahap :
- Tahap
pengamatan sistem manajemen atau tahap pengumpulan data. Dalam tahap
ini konsultan mengamati sistem dan prosedur yang berlaku di organisasi
termasuk elemen elemen di dalamnya seperti struktur, manusianya,
peralatan, bahan bahan yang digunakan dan bahkan situasi keuangannya. Data
utama yang diperlukan adalah :
- Fungsi
utama tiap unit organisasi
- Peran
masing masing unit dalam mencapai tujuan dan sasaran organisasi
- Proses
pengambilan keputusan serta pelaksanaan tindakan dalam masing masing unit
- Kekuatan
dalam organisasi yang mempengaruhi perilaku antar kelompok dan antar
individu dalam organisasi
- Tahap
diagnosis dan umpan balik. Dalam tahap ini kualitas pengorganisasian
serta kegiatan operasional masing masing elemen dalam organisasi
dianalisis dan dievaluasi . Ada beberapa kriteria yang umum digunakan
dalam mengevaluasi kualitas elemen elemen tersebut, diantaranya :
- Kemampuan
beradaptasi, yaitu kemampuan mengarahkan kegiatan dan tenaga dalam
memecahkan masalah yang dihadapi
- Tanggung
jawab : kesesuaian antara tujuan individu dan tujuan organisasi
- Identitas
: kejelasan misi dan peran masing masing unit
- Komunikasi
; kelancaran arus data dan informasi antar-unit dalam organisasi
- Integrasi
; hubungan baik dan efektif antar-pribadi dan antar-kelompok, terutama
dalam mengatasi konflik dan krisis
- Pertumbuhan
; iklim yang sehat dan positif, yang mengutamakan eksperimen dan
pembaruan , serta yang selalu menganggap pengembangan sebagai sasaran
utama
- Tahap
pembaruan dalam organisasi. Dalam tahap ini dirancang pengembangan
organisasi dan dirumuskan strategi memperkenalkan perubahan atau
pembaruan. Strategi ini bertujuan meningkatkan efektivitas organisasi
dengan cara mengoreksi kekurangan serta kelemahan yang dijumpai dalam
proses diagnostik dan umpan balik. Mengingat bahwa setiap perubahan yang
diperkenalkan akan mempengaruhi seluruh sistem dalam organisasi, bahkan
mungkin akan mengubah sistem distribusi wewenang dan struktur organisasi,
rancangan strategi pembaruan harus didiskusikan secara matang dan mendapat
dukungan penuh pimpinan puncak.
- tahap
implementasi pembaruan. Tahap akhir dalam penerapan OD adalah
pelaksanaan rencana pembaruan yang telah digariskan dan disetujui. Dalam
tahap ini konsultan bekerja secaa penuh dengan staf manajemen dan para
penyelia. Kegiatan implementasi perubahan meliputi :
- perubahan
struktur
- perubahan
proses dan prosedur
- penjabaran
kembali secara jelas tujuan sera sasaran organisasi
- penjelasan
tentang peranan dan mis masing masing unut dan anggota dalam organisasi
Teknik teknik OD
Ada berbagai teknik yang dirancang para ahli, dengan tujuan
meningkatkan kemampuan berkomunikasi serta bekerja secara efektif,
antar-individu maupun antar-kelompok dalam organisasi. Beberapa teknik yang
sering digunakan berikut ini.
- Sensitivity
training, merupakan teknik OD yang pertama diperkenalkan dan ayang
dahulu paling sering digunakan. Teknik ini sering disebut juga T-group.
Dalam kelompok kelomok T (singkatan training) yang masing masing terdiri
atas 6 10 peserta, pemimpin kelompok (terlatih) membimbing peserta
meningkatkan kepekaan (sensitivity) terhadap orang lain, serta ketrampilan
dalam hubunga antar-pribadi.
- Team
Building, adalah pendekatan yang bertujuan memperdalam efektivitas
serta kepuasaan tiap individu dalam kelompok kerjanya atau tim. Teknik team
building sangat membantu meningkatkan kerjasama dalam tim yang menangani
proyek dan organisasinya bersifat matriks.
- Survey
feedback. Dalam teknik sruvey feedback. Tiap peserta diminta menjawab
kuesioner yang dimaksud untuk mengukur persepsi serta sikap mereka
(misalnya persepsi tentang kepuasan kerja dan gaya kepemimpinan mereka).
Hasil surveini diumpan balikkan pada setiap peserta, termasuk pada para
penyelia dan manajer yang terlibat. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan
dengan kuliah atau lokakarya yang mengevaluasi hasil keseluruhan dan
mengusulkan perbaikan perbaikan konstruktif.
- Transcational
Analysis (TA). TA berkonsentrasi pada gaya komunikasi antar-individu.
TA mengajarkan cara menyampaikan pesan yang jelas dan bertanggung jawab,
serta cara menjawab yang wajar dan menyenangkan. TA dimaksudkan untuk
mengurangi kebiasaan komunikasi yang buruk dan menyesatkan.
- Intergroup
activities. Fokus dalam teknik intergroup activities adalah
peningkatan hubungan baik antar-kelompok.Ketergantungan antar kelompok ,
yang membentuk kesatuan organisasi, menimbulkan banyak masalah dalam koordinasi.
Intergroup activities dirancang untuk meningkatkan kerjasama atau
memecahkan konflik yang mungkin timbul akibat saling ketergantungan
tersebut.
- Proses
Consultation. Dalam Process consultation, konsultan OD mengamati
komunikasi , pola pengambilan keputusan , gaya kepemimpinan, metode
kerjasama, dan pemecahan konflik dalam tiap unit organisasi. Konsultan
kemudian memberikan umpan balik pada semua pihak yang terlibat tentang
proses yang telah diamatinya , serta menganjurkan tindakan koreksi.
- Grip
OD. Pendekatan grip pada pengembangan organisasi di dasarkan pada
konsep managerial grip yang diperkenalkan oleh Robert Blake dan
Jane Mouton. Konsep ini mengevaluasi gaya kepemimpinan mereka yang kurang
efektif menjadi gaya kepemimpinan yang ideal, yang berorientasi maksimum
pada aspek manusia maupun aspek produksi.
- Third-party
peacemaking. Dalam menerapkan teknik ini, konsultan OD berperan
sebagai pihak ketiga yang memanfaatkan berbagai cara menengahi sengketa,
serta berbagai teknik negosiasi untuk memecahkan persoalan atau konflik
antar-individu dan kelompok.
Posted at 10:35 pm by basuki1
Permalink
Jan 2, 2006
Tiongkok : Api Dalam sekam Mengintai
Ada sedikit sharing informasi tentang Republik Rakyat China (RRC),
saya melihat apa apa yang disampaikan dibawah ini , ada benarnya
walaupun saya belum bisa melihat data secara detail karena keterbatasan
dll.. Mudah mudahan ini menjadi pelajaran berharga bagi bangsa Indonesia ------------------------ Date: Fri, 30 Dec 2005 13:36:06 +0100 (MET) From: Yayak Yatmaka <ismaya @gmx.net> Reply-To: jaring@bhaktiganesha.or.id To: jaring@bhaktiganesha.or.id Subject: [jaring] Fwd: [temu_eropa] Tiongkok-KAPITALIS? Ada yang kerjasama dengan RRC? YK TIONGKOK: Api Dalam Sekam Mengintai, Ketika Setiap Hari Terjadi 200 Demonstrasi Pao Yu Ching: pada April 2001, penduduk Ta-ching cemas. Ta-ching yang terletak di sebelah utara Tiongkok itu, menjadi saksi serangkaian demonstrasi yang digelar oleh 700.000 buruh. Separuh dari mereka dipecat begitu saja. Para buruh tersebut marah terhadap para pemilik pabrik, yang telah memecat buruh dalam jumlah besar, tanpa kompensasi dalam bentuk apa pun. Mereka juga marah terhadap pemerintah yang tidak menaruh perhatian terhadap keadaan mereka serta menampik seruan keadilan-sosial yang diajukan. Mungkin diakibatkan oleh keputus-asaan sehingga sejumlah buruh yang tidak puas dan mereka yang manaruh simpati menempuh tindakan radikal: memasang bom di sebuah kantor pemerintah setempat. Bom pun meledak dan sang walikota, wakilnya, sekretaris partai setempat dan sejumlah enam lainnya terbunuh, termasuk tiga buruh yang terlibat peristiwa tersebut. Sebagai jawaban atas tindakan tersebut, pemerintah mengirim 50.000 serdadu untuk mengepung pabrik-pabrik serta ‘memulihkan ketenangan’. Bak kejutan besar bagi para serdadu tersebut, justeru mereka yang akhirnya terkepung oleh para buruh serta penduduk setempat. Penduduk Ta-ching siap berlawan. Delapan bulan kemudian, tampak jalan buntu dapat diterobos. Pemerintah dan para pemilik pabrik terpaksa membayar upah pesangon yang lebih tinggi bagi buruh-buruh yang dipecat. Kegelisahan yang meruak “Besar kemungkinan anda pernah mendengar lewat media tentang peristiwa Ta-ching tersebut. Bukan kah begitu?”, tanya Pao Yu Ching di hadapan hadirin peserta ceramah pada 10 September 2005 yang lalu di Utrecht [Negeri Belanda]. Pao adalah pensiunan guru besar Marygrove College di Michigan, Amerika Serikat. Di samping itu, beliau juga seorang pakar ternama di bidang studi Tiongkok. Ceramah tersebut dikelola oleh ILPS (Liga Internasional Perjuangan Rakyat), dan para pesertanya mencakup berbagai bangsa, bahkan sejumlah dari mereka khusus datang dari Jerman, Belgia, Luksemburg dan Inggris. Saat ini, Prof. Pao tinggal di Taichung (Taiwan). Dia menyampaikan bahwa banyak peristiwa serupa tidak pernah sampai ke dunia luar, meski memiliki nilai berita yang tinggi. Dia mengamati bahwa dewasa ini sejumlah media di Tiongkok bagai tidak melihat kemungkinan lain daripada menurunkan laporan atas pemberontakan kaum tani serta berbagai demonstrasi dan pemogokan buruh, mengingat jumlah dan frekuensinya yang meningkat itu. “Di Tiongkok pada saat ini berlangsung rata-rata 70.000 hingga 80.000 kegiatan massa setiap tahunnya”, kata Pao. “Ini berarti bahwa di segenap penjuru negeri, setiap hari terjadi tidak kurang dari 200 demonstrasi.” “Buruh dan tani tersebut memiliki daftar keluhan yang panjang”, demikian Pao berpendapat. “Para buruh tidak puas dengan penghematan dan melimpahnya pengangguran, pembayaran upah yang ditangguhkan, tidak diberikannya dana keperluan rumah, pensiun yang diciutkan (atau ditiadakan sama sekali) serta sejumlah masalah ekonomi lain yang dihadapi mereka.” “Di daerah pedesaan, masalah terpenting bagi kaum tani adalah bahwa mereka terus-menerus harus berpindah-pindah akibat meruaknya perampasan tanah serta pengangguran”, imbuh Pao. Keadaan buruh dan tani dewasa ini sangat buruk, demikian Pao menggugat, yang dalam tahun ini sempat singgah di Tiongkok dua kali. “Bagi orang luar, Tiongkok merupakan sebuah negeri yang sedang menempuh jalan menjadi negeri maju. Namun, hal itu adalah jauh dari kebenaran, mengingat adanya ketidak-puasan di kalangan penduduk yang bekerja. Tiongkok dalam waktu dekat dapat menghadapi masalah besar”, demikian tandas Pao. Meninggalkan Koperasi Pao mengurai melambungnya kemiskinan serta ketidak-puasan di kalangan penduduk Tiongkok sebagai akibat serangkaian langkah reformasi yang ditempuh oleh kelompok Deng, yang terjadi seketika mereka berhasil mengambil alih kekuasaan pada 1979. Pao menjelaskan: “Kebijakan pertama yang diambil adalah menghapuskan koperasi. Dengan begitu kini bermunculan petani perorangan. Ini berlangsung, ketika Deng melalui harga pasar menaikkan 20 prosen hingga 50 prosen, bila petani menjual lebih banyak dari kuota yang ditetapkan.” “Hingga 1984, yakni 5 tahun setelah pelaksanaan kebijakan tersebut, penghasilan kaum tani naik 15% setahunnya”, tambah Pao. “Maka, para petani pun gembira. Bahkan mereka mengelu-elu bak kebijakan yang baik, karena keadaan mereka kini menjadi lebih baik setelah pemasukan meninggi.“ Hasil positip kebijakan tersebut tampak diatur berlangsung pendek dan tidak dapat dipertahankan. Pada tahun-tahun berikutnya, pemasukan pun merosot dari 5% hingga 1%. Dan dalam kurun 1997 hingga hari ini, ketika hasil pertanian secara keseluruhan tetap sama, harga pasar produk di sektor tersebut jatuh hingga 30%. Disebabkan oleh pajak pendapatan yang membumbung, banyak petani gulung tikar, dan terpaksa mencari napkah di kota. Menurut Pao, seketika terdapat 100 juta petani berada di kota-kota, karena di desa-desa pertanian tidak lagi tersedia pe­ker­jaan. Pao menyatakan kebijakan Deng tersebut sebagai sebuah perangkat yang ‘licik’. “Lebih gampang menerapkan reformasi di sektor pertanian, ketimbang di industri.“ Di sini, Pao menambahkan: “Dengan membubarkan koperasi, Deng telah mematahkan sepenuhnya dasar ikatan antara buruh dan tani.“ Juga, “Jaminan pekerjaan tetap“ Deng mengayun lebih lanjut dengan apa yang dinamakan reformasi tata ekonomi pada 1985 dan reformasi buruh pada 1986. “Reformasi tata ekonomi merupakan perubahan yang amat penting di sektor industri”, imbuh Pao. Pada masa lampau, perusahaan negara tidak memiliki perhitungan untung-rugi. Bila terdapat keuntungan maka diberikan kepada negara; bila mengalami kerugian perusahaan memperoleh dana. Ini merupakan satu-satunya cara negara membuat perencanaan di bidang ekonomi. Ketika negara hendak mengembangkan industri berat, dana dalam jumlah lebih besar pun harus disalurkan, meski tidak mendatangkan keuntungan. Tidak terdapat perhitungan untung-rugi. Tidak ada alasan untuk melakukan hal itu.” Dengan memperkenalkan pemikiran untung-rugi, perusahaan yang memperoleh keuntungan pun menikmati berbagai kemudahan. Di sini, Pao menyatakan lebih jauh, bahwa para manajer yang gajinya telah melejit tinggi dan ditambah dengan berbagai bentuk keuntungan lainnya itu, juga memperoleh kekuasaan penuh untuk membeli atau mengkontrak perusahaan negara yang merugi. Alhasil: berjuta-juta buruh kehilangan ‘jaminan periuk’, atau pekerjaan tetap, yang hingga saat itu merupakan jaminan yang diberikan oleh negara sosialis itu. Di samping pengangguran akibat bangkrut, para buruh tersebut dapat saja dipecat oleh manajer mereka dengan alasan sepele. Para manajer tidak lagi menerima buruh dengan status tetap, namun atas dasar kontrak. Menurut Pao, hal itu membawa ke langkah reformasi buruh pada 1986. Pelaksanaan reformasi buruh tersebut tidak berjalan mulus, akibat munculnya tentangan keras oleh kaum buruh. Menghadapi kehilangan ‘jaminan periuk’ mereka itu, buruh-buruh pada mulanya berhasil mencoba menghalau pemerintah yang hendak mengeterapkan langsung kebijakan termaksud. “Mengikuti proses tersebut”, demikian Pao melanjutkan uraiannya, “sebenarnya negara berhasil menghadapkan perlawanan buruh itu pada kesulitan, ketika harta milik negara dijual dengan harga banting kepada orang-orang terdekat”. “Terdapat pula banyak contoh lain di mana para manajer yang mengambil alih bagian perusahaan negara yang menguntungkan, untuk kemudian memulai usaha baru sendiri. Dengan demikian, perusahaan negara dipaksa gulung tikar dan para buruh pun pada gilirannya dipecat”, demikian Pao berpendapat. Menurut Pao, terhitung sejak pertengahan 1990-an terdapat sejumlah 10 juta buruh yang kehilangan pekerjaan akibat kebijakan reformasi buruh oleh Deng tersebut. Sebuah kehidupan yang nyaman “Mereka yang dewasa ini berkunjung ke Tiongkok dan menyaksikan banyak gedung pencakar langit, seketika akan berpikir bahwa di mana-mana di Tiongkok terdapat kekayaan”, kata Pao. “Di pasar swalayan, seseorang dapat menemukan segala-gala yang diperlukan dan orang pun dapat berkesimpulan bahwa orang-orang di Tiongkok benar-benar memperoleh kehidupan baik. Yaaa, tentu, beberapa orang telah menikmati hidup enak…sebuah kehidupan yang amat menyenangkan.” Setelah 4 Juni 1989 [pemberontakan Tien-a-men], pemerintah Tiongkok, menurut Pao, secara sadar mengambil keputusan untuk ‘membeli’ kaum intelektual serta pejabat tinggi pemerintah, dengan jalan memberi mereka ‘kehidupan baik’. “Tetapi”, imbuh Pao, “hal itu membuat jarak kaum kaya dengan kaum papa semakin menganga, sebuah keadaan yang di dalam laporan terakhir kantor berita resmi Tiongkok, Xinhua, diakui sebagai ‘sangat memprihatinkan’.” “Terdapat seperlima bagian dari penduduk Tiongkok yang paling makmur, kini menguasai 50% seluruh pendapatan, sedangkan kaum yang paling melarat, yakni seperlima penduduk, hanya berpendapatan 4,7% saja”, demikian dilaporkan oleh Xinhua. “Perbedaan pendapatan yang telah melampaui batas kewajaran itu, menunjukkan arus yang akan terus meningkat. Bila hal demikian berlangsung untuk jangka waktu lama, maka keadaan akan membawa ke berbagai macam kegoncangan dalam masyarakat.” Pao: “Namun, kehidupan kaum super kaya luar biasa baik dan pendapatan mereka adalah sah.” “Kenyataan sebenarnya yang tidak tampak”, demikian lanjut Pao, “adalah pendapatan yang mereka peroleh lewat korupsi, khususnya di lingkungan pemerintah serta perusahaan negara yang masih tersisa.” “Di Tiongkok terdapat lelucon yang berbunyi bahwa bila anda menjejer seluruh pejabat pemerintah dan menempatkan mereka yang bernomor genap dalam sebuah baris untuk dibunuh, jumlah yang sama dari kalangan bersalah tersebut akan bebas keluar”, demikian disampaikan oleh Pao dengan nada kelakar. “Kebalikkannya, kaum buruh dengan penghasilan rata-rata setiap bulannya berjumlah 600 yuan renminbi ($74.00), yang terkadang dapat mencapai 1.000 yuan. Dengan itu, mereka tidak memperoleh dana keperluan rumah serta biaya perawatan kesehatan”, demikian Pao berpendapat. Selain hidup di bawah keadaan ekonomi yang demikian berat, para buruh dan petani juga berhadapan dengan kekerasan oleh polisi, yang menurut Pao sepuluh kali lipat lebih buruk dibanding Taiwan, di mana dia saat ini hidup. “Saya teringat akan kisah yang disampaikan kepada saya tentang dua gadis Tionghoa yang sedang dalam perjalanan pulang. Seorang di antara mereka tidak membawa surat sepeda yang digunakan. Polisi kemudian memutuskan untuk menahannya. Ketika seseorang menemukannya, gadis tersebut dalam keadaan meninggal, dan memperoleh cerita bahwa dia telah diperkosa terlebih dahulu, sebelum dibunuh. Penduduk kota berontak dan menuntut agar pihak yang terlibat dihukum. Bukan menangkap polisi yang bersalah, namun pihak berwajib menahan seseorang sebagai pelaku, seorang fakir miskin, yang telah dibeli hidupnya dengan memberi keluarganya uang sejumlah 10.000 yuan. “ Menurut Pao, kehidupan di pedesaan pun tidak menjadi lebih baik, karena para birokrat setempat menjadi jauh lebih buruk daripada tuan tanah zaman terdahulu. Mereka berkata bahwa mereka kini memiliki kekuasaan yang lebih besar dan menjadi lebih korup. “Sebagai contoh dapat kiranya dikemukakan kisah sebuah kelompok petani yang mengorganisasi diri untuk mengedepankan meroketnya pajak yang dikenakan kepada mereka. 12 orang dipilih dari kalangan mereka untuk mewakili serta menanyakan kepada pihak manajer agar diizinkan melihat pembukuan untuk mengetahui penggunaan uang pajak tersebut. Bukannya mendengar kelompok tersebut, namun tiga petani, tanpa ba, bu, dipukul hingga meninggal dunia.” Banyak petani naik kereta api menuju Beijing untuk meluruskan persoalan tersebut. Mereka berpikir bahwa pemerintah pusat akan berbuat sesuatu terhadap kekerasan polisi tersebut juga terhadap perampasan tanah. Namun demikian, menurut Pao, banyak petani tidak berhasil sampai ke Beijing, karena dalam perjalanan mereka diculik. Pao berpendapat bahwa Partai Komunis yang kini berkuasa, sepenuhnya menghentikan buruh dan tani menjadi anggota. Menurut dia, partai lebih menaruh perhatian kepada kaum intelektual untuk dijadikan anggota dengan memberi berbagai ekstra. Pao terkejut atas kenyataan hidup di mana generasi muda saat ini tidak mengenal tradisi revolusioner orang tua mereka. Pekerjaan partai di kalangan massa merosot dalam bentuk pengorganisasian bimbingan perjalanan ke sejumlah tempat-tempat bersejarah, yang pada masa Mao telah dikunjunginya, seperti Yenan. Ini dimaksudkan untuk mempertahankan kepalsuan, bahwa partai benar-benar komunis, demikian pendapat Pao. “Dalam kenyataan, banyak orang Tionghoa biasa menyatakan kepada saya selama singgah di negeri tersebut, bahwa Partai Komunis tersebut memiliki segala sesuatu, terkecuali ke-komunisan”, demikian adanya menurut Pao. “Wajar bila anda bertanya kepada saya apakah Tiongkok hari ini telah kehilangan sama sekali seluruh unsur sosialistik-nya”, imbuhnya. Kekuatan Besar Kapitalis? Atas pertanyaan apakah Tiongkok berada dalam perjalanan menjadi negara adikuasa kapitalis berikut, Pao menjawab tegas T I D A K . Dia menyebut 6 alasan mengapa kapitalisme di Tiongkok tidak akan berhasil: 01. Pertanian Tiongkok berada dalam keadaan terbelakang, tidak mengalami modernisasi. Reformasi di bidang pertanian tidak berhasil. Pengairan telah hilang. Hutan-hutan berada dalam keadaan buruk. Para petani tidak bersedia menyerahkan tanah mereka. Bila semua ini diperhitungkan akan mengarah pada usaha yang gagal dalam menarik modal untuk ditanam di bidang pertanian. 02. Terdapat pasar dalam negeri yang kecil saja, karena gaji buruh dan pendapatan kaum tani secara sadar dibuat rendah. Sembilan puluh prosen pabrik-pabrik memiliki kapasitas berlebih. 03. Tiongkok menggunakan ekspor untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan pendapatan. AS merupakan negeri pengimpor terbesar. AS meminjam uang Tiongkok untuk membeli produk Tiongkok. 04. Tiongkok tergantung pada impor teknologi serta suku cadang. 05. Tiongkok telah memberi banyak untuk dapat diterima di Organisasi Perdagangan Dunia [WTO]. Sektor layanan jasa telah diserahkan. Industri komputer, kedokteran dan lain-lainnya telah dibuka. Pada 2010 bank asing di Tiongkok akan memiliki kedudukan yang sama dengan bank nasional. Di antara 1.000 bank teratas, Tiongkok hanya memiliki 16, dan 15 di antara itu telah dikendalikan oleh bank asing. Bank of America dan Royal Bank of Scotland menanam trilyun-an dollar untuk mencaplok berbagai bank setempat. 06. Pada kurun 25 tahun terakhir, lingkungan hidup dan sumber bahan mentah alam mengalami kerusakan berat. Sang negeri telah menelan berbagai sumbernya sendiri. Air akan menjadi langka dan kini pun telah mengalami kekurangan minyak. Walhasil, Pao menyimpulkan bahwa pertumbuhan kapitalisme di Tiongkok tidak berlangsung secara penuh. “Bahwa Tiongkok akan menjadi negara adikuasa adalah tidak lebih dari propaganda AS belaka. Dalam kenyataan, ekonomi Tiongkok mengalami ketegangan berlebih dan berada dalam sebuah titik yang setiap saat dapat menjadi berantakan serta porak peranda.” Dengan melimpahnya kalangan kaum pekerja, yang sadar akan pengkhianatan klik Deng, Tiongkok mengalami suatu kurun waktu yang menegangkan, menurut Pao. Dia mengatakan bahwa sungguh merupakan dorongan ketika terdapat berbagai usaha sementara orang di Tiongkok untuk mempelajari keadaan serta berbuat sesuatu menghadapi keadaan hari ini. Pao menyampaikan harapan bahwa pada suatu saat berbagai aksi massa di dalam negeri akan menemukan bentuknya secara terorganisir, sehingga akan lebih banyak mencapai keberhasilan, seperti pemberontakan di Tai-ching itu. Mengakhiri cerita tentang Ta-ching…. Untuk merayakan kemenangan mereka, buruh-buruh telah membuat patung sebagai tugu peringatan terhadap tiga buruh yang telah meninggal dunia pada saat bom meledak serta empat buruh lainnya yang ditangkap untuk kemudian dieksekusi karena keterlibatan mereka pada usaha meledakkan bom tersebut. Para buruh yang gugur ini dapat saja dianggap pelaku kejahatan di mata pemerintah Tiongkok. Namun, bagi buruh-buruh Ta-ching mereka adalah martir yang meninggal ketika berlawan. Sumber: Bulatlat [2005]. Diindonesiakan oleh redaksi datainfocom berdasar Manifest (1 december 2005: 9; 15 december 2005: 12), hasil terjemahan J. Bernaven.
Posted at 05:30 pm by basuki1
Permalink
Jan 1, 2006
Hari pertama di Aceh , setahun lalu (bag II)
Kami menumpang di tempat salah satu teman Martin yang kebetulan
bertugas di TNI AU. Rumahnya tidak jauh dari lapangan terbang Blang
Bintang Banda Aceh. Rumah dinas nya tipe 36, kebetulan isterinya tidak
disitu , jadi tempat tersebut menjadi markas teman teman dari LKBN
Antara dan ditambah kedatangan kita , jadi benar benar penuh rumahnya
(kami ada 10 orang , dari Antara ada 2 orang + 2 orang KOWAD).
Aku tidur diluar saja , aku pilih posisi paling enak buat tidur
walaupun diluar, aku gunakan alas yang kita bawa' dari jakarta. Tidak
terasa aku tidur cukup lama rupanya capek juga :-)
Aku bangun agak siangan dan ibu ibu Kowad sudah pada pergi , rupanya
mereka sudah berhasil kontak dengan institusinya dan sudah bisa
mencapai apa yang dituju. Hari jum'at , saya pikir saya akan jum'atan
di Banda Aceh untuk pertama kali di tahun ini. Tapi , rupanya kami
masih capek , akhir ketiduran lagi beberapa orang diantara kami
termasuk teman teman yang lain. Ada beberapa teman yang berusaha untuk
mencari juga link ke teman teman mereka di Banda Aceh.
Sekitar pukul 13 siang , teman teman dari LKBN Antara mengajak kami ke
Banda Aceh dengan menggunakan mobil yang mereka 'sewa' dari teman teman
di Banda Aceh. Saya dan Jay (HMI) ikut bersama dengan sasaran untuk
mencari lokasi KPUD (kabarnya KPUD NAD masih utuh), dengan membawa
beberapa telepon satelit yang akan kita letakkan di Lokasi yang kita
tuju.
Akhirnya kami berangkat dengan menggunakan Suzuki Jimny pinjaman
tersebut. Sepanjang perjalanan , kita melihat kerusakan kerusakan yang
terjadi pasca Tsunami.
Sungguh dahsyat sekali bencana ini, Allah SWT punya kehendak lain pada
bumi Aceh. Saya hanya bisa dzikir saja melihat hampir seluruh Banda
Aceh dalam kondisi porak poranda.
Akan tetapi ada beberapa tempat yang selamat , utuh , tidak tersentuh
air sama sekali. Sepertinya air tersebut punya 'mata' untuk memilih
sasaran ..
Beberapa foto dapat dilihat di :
http://gallery.cnrglab.itb.ac.id/album12
Aku tidak menemukan KPUD karena rupanya alamat KPUD tidak ada yang tahu
pasti. Mungkin juga karena kondisi yang luar biasa ini. Aku sempat
bertanya pada beberapa Tentara dan Polisi , rupanya mereka bukan
tentara yang berada di Aceh , mereka baru saja didatangkan dari Jawa
(Malang, Kostrad) 3 hari yang lalu atau 2 hari setelah kejadian
Tsunami.
Kami sempat menemukan HMI NAD, saya dan Jay segera turun dan mencoba
untuk berkoordinasi dengan mereka serta memasang telepon satelit disitu.
Saya kembali lagi ke 'markas' kami di lapangan kompleks lapangan militer blang padang ...
dengan membawa banyak informasi dan banyak hal yang membuatku bersyukur untuk banyak hal.
Posted at 11:31 am by basuki1
Permalink
Dec 30, 2005
Hari pertama di Aceh , setahun lalu
Akhirnya , pagi hari bersama sekitar 10 orang team IT KPU, kami
berangkat dengan menggunakan salah satu pesawat yang diperbantukan oleh
sukarelawan untuk membantu transportasi dari dan ke Banda Aceh.
Pesawat dijadwalkan terbang jam 10.oo WIB dari Bandara Halim
Perdanakusumah. Kami membawa sekitar 20 buah telepon satelit yang telah
kami siapkan sebelumnya , lengkap dengan membawa baterai atau akki
motor , karena kita perkirakan di Banda Aceh atau daerah yang terkena
Tsunami tidak akan ada listrik. Atau kalau ada listrik , maka supply
nya sangat terbatas. Terus terang berita tentang keadaan Aceh sangat
simpang siur karena komunikasi yang terjadi antara Banda Aceh dengan
luar propinsi belum dapat terjalin dengan baik
Rencananya , pesawat hanya akan sampai ke bandara Polonia Medan dan
dari Medan kami akan menggunakan jalan darat dan team yang saya bawa
akan mencoba mendekati dua titik utama yang terkena tsunami paling
parah , yaitu Meulaboh dan Banda Aceh. Di Medan , para anggota KPUD
sudah menunggu kami dan sudah mempersiapkan diri untuk berangkat
bersama sama.
Pesawat yang membawa kami berisi beberapa kelompok , ada kelompok
instalatur listrik, ada kelompok sukarelawan , dan kami sendiri.
Pesawat ini menuju ke Pekanbaru , dari Pekanbaru baru menuju Medan.
Mengapa transit di Pekanbaru ? karena penerbangan ke arah polonia
sangat padat oleh pesawat dari luar Medan dengan tujuan Banda Aceh.
Kami sampai di Pekanbaru sekitar jam 11.30 dan pilot mengatakan bahwa
pesawat ini akan berangkat lagi satu jam kemudian menuju Medan. Kami
akhirnya keluar dari ruang tunggu dan mencoba berjalan jalan disekitar
bandara Pekanbaru. Setelah mendekati satu jam kami kembali lagi masuk
ke dalam ruang tunggu. Dan di dalam ruang tunggu rupanya sudah banyak
sekali penerbangan yang transit di Pekanbaru dengan tujuan Medan/Banda
Aceh. Kami pikir, kita pasti akan ter delay kembali karena melihat
padatnya jadwal penerbangan ke Medan dan Aceh.
Ternyata benar , pesawat kita di delay 2 jam :-)
Kami menunggu di ruang transit bandara dan makin lama makin penuh juga
sukarelawan yang akan ke Aceh. Dari berbagai kelompok dan dari berbagai
perusahaan yang mengerahkan bantuan untuk Aceh. Setelah lewat 2 jam ,
ternyata pesawat kita masih belum dapat ijin untuk take off karena
memang jadwal penerbangan yang sangat padat.
Sekitar jam 17.30 , kami dipanggi oleh pilot untuk bersiap siap
berangkat. Wah , lumayan juga setelah menunggu lebih dari 5 jam di
Pekanbaru. Kami semua bergegas naik pesawat , setelah mesin pesawat
dinyalakan , pilot menunggu instruksi dari air traffic controller. Dan
tepat , 5 menit sebelum jam 18.00 WIB, pesawat kami dibatalkan
keberangkatannya karena tidak mendapatkan ijin dari Polonia Medan.
Akhirnya kami turun kembali dan masuk ke ruang tunggu. Dan pilot tidak
dapat memastikan kita berangkat jam berapa dari Pekanbaru. Pada saat
bersamaan , ada beberapa pesawat yang juga dibatalkan keberangkatannya
seperti kami (dari Pelita Air dan Merpati). Selain itu , saya melihat
ada pesawat cargo Manunggal Air yang mengangkut peralatan dari PT
Telkom dan tertunda juga keberangkatannya. Ironis, pesawat pesawat yang
mengangkut peralatan komunikasi yang sebenarnya paling diperlukan dalam
proses evakuasi , justru tidak mendapatkan tempat untuk take off atau
landing di Medan atau Banda Aceh. Sementara saya melihat ada pesawat
yang berisi pendukung salah satu partai dengan membawa sukarelawan,
justru dapat masuk ke Medan.
Kami sabar menunggu, di ruang tunggu :-) . Ngobrol sana sini , termasuk
dengan pilot dan co-pilot serta teknisi pesawat. Kami menanyakan
kemungkinan kita bisa masuk Medan jam berapa ? dan mungkin ada
kemungkinan lain. Akhirnya pilot mencoba kontak dengan Banda Aceh, dan
ternyata oleh Banda Aceh pesawat kami diberi ijin utk landing.
Pilot bertanya, tujuan kita mau ke Banda Aceh atau Medan dan saya
sampaikan bahwa tujuan kami sebenarnya adalah Banda Aceh dan
melalui Medan. Akan tetapi bila kita bisa langsung ke Banda Aceh, saya
pikir tidak akan menjadi masalah walaupun kita sendiri sebenarnya tidak
siap untuk ke Banda Aceh (saya hanya membawa satu baju) .
Akhirnya diputuskan untuk berangkat ke Banda Aceh. Perjalanan Banda
Aceh ditempuh dalam waktu sekitar 50 menit dari Pekanbaru. Pesawat kami
take off sekitar jam 22.00 malam, dan diperkirakan akan sampai di Banda
Aceh sekitar jam 23.00.
Benar , kami tiba di Bandara di Banda Aceh sekitar pukul 23.15 WIB.
Pada saat saya menjejakkan kaki pertama kali , yang terasa adalah bau
seperti kamar mayat yang besar. Bau menusuk sangat kuat, bandara
terlihat masih terang dan saya hanya melihat beberapa pesawat militer /
Hercules , salah satunya milik angkatan udara singapore (yang paling
bagus sih).
Saya memberitahu teman teman ( bu Chusnul dan mas Bob) bahwa kami
langsung ke Banda Aeh tidak melalui Medan, rencana berubah dan saya
belum bisa menentukan seperti apa nantinya.
Begitu keluar bandara , suasana sangat kacau dan gelap. Saya turun
bersama sama dua orang Kowad , lupa namanya, salah satu berpangkat
Letkol dan yang satunya lagi sersan. Mereka berdua kalau tidak salah
adalah liason offiser yang diperintahkan berangkat ke Banda Aceh
untuk menghubungi KODAM Iskandar Muda.
Saya bertanya pada ibu Kowad tersebut , mau kemana dan dijemput siapa ?
saya berpikir kalau mereka dijemput sama tentara , kami ikut saja ,
lumayan daripada bingung. Dan ibu tersebut menyampaikan tujuannya untuk
mencari liason officer Kodam . Beliau bertanya pada beberapa tentara
dan polisi yang ada di Bandara, dan disampaikan bahwa Kodam hancur
berantakan tidak ada orang disitu. Akhirnya , kita diskusi dan
dipilihkan rumah sakit tentara yang berada di tengah tengah Banda Aceh
tapi tidak kena tsunami. Kita mencari mobil carter utk membawa seluruh
rombongan kami. Lumayan mahal juga , utk perjalan dari Bandara ke
tengah kota , yang jaraknya sekitar 20 Km , mereka meminta Rp 500.000
sekali jalan. Ya kami bisa maklum untuk kondisi seperti ini , dimana
transportasi sulit dan bensin juga susah.
Akhirnya kami berangkat ke kota dengan dua buah mobil , sepanjang
perjalan tercium bau menusuk dan gelap gulita. Jalanan juga sepi,
sesekali kami menemui mobil mobil tentara yang berjalan hilir mudik
menuju pangkalan. Saya sendiri tidak tahu nanti disana harus berbuat
apa, tapi saya pikir mungkin kita bisa mendirikan posko telekomunikasi
dan memberikan bantuan yang diperlukan.
Setelah sampai di rumah sakit, kebetulan ibu Kowad mencari komandan
rumah sakitnya untuk mencari informasi. Ternyata seluruh dokter yang
ada disana adalah dari RSPAD Gatot Subroto Jakarta dan mereka juga
tidak banyak mengetahui apa yang terjadi dengan dokter dokter yang lain
, mereka sibuk mengatasi pasien karena ini adalah satu satunya rumah
sakit di Banda Aceh yang dapat beroperasi dengan baik. Dokter dokter
disana juga tidak tahu keberadaan KODAM Iskandar Muda. Bingung juga ibu
Kowad ini :-) ....yang terpikir olehku , kalau negara ini diserang
musuh , amblas lah dalam sekejab :-)
Dalam kebingungan kita mau ketemu siapa dan dimana , akhirnya ibu Kowad
ini bertanya , kita kita ini mau kemana ? mereka tahunya kita kita ini
dari HMI :-) , ya memang sebagian besar anggota yang aku bawa anak anak
HMI eks trainer dan helpdesk IT KPU. Dan saya sampaikan saya dari KPU ,
kaget juga dia , walaupun pada saat pertama kali dia melihat saya , dia
mengatakan bahwa dia rasanya mengenal saya :-)). Akhirnya saya bilang
saja , tujuan saya adalah ketemu pak Yani Basuki (Kolonel) karena
memang mas Bob berpesan seperti itu.
Akhirnya kita bersama rombongan kembali ke bandara , dan tujuan kita
adalah bandara militer tempat pesawat militer berlabuh, disanalah pak
Yani Basuki bermarkas. Setelah sampai di Bandara militer , kami
bertanya sana sini dimana pak Yani berada. Rupanya , saya melihat ada
beberapa kawan wartawan dan mereka bertanya kami dari mana. Saya
sampaikan saya dari IT KPU dan rupanya kedatangan kita sudah ditunggu
oleh teman teman dari LKBN Antara (teman mas Bob) karena memang kita
pinjami mereka telpon satelit untuk komunikasi.
Segera kami menuju tempat Martin yg memang sudah menunggu kami sejak
pagi, mereka pikir kita menggunakan pesawat hercules yang mendarat di
bandara militer. Akhirnya kami bertemua martin dan waktu sudah
menunjukkan sekitar pukul 02.00 tanggal 30 Desember 2004.
Dan kami semua beristirahat termasuk dua orang ibu Kowad yang ikut bersama kami....
bersambung ;;;;;;;;
Posted at 03:24 pm by basuki1
Permalink
Dec 27, 2005
Pada saat hari kedua Tsunami NAD , seluruh perhatian masyarakat
Indonesia dan Internasional tertuju pada kejadian di Aceh. Melalui
berita berita dari seluruh media baik elektronik maupun cetak , kita
semua mengikuti perkembangan dari waktu ke waktu.
Malam sebelumnya , kami membahas masalah Tsunami ini dan apa yang
kira kira dari KPU bisa bantu ? Mengapa ini saya sampaikan, karena saya
mengetahui bahwa IT KPU memiliki telpon satelit ex IT KPU yang dapat
dipergunakan untuk membantu komunikasi di NAD pada saat itu.
Seluruh telekomunikasi ke arah Aceh putus total, walaupun ada beberapa
provider telekomunikasi akan tetapi mereka menggunakan
backbone (jaringan tulang punggung) yang sama yaitu Milik PT TELKOM.
Saya melihat salah satu yang bisa provide alat telekomunikasi adalah
KPU melalui telpon satelit yang dimiliki KPU dimana itu adalah cadangan
sisa pemilu 2004.
Saya berangkat ke Jakarta untuk menghadiri undangan rapat di KPU
membahas laporan pemilu 2004 (IT) dan juga membahas soal Tsunami di
Aceh.
Posted at 10:41 am by basuki1
Permalink
Dec 26, 2005
Pada minggu siang tanggal 26 Desember 2004 , seperti biasa
saya ke CNRG untuk melihat banyak hal yang ada di dalam kampus
terutama email dan web. Sekitar jam 12 an saya menyalakan TV dan
kebetulan ada liputan 6 siang (12 an) dari SCTV dan mengabarkan bahwa
ada gempa bumi di dekat Banda Aceh dan Banda Aceh belum dapat terhubung
sejak pagi hari. Semua komunikasi putus ke dan dari Banda Aceh.
Penasaran juga apa yang terjadi , akhirnya aku buka
http://news.bbc.co.uk/ karena saya pikir biasanya kalau ada kejadian
kejadian yang berkaitan dengan dalam negeri, berita dari luar negeri
lebih cepat. Dan dalam situs tersebut sudah ada berita tentang
gelombang Tsunami di Srilanka yang menelan banyak korban. Yang menarik
, bahwa gelombang Tsunami tersebut berasal dari gempa di Selatan Banda
Aceh. Saya agak kaget dan agak cemas karena menurut berita
SCTV , Banda Aceh tidak bisa dihubungi alias seluruh telekomunikasi ke
dan dari Banda Aceh terputus. Kira kira jam 16 an , saya buka lagi
http://news.bbc.co.uk/ dan melihat updates terbaru, sementara dari
Headline news Metro TV tidak ada berita update terbaru tentang situasi
di Aceh. Dan dari berita di news.bbc, jumlah korban bertambah terus di
Srilanka dan juga ada laporan bahwa gelombang Tsunami juga terjadi di
Thailand (Phuket) dan juga India. Sementara itu sudah mulai ada
laporan bahwa ada korban di Banda Aceh yang jumlahnya masih terhitung
puluhan dan mereka belum bisa melaporkan secara lengkap karena berita
yang didapatkan berasal dari salah seorang anggota Amatir radio
bahwa telah terjadi gelombang besar di Banda Aceh yang menghantam
Banda Aceh. Selain itu , saya ingat bahwa kalau terjadi gempa, biasanya laporan dari Amerika ,
USGS (http://www.usgs.gov) secara kualitatif akan memberikan laporan
dimana letak episentrum gempa . Dan saya melihat dari data USGS telah
terjadi gempa dengan kekuatan diperkirakan lebih dari 9 skala Richter
dengan pusat di selatan Banda Aceh yang jaraknya kalau tidak salah
sekitar 200 Km dari Banda Aceh. Saya pikir , ini besar sekali
dan saya melihat peta , feelingku , gempa ini pasti merusak Banda Aceh
karena dekat sekali pusat gempa dengan Banda Aceh Jam 18 an ,
saya menonton kembali berita di SCTV dan Metro TV. Dan dikabarkan telah
terjadi musibah di Banda Aceh yaitu terjadi gempa bumi yang episentrum
nya tidak jauh dari Banda Aceh. Data tersebut didapat dari BMG (Badan
Metrologi dan Geofisika) dan data BMG hanya menyebutkan (kalau tidak
salah) gempa tersebut berkekuatan 6 Skala Richter. Jelas saya kurang
percaya dan lebih percaya data daru USGS , apalagi ditambah tidak ada
komunikasi yang bisa masuk ke Banda Aceh. Saya mencoba telpon salah
satu ex operator entry data KPU disana, dan memang tidak bisa masuk.
Saya coba pantau sampai malam hari, sekitar jam 22 an melalui headline
news di Metro , beritanya relatif tidak berubah. Feeling saya makin
tidak enak , saya merasa ada sesuatu yang besar yang terjadi disana
karena seluruh jalur komunikasi terputus kecuali mungkin melalui amatir
radio. Saya berkomunikasi dengan beberapa teman termasuk
bu Chusnul Mar'iyah (anggota KPU) karena bu Chusnul juga mencoba
menghubungi salah satu anggota KPUD NAD , ibu Titin, yang kebetulan
mengurus IT KPU pada saat pemilu 2004 dan tidak dapat dihubungi HP
beliau.
Saya mengatakan pada bu Chusnul , bahwa ini ada bencana besar kalau
dilihat dari website bbc dan USGS , walaupun keterangan resmi dari
pemerintah belum ada. Saya juga menyampaikan , sepertinya kita bisa
memanfaatkan telepon satelit KPU yang masih ada di gudang untuk bantuan
komunikasi.
hari telah larut , jam 23 , saya terpaksa cabut dari CNRG ,......dengan
perasaan agak kuatir. Di luar kami ketemu pak Erwin yang juga berusaha
menghubungi
teman teman di Aceh termasuk bu Tintin tapi tidak dapat dihubungi..
akhirnya kami pulang dengan perasaan was was tentang keadaan di Aceh..
Posted at 10:36 am by basuki1
Permalink
Dec 25, 2005
Siang ini , aku berkunjung ke Pabrik temanku , Sugandi KI-90 di
kawasan Boscha Lembang. Sudah lama aku tidak berkunjung ke pabriknya .
Aku tanya, dia bikin apa sekarang , dan jawabnya dia sedang bikin
pabrik pengolahan sawit. Terus terang, saya mengunjungi dia
adalah untuk bertanya soal pengolahan dan pabrik bio-diesel yang
berbahan baku buah jarak pagar. Gandi cerita bahwa bio-diesel itu sudah
dia kembangkan sekitar 2 tahun lalu. Ada beberapa hal yang aku
dapat dari penuturan Gandi , antara lain : - Dia mempunyai proyek percontohan di NTT
- Untuk dapat menghasilkan bio-diesel dengan kapasitas 2 ton/ hari dibutuhkan lahan sekitar 350 hA
- Waktu menanam jarak sejak dimulai sampai bisa dipetik buahnya adalah sekitar 7 bulan
- Biaya per Kg jarak pagar adalah Rp 500 - Rp 800
- untuk menghasilkan minyak jarak per liter dibutuhkan paling tidak 3 Kg buah jarak
- Biaya
pengolahan (esterifikasi dsb) + total biaya produksi untuk menghasilkan
minyak bio-diesel per liternya adalah Rp 3500, karena dalam proses
pengolahan minyak jarak menjadi minyak bio-diesel diperlukan bahan baku
lain misalnya Etanol dan Caustic Soda (NaOH) sebagai bagian dari proses
esterifika
- By product dari bio-diesel ini adalah Glyserin
(http://en.wikipedia.org/wiki/Glycerine) dimana glyserin ini
adalah salah satu bahan kimia yang dibutuhkan untuk berbagai kebutuhan
seperti obat obatan dan bahan kosmetik
Beberapa gambar tentang pabrik nya Gandi ini ada di
http://basuki8123.fotopic.net/c804887.html
Posted at 09:17 pm by basuki1
Permalink
Dec 24, 2005
Resepsi Pernikahan Putri Pak Nazar
Tanggal 23 Desember 2005 adalah hari yang mengharukan bagi pak
Nazarudin Sjamsuddin, Ketua KPU (Non akfit) karena hari tersebut
,beliau menikahkan putri nya yang no 2 , Amalia NS , seorang dokter
gigi yang menikah dengan Bram Moeis , cucu seorang sastrawan terkenal
Abdoel Moeis.
Resepsi pernikahan putri pak NS diselenggarakan di hotel Kartika Chandra , Jakarta.
Pada saat mempelai berdua masuk kedalam ruangan resepsi dengan di
iringi tarian adat aceh diikuti seluruh anggota keluarga besar mereka
berdua, terasa sekali suasana haru. Paling tidak itu yang dapat saya
rasakan, terutama lagu yang mengiringi pengantin dan keluarga berjalan
ke pelaminan mempunyai 'rasa' yang mengharukan tapi tidak cengeng. Saya
sendiri tidak tahu itu lagu apa. Tapi paling tidak itulah yang saya
rasakan.
Pak NS sempat melihatku pada saat mengiringi kedua mempelai berjalan
karena aku sedang memotret juga. Terlihat agak 'kaget' dan 'surprised'
saat melihatku.
Setelah itu kami antri untuk menyalami, pada saat antri sudah terlihat
beberapa nama beken yang sering muncul di tv terutama dari pengamat
pengamat politik dan juga beberapa anggota DPR antara lain AM FATWA dan
Ferry Mursidan Baldan.
Pada saat giliranku berjabat tangan , pak NS berkata , " nah ini dia
tim IT KPU" dan aku dipeluk beliau cukup erat (kaget juga sih , gak
biasa di peluk,heheh) dan aku mengenalkan 'rombonganku' dari trainerkpu
(Angga dan Keti) yang kebetulan ikut hadir dalam acara resepsi ini.
Pada awalnya, saya melihat jumlah tamu tidak begitu banyak , ini bisa
dilihat dari banyaknya jumlah antrian. Tapi , setelah beberapa saat (30
menit an), saya melihat tamunya makin lama makin banyak dan 'mengalir'
terus seperti air atau kalau orang jawa bilang "Nyumber"...
Saya meninggalkan tempat sekitar jam 21.30 WIB dan masih banyak tamu
tamu yang datang. Saya bersyukur ternyata memang Allah SWT menunjukkan
pada kita bahwa memang pak NS orang baik, dalam kondisi beliau seperti
ini , tetap masih banyak orang yang datang pada resepsi pernikahan
putrinya.
Mudah mudahan pak NS diberi kekuatan oleh Allah SWT dan juga keluarga
beliau. Mudaha mudahan cobaan ini bisa segera lepas dan pak NS bisa
kembali berkumpul dengan keluarga , sahabat dan handai taulan.
Posted at 03:26 pm by basuki1
Permalink
Dec 20, 2005
Pria Sejati Menurut Konfusius
Selama lebih dari dua ribu tahun konfusius menjadi raja yang tidak
bermahkota di China karena konfusianisme lebih dari sekedar warisan
kebudayaan untuk orang China. Salah satu pelajaran konfusius pada muridnya adalah tentang pria sejati : Pria sejati haruslah rendah hati,murah hati , berwawasan luas dan baik hati Seorang pria sejati mengerti apa yang adil dan benar; orang yang picik hanya mencari keuntungan Seorang
pria sejati menolong sesamanya untuk menyadari potensi mereka dan tidak
mengikuti temannya berbuat jahat ; orang yang picik berbuat sebaliknya Seorang pria sejati khawatir tentang ketidakmampuannya, bukan apakah orang lain menghargai kemampuannya atau tidak Seorang pria sejati menuntut dirinya sendiri; seorang yang picik menuntut orang lain Seorang pria sejati mempunyai lingkungan sosial yang luas; orang yang picik hanya menjadi pengikut. Seorang pria sejati mula mula akan mempraktekkan apa yang dia katakan,kemudian mengatakan apa yang dia praktekkan Seorang pria sejati lambat berbicara tapi cepat dalam bertindak
Posted at 07:01 pm by basuki1
Permalink
|
|
|