|
|
Mar 10, 2006
Marian Rejewksi adalah seorang matematikawan asal Polandia yang berhasil membangun metode untuk memecahkan kode mesin enigma yang digunakan oleh Jerman. Atas kerja keras Rejewski inilah , Alan Turing (http://en.wikipedia.org/wiki/Alan_turing) berhasil memecahkan sandi sandi yang dikirimkan oleh Komando Pusat pasukan Jerman pada pasukan pasukan dibawahnya. Sebenarnya perang informasi (information warfare) ini dimulai pada saat perang dunia kedua. Tanpa kerja keras dari Rejewski, bisa jadi Alan Turing tidak akan dapat membuat karya untuk memecahkan kode kode enigma Jerman dan mungkin Alan Turing tidak akan menjadi bapak komputer modern. Kerja keras Alan Turing ini dilakukan di suatu tempat yang dikenal dengan nama Bletchey Park (http://en.wikipedia.org/wiki/Bletchley_Park).
Berikut ini biografi Marian Rejewski
http://en.wikipedia.org/wiki/Marian_Rejewski
Marian Adam Rejewski ([marjan rejefski](?); 16 August 1905 13 February 1980) was a Polish mathematician and cryptologist who, in 1932, solved the Enigma machine, the main cipher machine then in use by Germany. The success of Rejewski and his colleagues jump-started the British reading of Enigma-encrypted messages in World War II, and the intelligence so gained, code-named Ultra, contributed to the defeat of Nazi Germany, perhaps decisively(Note 1).
While studying mathematics at Poznań University, Rejewski attended a secret cryptology course conducted by the Polish General Staffs Cipher Bureau, which he joined full-time in 1932. The Bureau had had no success in reading Enigma, and set Rejewski to work on the problem in late 1932. After only a few weeks, he had deduced the secret internal wiring of the Enigma. Rejewski and two mathematician colleagues then developed an assortment of techniques for the regular decryption of Enigma messages. Rejewskis contributions included devising the cryptologic card catalog, derived using his cyclometer, and the cryptologic bomb (Polish: bomba).
Five weeks before the German invasion of Poland in 1939, Rejewski and his colleagues presented their results on Enigma decryption to French and British intelligence representatives. Shortly after the outbreak of war, the Polish cryptologists were evacuated to France, where they continued their work in collaboration with the British and French. They were again compelled to evacuate after the fall of France in June 1940, but within months returned to work undercover in Vichy France. After the country was fully occupied by Germany in November 1942, Rejewski and fellow mathematician Henryk Zygalski fled to Britain via Spain. In Britain, they worked at a Polish unit, solving low-level German ciphers. In 1946 Rejewski returned to his family in Poland and worked as an accountant, remaining silent about his cryptologic work until 1967.
Posted at 11:16 am by basuki1
Permalink
Mar 8, 2006
udah lama tidak ngisi blog ini ,
ada beberapa kabar antara lain :
http://news.antara.co.id/seenws/?id=29356
Mar 07 11:55
|
| |
| PRESIDEN KELUARKAN PERPU PERPANJANG MASA TUGAS ANGGOTA KPU |
| |
| |
Jakarta (ANTARA News) - Mensesneg, Yusril Ihza Mahendra
mengatakan Presiden mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti
Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 tahun 2006 tentang perubahan kedua atas
UU Nomor 12/2003 tentang Pemilu anggota DPR, DPD, dan DPRD.
Menurut Yusril, di Jakarta, Selasa, perppu tersebut berisi dua pasal
yang antara lain menyatakan bahwa anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU)
yang diangkat berdasarkan UU Nomor 4/2000 dapat tetap melaksanakan
tugasnya sampai dengan terbentuknya penyelenggara pemilu berdasarkan UU
Pemilu yang baru.
UU tentang KPU nomor 4/2000 mengatur tentang Perubahan UU Nomor 3/1999
telah disesuaikan dengan UU Nomor 12/2003 yang isinya mengatur tentang
perpanjangan masa tugas anggota KPU.
"Untuk mencegah kevakuman, pimpinan atau organisasi KPU, maka dipandang
perlu untuk mengeluarkan perppu yang memperpanjang masa kerja anggota
KPU sampai dengan terbentuknya KPU yang baru," katanya.
DPR saat ini sedang mempersiapkan RUU tentang Penyelenggaraan Pemilu
yang baru yang mungkin struktur organisasinya maupun keanggotaan KPU,
akan berbeda dengan KPU yang sekarang, kata Yusril.
Mengenai anggota KPU yang divonis pidana atau mereka yang sedang dalam
proses peradilan, menurut Yusril, sudah otomatif diberhentikan
sementara. Dengan demikian perppu ini hanya berlaku bagi anggota KPU
yang aktif, seperti Wakil Ketua KPU, Ramlan Surbakti dan anggota KPU,
Chusnul Mariah.
Menurut dia, tugas KPU saat ini memang tidak terlalu banyak, seperti
pada saat penyelenggaraan pemilu, karena hanya mengurus proses
pergantian antar-waktu anggota DPR dan DPRD. (*) |
Posted at 03:03 pm by basuki1
Permalink
Jan 28, 2006
Tentang Pendidikan di ITB
Tulisan ini saya ambil dari tulisan 'budhe' Ida , AS-75 di milis itb75@itb.ac.id
menarik untuk disimak , sekaligus juga menjadi bahan pemikiran.
Date: Fri, 27 Jan 2006 12:42:26 +0700
From: Ida Sitompul <udur -1@telkom.net>
Reply-To: itb75@itb.ac.id
To: itb75@itb.ac.id
Subject: [Itb75] cuma untuk cara berpikirnya
Suatu hari saya ngobrol dengan beberapa orang termasuk seorang lulusan itb
yang baru saja memberi presentasi tentang sesuatu yang menjadi salah satu
sumber hidupnya, bukan bidang yang dia pelajari di ITB. Waktu itu kami sedang
mengunjungi beberapa lulusan ITB yang punya hajatan dalam pekerjaannya yang
juga melenceng dari apa yang pernah mereka pelajari di ITB. Alumni itb ini
cerita tentang seorang bapak yang anaknya ngotot masuk jurusan tertentu di ITB
dan dengan nada sedikit melecehkan, dia berkomentar bahwa masuk itb sih tidak
penting jurusannya apa, masuk apa saja, masuk biologi misalnya, yang lebih
mudah, tidak usah ngotot masuk Informatika yang persaingannya ketat itu. Karena
orang masuk itb itu untuk mendapatkan jalan berpikirnya saja kok, jurusannya
apa sih tidak penting, apa sajalah. Buktinya dia dan para tuan rumah tidak
bekerja di bidang yang sesuai dengan jurusannya dulu. Malah jauh melenceng.
Begitu katanya, sebelum dia pamit meninggalkan tempat. Itu diucapkan
dengan nada bangga. Saya pikir bukan hanya dia satu-satunya lulusan ITB
yang
pernah berkata seperti itu. Ucapan itu nyaris menjadi sesuatu yang tampaknya
dianut oleh banyak orang itb.
Seorang lulusan Unhas melirik ke saya, dia bilang itulah yang salah dengan
itb. ITB sebetulnya tidak mendidik mahasiswanya menjadi ahli di bidangnya. Saya
punya bebrapa bawahan orang itb...., katanya. Saya tidak keburu mendengar dan
memwawancara mengapa dia berpendapat begitu karena taxi saya keburu datang.
Yang jelas, orang yang pernah membawahkan dan pernah bekerja sama dengan
lulusan ITB itu tampaknya tidak punya kesan yang sangat positif terhadap
lulusan ITB. Saya kadang berpikir apakah ucapan semacam: "ah masuk itb itu kan
untuk mendapatkan pola berpikirnya saja" adalah semacam apologi? Atau itu
benar-benar adalah tujuan sebagian orang masuk ITB ?
Menarik mungkin untuk membicarakan mengapa orang masuk itb. Seperti salah
satu email disini yang cerita tentang seorang kenalan kita yang masuk itb,
tidak tahu jurusan apa, pokoknya mau masuk jurusan insinyur. Lalu, seorang
teman saya bercerita bahwa waktu masih sekolah dia rajin sekali belajar.
Cita-cita akhirnya adalah masuk itb. Dia sangat penuh motivasi karena cita-cita
itu. Setelah dia masuk itb dan selesai, dia tidak lagi menggebu-gebu atau punya
cita-cita yang ambisius lainnya, cari kerja pun tidak ambisius dsb. Seakan-akan
cita-citanya sudah terpenuhi dan tidak ada lagi yang worth it untuk jadi
cita-cita. Terus lagi, Vicky (sorri aja Vick, nama ente aku bawa-bawa he he he)
bilang bahwa dia memaksakan diri agar bisa selesai. Memaksakan diri? Memangnya
siapa dulu yang memilih Fisika? (gak usah dijawab Vic, cuma retorik he he he,
cuma mau kasih ilustrasi, jangan marah ya). Dan waktu saya cari info tentang
berbagai bidang pekerjaan dan jurusan, tak kurang yang seakan
menganjurkan untuk tidak terlalu memikirkan jurusan yang akan dipilih,
persis
seperti lulusan itb yang saya ceritakan di awal, karena .."saya juga kerjanya
gak di bidang jurusan saya dulu kok. Orang ITB itu bisa bekerja dimana saja
tidak tergantung jurusannya." Rasanya dasarnya sama dengan yang diucapkan
lulusan ITB di awal cerita saya ini: "Masuk itb itu cuma untuk mengambil pola
berpikirnya saja."
Anak-anak yang masuk itb bagaimana pun juga dapat dikatakan cream of the
crop. Malah mungkin cream of the cream of the crop dari anak-anak Indonesia.
Sebagian besar dari mereka mestinya anak-anak yang mempunyai potensi yang
sangat besar, jauh dari rata-rata. Anak-anak semacam ini umumnya mempunyai
kemampuan analitik dan logika yang sangat baik. Jadi ungkapan bahwa "yang
diambil di itb adalah pola berpikirnya" kali ini membuat saya bertanya: apakah
itu benar? Apakah benar di itb mereka diajar pola berpikir atau sebetulnya
mereka tidak banyak diajar, sebaliknya lebih banyak mendidik dan mengajar diri
sendiri, yang menjadi ciri dari kebanyakan anak-anak sangat cerdas? Apakah jika
mereka tidak melalui ITB mereka tidak akan punya pola pikir yang dikatakan
didapat di itb itu.? Atau mereka akan tetap akan punya pola pikir yang mereka
banggakan itu karena itu sebetulnya adalah bakat inheren yang dibawa sejak
lahir? Dengan kata lain, dimana pun mereka berada, seandainya mereka ti
dak melewati ITBpun mereka akan menjadi orang yang punya pola pikir yang sama,
analitis dan logis, dan lainnya.
Patutkah orang khawatir bahwa tata nilai demikian itu mungkin tidak baik
untuk kita. Mungkinkah itu salah satu sebab itb bukanlah perguruan yang sangat
produktif; karya dan publikasinya kurang memadai? Yah karena yang masuk
sebenarnya bukan benar-benar berminat terhadap ilmunya, tapi untuk berbagai
alasan lainnya yang tidak ada hubungannya dengan ilmu itu.
Saya yakin salah masuk kek, salah jurusan kek, asal masuk kek, asal kuliah
pun, bukan berarti tidak ada gunanya. Masuk perguruan tinggi, apalagi masuk itb
banyak manfaatnya. Disini berkumpul orang-orang yang suatu kali akan menduduki
jabatan-jabatan tinggi, negeri maupun swasta, banyak orang-orang hebat pernah
lewat di itb. Itu adalah potensi network yang luar biasa. Itu saja sudah
manfaat yang luar biasa. Lho saya saja paling tidak bisa bilang: Wah itu Pak
Satrio itu teman saya lho. Padahal saya cuma tahu-tahu saja dengan Satrio,
dengan interaksi yang minim. Atau saya bisa bilang, wah dulu Pak Rizal Ramli
itu teman saya ngobrol-ngobrol. Lha gaya, rek. Hmm, bisa mengatrol imej 'kali.
Apakah benar bahwa tidak penting jurusan apa yang kita ambil? Atau
sebetulnya ada nilai yang lebih baik dari itu? Apakah nilai itu sebetulnya kita
anut sebagai apologi karena kita tidak mampu tahu apa yang ingin kita lakukan
waktu kita masuk, atau apologi karena ternyata apa yang kita masuki sebetulnya
bukan yang paling cocok untuk kita?
Apa barangkali kita bisa mengatakan bahwa kebanyakan orang masuk itb tanpa
tahu sebetulnya apa yang dia ambil? Ya, ya, buntutnya baik-baik saja kok. Tapi
pertanyaannya: Can we do better?
Kalau benar bahwa banyak orang masuk itb seperti membeli kucing dalam
karung, (mungkin juga begitu dengan banyak anak Indonesia lainnya di PT lain),
cuma ikut trend, atau opini umum tentang apa yang paling menjanjikan untuk masa
depan, atau sekedar kuliah, atau asal masuk itb, atau oh kayaknya jurusan ini
enak deh, apakah itu bagus? Mengapa itu terjadi? Apakah itu perlu diubah?
Apakah tidak lebih baik orang tahu apa yang dia pilih? Seberapa besar
persentase anak itb yang paham apa yang dia pilih? Seberapa besar kesempatan
anak-anak Indonesia mengenal berbagai pilihan itu atau berkesempatan mencoba
sesuatu? Padahal di Indonesia, sekali kita menetapkan pilihan kita waktu masuk
di PT, tidak seperti di beberapa negeri luar, sukar mengganti haluan karena
berbagai alasan.
Apakah sistem pendidikan dasar kita sampai menengah terlalu kaku sehingga
anak tidak lagi berkesempatan melakukan eksplorasi untuk mengenal dirinya dan
berbagai hal tanpa kececeran? Juniornya Akmasy beruntung bahwa dikenalkan
komputer, eh langsung gemar, merasa cocok, main-main disitu dan akhirnya
melanjutkan ke jurusan itu. Berapa banyak anak mendapat kesempatan demikian,
atau perjalanannya demikian? Seandainya, seandainya saja, junior Akmasy
diperkenalkan pada komputer, dia suka, tapi terbatas pada suka seperti sukanya
pada banyak hal lain, tanpa keistimewaan tertentu, apakah cerita akan lain?
Berapa banyak anak yang mungkin seperti Feynmann, dari kecil kerjanya sudah
main elektronik-elektronikan, merakit sistem suara di seantero rumahnya,
main-main dengan rangkaian lampu, berbuntut kegemarannya pada fisika dan
keakrabannya terhadap kegiatan utak-atik yang juga bermanfaat. Atau seperti
Andrew Wiles yang suka puzzles, suka matematika sejak kecil, begitu ketemu buku
puzzle tentang Theorema Terakhir Fermat di usianya yang 10 tahun, langsung
terobsesi untuk memecahkannya dan tiga dekade kemudian dia menemukan solusi
untuk teorema itu, menyebabkan gegap gempita dunia matematika di tahun 1993.
Pencapaian yang super luar biasa.
Kita bisa bilang bahwa mereka adalah otak-otak super, jadi kasusnya
berbeda. Tapi saya kok yakin bahwa di ITB tidak kurang orang yang punya potensi
seperti mereka. Tapi kita jarang menemukan prestasi seperti itu. Seorang teman
saya yang dulu sedang ambil PhD di Child Development menyatakan bahwa pada IQ
140an ke atas, "They are all the same, Ida." "They have the ability to
understand equally difficult things and make equal achievement. What make the
difference are other things." Sebuah penelitian tentang Grandmaster Catur dan
dan para Masternya menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara IQ
para GrandMaster dan IQ para Master itu, sama saja. Tapi yang satu mencapai
gelar Grandmaster yang satu lagi Master saja. Ada hal lain.
Jadi apa hal lain itu yang membuat tidak ada orang Indonesia, atau lulusan
ITB yang menghasilkan Nobel spt Feynmann, atau membuat kehebohan besar seperti
Andrew Wiles?
Mungkinkah tata nilai yang kita anut soal perguruan tinggi itu menjadi
sebab? Kita tidak terlalu peduli apa yang kita pelajari, itu bukan tujuan kita.
Atau kita tidak punya kesempatan mengenali apa saja yang ada di dunia sana,
entah karena sistem kita, entah karena apa, sehingga ada mismatch antara
pribadi kita dengan apa yang kita pilih sehingga hasilnya tidak maksimal?
Mungkinkah nilai yang kita anut itu bukan sepenuhnya tata nilai yang
betul-betul kita percaya, tapi sekadar apologi? Apakah ada hal-hal yang bisa
kita perbaiki, mungkin untuk generasi anak-anak kita? Atau kita merasa
nilai-nilai dan cara-cara yang kita anut selama ini sudah benar, tidak masalah,
memadai? Kita sudah puas? Tidak ada yang perlu diperbaiki lagi dari jalan yang
kita pernah tempuh itu? Toh kita berhasil juga dalam hidup, begitu juga nanti
anak-anak, dengan cara dan nilai yang sama? Atau mungkin kita perlu mengaji
ulang kriteria berhasil?
Pagi-pagi dingin begini (sudah dua hari Bandung dingin
sekali......brrrrrr), mengapa lagi aku banyak tanya-tanya....
Salam,
ida
Posted at 08:59 pm by basuki1
Permalink
Jan 24, 2006
Akhirnya datang juga koperku , wah lumayan juga koper ini bisa kembali
lagi, walaupun aku tahu bahwa koper ini pasti kembali , cuma aku tidak
tahu kapan seharusnya koper ini kembali :-)...
Ini semua dimulai karena keterlambatan jadwal yang seharusnya berangkat
jam 20.15 minggu tanggal 22 Januari 2006 , tapi terlambat hampir 1 jam
kemudian bisa take off.
Ini disebabkan menunggu jadwal kedatangan SQ dari Singapore yang
terlambat datang juga, aku sudah krasa jangan jangan ditinggal oleh SQ
tapi aku pikir apa iya SQ sampai men delay kalau penerbangan tertunda ?
Sampai di Singapore , sekitar jam 23.30 waktu Singapore , aku
pikir aku bisa ditunggu oleh penerbangan ke Tokyo tersebut. Ternyata
benar , kita ditinggal dan langsung aku ke transfer desk ( karena aku
khan harus datang di Tokyo pagi hari , karena jadwal pertemuan TEIN2
meeting di pertemuan APAN harus diikuti , ini soal laporan status
report Indonesia (ITB), jadi harus sampai pagi hari di Tokyo ). Dan
disana sudah ada dua orang yang kebetulan juga akan ke Tokyo , salah
satunya anggota DPR , pak Burhanuddin Napitupulu dan salah seorang
temannya.
Mereka sudah ada disitu dan mereka ngotot juga untuk pergi malam ini,
karena besok pagi mereka akan ada agenda pertemuan dengan pemerintah
Jepang bersama Wakil Presiden , Jusuf Kalla. Pada awalnya , pihak
Singapore Airlines (SQ) mendelay dan memberitahu bahwa jadwal kita
adalah esok pagi jam 9.45 waktu SG.
Tentu saja , mereka berdua (dan aku juga) tidak bisa terima akan hal
itu. Akhirnya dipanggillah manajer on duty nya , kalau tidak salah
namanya Tony.
Kita ngotot agar bisa berangkat malam ini juga, dan teman pak
Burhanuddin ngotot juga ke mereka agar kita bisa terbang malam ini atau
flight terpagi yang ada. Pada awalnya mereka mencarikan flight lain dan
didapatlah united airlines yang berangkat pagi hari, tapi setelah coba
di kontak ke desk mereka , rupanya mereka sudah tutup dan tidak ada
yang jaga selama 24 jam.
Kita meminta mereka untuk mencari alternatif route lain , dan akhirnya
ketemu dengan menggunakan SQ juga tapi ke OSAKA dan dari OSAKA
dilanjutkan dengan penerbangan domestik menggunakan ANA (Air Nippon
Airways).
Akhirnya kita pilih jalur itu, dan kita meminta untuk dipastikan bahwa
bagasi kita ikut terangkat sampai ke Hanneda International Airport ,
Tokyo. Mereka bilang tidak ada masalah dan mereka pastikan bahwa bagasi
akan sampai juga dengan manusianya. Walaupun begitu , pak Burhanuddin
juga menekankan agar hal itu benar benar dapat dipastikan.
Akhirnya kita take off jam 01.10 AM, 23 januari 2006. Perjalanan
ditempuh sekitar 7 jam dan sampai disana sekitar jam 8 pagi, kita
keluar dan masuk ke imigrasi. Setelah selesai , akhirnya kita menunggu
bagasi kita.
Satu persatu bagasi yang muncul kita perhatikan , dan sampai semua
orang mengambil bagasinya , kita tidak menemukan kopor kopor kita :-(
....
Mulailah bapak berdua itu ngomel ngomel , segera aku dan mereka report lost and find luggage.
Setelah selesai lapor , kita bergegas ke penerbangan domestik dan
segera check in karena sudah hampir jam 10 (penerbangan kita jam 9.55)
, kita check in jam 9.40,
dan take off pukul 10.10 menuju Hanneda International Airport ..
Sesampai di Hanneda , aku langsung bergegas menuju monorail utk segera
ke hotel dan berharap masih dapat mengikuti beberapa session TEIN2.
Akhirnya aku sampai di hotel setelah keliling keliling , disana rupanya
sudah ada si Edo (PutroJudo) yang sedang sekolah lagi di KEIO
Univ dan akhirnya aku ajak dia ke tempat TEIN2 meeting , tentu
saja tanpa mandi dan masih menggunakan kaos , Untung saja ini pertemuan
tidak terlalu formal , jadi ya pakai kaos +jaket tidak terlalu
kentara...
Setelah selesai pertemuan TEIN2 , aku kembali ke hotel , dan pihak
airport menelpon dan menyatakan koper sudah ketemu , baru keesokan
harinya dikirim ...
Hari kedua aku di Tokyo , dan pada saat sore hari , aku kembali ke
hotel ,koper sudah ada ,,,,ya syukurlah walaupun koper sempat dibuka
buka ...untung tidak ada isinya kecuali titipan dari emak EDO juga ikut
dibuka :-)
Posted at 10:35 pm by basuki1
Permalink
Jan 19, 2006
PERENCANAAN atau planning
adalah proses pengambilan keputusan yang menyangkut apa yang akan
dilakukan di masa mendatang, kapan, bagaimana dan siapa yang akan
melakukannya. Unsur
pengambilan keputusan merupakan unsur penting dalam perencanaan, yaitu
proses mengembangkan dan memilih langkah langkah yang akan diambil
untuk menghadapi msalah masalah dalam organisasi atau perusahaan.
Pimpinan harus mengambil keputusan tentang ramalan ramalan suatuasi
yang akan terjadi di masa datang. Misal keadaan ekonomi, langkah
langkah apa yang akan dilakukan oleh pesaing dan sebagainya. Mereka
harus memutuskan sasaran yang akan dicapai, menganalisis sumber daya
yang dimiliki organisasi, bagaimana mengaplikasikannya dalam rangka mencapai sasaran tersebut. Dalam hal ini diperlukan sikap fleksibilitas di dalam menghadapi perubahan. Langkah langkah dalam Perencanaan Secara
garis besar terdapat empat langkah dasar perencanaan yang dapat dipakai
untuk semua kegiatan perencanaan pada semua jenjang organisasi. Langkah
tersebut adalah : - Menetapkan sasaran
Kegiatan
perencanaan dimulai dengan memutuskan apa yang ingin dicapai
organisasi. Tanpa sasaran yang jelas, sumber daya yang dimiliki
organisasi akan menyebar terlalu luas. Dengan menetapkan prioritas dan
merinci sasaran secara jelas, organisasi dapat mengarahkan sumber agar
lebih efektif. - Merumuskan posisi organisasi pada saat ini
Jika
sasaran telah ditetapkan , pimpinan harus mengetahui dimana saat ini
organisasi berada dan untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan
tersebut , sumber daya apa yang dimiliki pada saat ini. Rencana baru
dapat disusun jika organisasi telah mengetahui posisinya pada saat ini.
Untuk ini di dalam organisasi harus terdapat suasana keterbukaan agar
informasi mengalir dengan lancar terutama data keuangan dan statistik. - Mengidentifikasi faktor faktor pendukung dan penghambat menuju sasaran
Selanjutnya perlu diketahui
faktor faktor, baik internal maupun eksternal , yang diperkirakan dapat
membantu dan menghambat organisasi mencapai sasaran yang terlah
ditetapkan. Diakui jauh lebih mudah mengetahui apa yang akan terjadi
pada saat ini , dibandingkan dengan meramalkan persoalan atau peluang
yang akan terjadi di masa datang. Betapun sulitnya melihat ke depan
adalah unsur utama yang paling sulit dalam perencanaan - Menyusun langkah langkah untuk mencapai sasaran
Langkah
terakhir dalam kegiatan perencanaan adalah mengembangkan berbagai
kemungkinan alternatif atau langkah yang diambil untuk mencapai sasaran
yang telah ditetapkan ,m engevaluasi alternatif alternatif ini, dan
memilih mana yang dianggap paling baik , cocok dan memuaskan. Jenis Perencanaan Dalam
setiap organisasi rencana disusun secara hierarki sejalan dengan
struktur organisasinya.Pada setiap jenjang, rencana mempunyai fungsi
ganda: sebagai sasaran yang harus dicapai oleh jenjang dibawahnya dan
merupakan langkah yang harus dilakukan untuk mencapai sasaran yang
ditetapkan oleh jenjang diatasnya. Ada
dua jenis rencana , yaitu : (1) rencana strategik,yang disusun untuk
mencapai tujuan umum organisasi, yaitu melaksanakan misi organisasi,
(2) rencana operasional , yang merupakan rincian tentang bagaimana
rencana strategik dilaksanakan. Rencana Operasional Rencana
Operasional terdiri atas bentuk , yaitu : (1) rencana sekali pakai
(single use plan) yakni rencana yang disusun untuk mencapai tujuan
tertentu dan dibubarkan segera setelah tujuan ini tercapai; (2) rencana
permanen (standing plans) , yakni pendekatan pendekatan yang sudah di
standarisasi untuk menghadapi situasi berulang dan dapat diramalkan
sebelumnya. Rencana Sekali pakai. PERENCANAAN STRATEGIK.
Sering juga disebut Perencanaan Jangkah Panjang (longe range planning)
adalah proses pengambilan keputusan yang menyangkut tujuan jangka
panjang organisasi, kebijakan yang harus diperhatikan , serta strategi
yang harus dijalankan untuk mencapai tujuan tersebut. Untuk
melaksanakan strategi tersebut harus pula disusun program kerja yang
terinci , mencakup kegiatan yang harus dilakukan , kapan harus dimulai
, kapan harus selesai , dan siapa yang harus bertanggung jawab, serta
sumber daya manusia yang diperlukan. Singkatnya perencanaan strategik
adalah proses perencanaan jangka panjang yang sudah diformalkan , yang
digunakan untuk merumuskan tujuan organisasi serta cara menghadapinya. Konsep Strategi. Ada beberapa konsep strategi , pertama,
strategi adalah program umum untuk mencapai sasaran organisasi dan
melaksanakan misinya. Kedua, strategi adalah pedoman umum organisasi
untuk menghadapi perubahan lingkungan sepanjang waktu. Karakteristik Perencanaan Strategik. Ada lima ciri pokok perencanaan strategik , yaitu : - Perencanaan
strategik memberikan jawaban atas pertanyaan pertanyaan,
seperti,"apakah jenis usaha yang kita masuki dan seharusnya kita masuki
?"
- Perencanaan strategik merupakan
kerangka dasar yang dapat dipakai sebagai pedoman untuk penyusunan
rencana yang lebih rinci dan pengambilan keputusan harian. Jika seorang
manajer harus mengambil keputusan semacam itu, ia dapat mengajukan
pertanyaan " dari alternatif yang ada , manakah yang paling konsisten
dengan strategi kita ?"
- Perencanaan strategik memiliki kurun waktu yang lebih panjang daripada jenis perencanaan lain
- Perencanaan strategik membantu organisasi untuk mengarahkan sumber dayanya pada kegiatan yang mempunyai prioritas tinggi
- Perencanaan
strategik merupakan kegiatan tingkat atas, artinya ,pucuk pimpinan
harus terlibat secara aktif. Karena hanya pucuk pimpinan yang memiliki
pandangan yang dibutuhkan untuk
mempertimbangkan semua aspek organisasi dan karena commitment dari
pucuk pimpinan sangat diperlukan untuk menumbuhkan dan mendukung
commitment dari bawah.
Posted at 09:31 pm by basuki1
Permalink
Jan 16, 2006
Mind Maps adalah salah satu cara utk memetakan apa apa yang ada
di otak kita.Tools ini sangat membantu kita untuk bisa mengenali
problem problem yang kita hadapi sehari hari. Dari WIKIPEDIA, http://en.wikipedia.org/wiki/Mind_map "A mind map or mind-map is a pictorial representation of how a central concept is linked to other concepts and issues. It is similar to a semantic network or cognitive map
but there are no formal restrictions on the kinds of links used. Most
often the map involves color or monochrome images, words, and lines.
The elements are arranged intuitively according to the importance of
the concepts and they are organized into groupings, branches, or area." Ada beberapa software yang dapat digunakan , antara lain MindMap yang diproduksi oleh Mindjet --> http://www.mindjet.com/ sedangkan versi opensource nya ada juga , yaitu dapat di download di http://freemind.sourceforge.net/wiki/index.php/Main_Page "FreeMind is a premier free mind-mapping (http://en.wikipedia.org/wiki/Mind_map)
software written in Java. The recent development has hopefully turned
it into high productivity tool. We are proud that the operation and
navigation of FreeMind is faster than that of MindManager because of
one-click "fold / unfold" and "follow link" operations." Yang menarik , perangkat ini bisa di convert ke MSOFFICE atau OPENOFFICE (freemind).
Posted at 08:50 pm by basuki1
Permalink
Jan 14, 2006
Tulisan ini saya ambil dari buku seri pedoman Manajemen , oleh Penerbit
Gramedia. Tulisan ini adalah salah satu contoh cara pengembangan
organisasi atau Organization Development (OD). Ada beberapa faktor yang
bisa diambil pelajaran, dan bisa kita mulai diterapkan di organisasi
masing masing, apapun bentuk organisasinya.
Pengembangan Organisasi
Lebih dikenal dengan organization development (OD)
.Pengertian pokok OD adalah perubahan yang terencana (planned change).
Perubahan , dalam bentuk pembaruan organisasi dan modernisasi, terus menerus
terjadi dan mempunya pengaruh yang sangat dominan dalam masyarakat kini.
Organisasi beserta warganya, yang membentuk masyakat modern , mau tidak mau
harus beradaptasi terhadap arus perubahan ini. Perubahan perubahan yang terjadi
pada dasarnya dapat dikelompokkan dalam empat katagori , yaitu perkembangan
teknologi, perkembangan produk, ledakan ilmu pengetahuan dan jasa yang
mengakibatkan makin singkatnya daur hidup produk, serta perubahan sosial yang
mempengaruhi perilaku, gaya hidup, nila nila dan harapan tiap orang.
Untuk dapat bertahan , organisasi harus mampu mengarahkan
warganya agar dapat beradaptasi dengan baik dan bahkan agar mampu memanfaatkan
dampak positif dari berbagai pembaruan tersebut dengan pengembangan diri dan
pengembangan organisasi. Proses mengarahkan warga organisasi dalam
mengembangkan diri menghadapi perubahan inilah yang dikenal luas sebagai proses
organization development (OD).
Karena menyangkut perubahan sikap, persepsi,perilaku dan
harapan semua anggota organisasi, OD di definisikan sebagai upaya pimpinan yang
terencana dalam meningkatkan efektivitas organisasi, dengan menggunakan cara
intervensi (oleh pihak ketiga) yang didasarkan pada pendekatan perilaku
manusia. Dengan kata lain penerapan OD dalam organisasi dilakukan dengan
bantuan konsultan ahli, sistemis ,harus didukung oleh pimpinan serta luas
aplikasinya.
Teori dan praktik OD didasarkan pada beberapa asumsi penting
yakni :
- Manusia
sebagai individu, Dua asumsi penting yang mendasari OD adalah bahwa
manusia memiliki hasrat berkembang dan kebanyakan orang tidak hanya
berpotensi , dan berkeinginan untuk berkontribusi sebanyak mungkin pada
organisasi. OD bertujuan untuk menghilangkan faktor faktor dalam
organisasi yang menghambat perkembangan dan menghalangi orang untuk
berkontribusi demi tercapainya sasaran organisasi.
- Manusia
sebagai anggota dan pemimpin kelompok. Organisasi yang menerapkan OD
harus berasumsi bahwa setiap orang dapat diterima dan diakui perannya oleh
kelompok kerjanya. Dalam organisasi perlu ditumbuhkan keterbukaan agar
para anggotanya dapat dengan leluasa mengungkapkan perasaannya dan
pikirannya. Dalam keterbukaan , orang akan mendapatkan kepuasaan kerja
yang lebih tinggi, sehingga dengan demikian performansi kelompok akan
lebih efektif.
- Manusi
sebagai wadah organisasi. Hubungan antar kelompok kelompok dalam
organisasi menentukan efektivitas masing masing kelompok tersebut. Misalnya bila komunikasi
antar-kelompok hanya terjadi pada tingkat manajernya , koordinasi dan
kerjasama akan kurang efektif daripada bila segenap anggota kelompok
terlibat dalam interaksi.
Sasaran OD
Atas dasar asumsi asumsi diatas, proses pengembangan
organisasi diterapkan dengan sasaran :
- Hubungan
yang lebih efektif antara departemen , divisi dan kelompok kelompok kerja
dalam organisasi
- hubungan
pribadi yang lebih efektif antara manajer dan karyawan pada semaua jenjang
organisasi
- terhapusnya
hambatan hambatan komunikasi antara pribadi dan kelompok
- berkembangnya
iklim yang ditandai dengan saling percaya, dan keterbukaan yang dapat
memotivasi serta menantang anggota organisasi untuk lebih berprestasi
Tahap tahap Penerapan OD
Dalam menerapkan OD , organisasi memerlukan konsultan yang
ahli dalam bidang perilaku dan pengembangan organisasi. Konsultan tersebut
bersifat sebagai agen pembaruan (agent of change), dan fungsi utamanya adalah
membantu warga organisasi menghadapi perubahan, melalui teknik teknik OD yang
sesuai dengan kebutuhan organisasi tersebut. Proses penerapan OD dilakukan
dalam empat tahap :
- Tahap
pengamatan sistem manajemen atau tahap pengumpulan data. Dalam tahap
ini konsultan mengamati sistem dan prosedur yang berlaku di organisasi
termasuk elemen elemen di dalamnya seperti struktur, manusianya,
peralatan, bahan bahan yang digunakan dan bahkan situasi keuangannya. Data
utama yang diperlukan adalah :
- Fungsi
utama tiap unit organisasi
- Peran
masing masing unit dalam mencapai tujuan dan sasaran organisasi
- Proses
pengambilan keputusan serta pelaksanaan tindakan dalam masing masing unit
- Kekuatan
dalam organisasi yang mempengaruhi perilaku antar kelompok dan antar
individu dalam organisasi
- Tahap
diagnosis dan umpan balik. Dalam tahap ini kualitas pengorganisasian
serta kegiatan operasional masing masing elemen dalam organisasi
dianalisis dan dievaluasi . Ada beberapa kriteria yang umum digunakan
dalam mengevaluasi kualitas elemen elemen tersebut, diantaranya :
- Kemampuan
beradaptasi, yaitu kemampuan mengarahkan kegiatan dan tenaga dalam
memecahkan masalah yang dihadapi
- Tanggung
jawab : kesesuaian antara tujuan individu dan tujuan organisasi
- Identitas
: kejelasan misi dan peran masing masing unit
- Komunikasi
; kelancaran arus data dan informasi antar-unit dalam organisasi
- Integrasi
; hubungan baik dan efektif antar-pribadi dan antar-kelompok, terutama
dalam mengatasi konflik dan krisis
- Pertumbuhan
; iklim yang sehat dan positif, yang mengutamakan eksperimen dan
pembaruan , serta yang selalu menganggap pengembangan sebagai sasaran
utama
- Tahap
pembaruan dalam organisasi. Dalam tahap ini dirancang pengembangan
organisasi dan dirumuskan strategi memperkenalkan perubahan atau
pembaruan. Strategi ini bertujuan meningkatkan efektivitas organisasi
dengan cara mengoreksi kekurangan serta kelemahan yang dijumpai dalam
proses diagnostik dan umpan balik. Mengingat bahwa setiap perubahan yang
diperkenalkan akan mempengaruhi seluruh sistem dalam organisasi, bahkan
mungkin akan mengubah sistem distribusi wewenang dan struktur organisasi,
rancangan strategi pembaruan harus didiskusikan secara matang dan mendapat
dukungan penuh pimpinan puncak.
- tahap
implementasi pembaruan. Tahap akhir dalam penerapan OD adalah
pelaksanaan rencana pembaruan yang telah digariskan dan disetujui. Dalam
tahap ini konsultan bekerja secaa penuh dengan staf manajemen dan para
penyelia. Kegiatan implementasi perubahan meliputi :
- perubahan
struktur
- perubahan
proses dan prosedur
- penjabaran
kembali secara jelas tujuan sera sasaran organisasi
- penjelasan
tentang peranan dan mis masing masing unut dan anggota dalam organisasi
Teknik teknik OD
Ada berbagai teknik yang dirancang para ahli, dengan tujuan
meningkatkan kemampuan berkomunikasi serta bekerja secara efektif,
antar-individu maupun antar-kelompok dalam organisasi. Beberapa teknik yang
sering digunakan berikut ini.
- Sensitivity
training, merupakan teknik OD yang pertama diperkenalkan dan ayang
dahulu paling sering digunakan. Teknik ini sering disebut juga T-group.
Dalam kelompok kelomok T (singkatan training) yang masing masing terdiri
atas 6 10 peserta, pemimpin kelompok (terlatih) membimbing peserta
meningkatkan kepekaan (sensitivity) terhadap orang lain, serta ketrampilan
dalam hubunga antar-pribadi.
- Team
Building, adalah pendekatan yang bertujuan memperdalam efektivitas
serta kepuasaan tiap individu dalam kelompok kerjanya atau tim. Teknik team
building sangat membantu meningkatkan kerjasama dalam tim yang menangani
proyek dan organisasinya bersifat matriks.
- Survey
feedback. Dalam teknik sruvey feedback. Tiap peserta diminta menjawab
kuesioner yang dimaksud untuk mengukur persepsi serta sikap mereka
(misalnya persepsi tentang kepuasan kerja dan gaya kepemimpinan mereka).
Hasil surveini diumpan balikkan pada setiap peserta, termasuk pada para
penyelia dan manajer yang terlibat. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan
dengan kuliah atau lokakarya yang mengevaluasi hasil keseluruhan dan
mengusulkan perbaikan perbaikan konstruktif.
- Transcational
Analysis (TA). TA berkonsentrasi pada gaya komunikasi antar-individu.
TA mengajarkan cara menyampaikan pesan yang jelas dan bertanggung jawab,
serta cara menjawab yang wajar dan menyenangkan. TA dimaksudkan untuk
mengurangi kebiasaan komunikasi yang buruk dan menyesatkan.
- Intergroup
activities. Fokus dalam teknik intergroup activities adalah
peningkatan hubungan baik antar-kelompok.Ketergantungan antar kelompok ,
yang membentuk kesatuan organisasi, menimbulkan banyak masalah dalam koordinasi.
Intergroup activities dirancang untuk meningkatkan kerjasama atau
memecahkan konflik yang mungkin timbul akibat saling ketergantungan
tersebut.
- Proses
Consultation. Dalam Process consultation, konsultan OD mengamati
komunikasi , pola pengambilan keputusan , gaya kepemimpinan, metode
kerjasama, dan pemecahan konflik dalam tiap unit organisasi. Konsultan
kemudian memberikan umpan balik pada semua pihak yang terlibat tentang
proses yang telah diamatinya , serta menganjurkan tindakan koreksi.
- Grip
OD. Pendekatan grip pada pengembangan organisasi di dasarkan pada
konsep managerial grip yang diperkenalkan oleh Robert Blake dan
Jane Mouton. Konsep ini mengevaluasi gaya kepemimpinan mereka yang kurang
efektif menjadi gaya kepemimpinan yang ideal, yang berorientasi maksimum
pada aspek manusia maupun aspek produksi.
- Third-party
peacemaking. Dalam menerapkan teknik ini, konsultan OD berperan
sebagai pihak ketiga yang memanfaatkan berbagai cara menengahi sengketa,
serta berbagai teknik negosiasi untuk memecahkan persoalan atau konflik
antar-individu dan kelompok.
Posted at 10:35 pm by basuki1
Permalink
Jan 2, 2006
Tiongkok : Api Dalam sekam Mengintai
Ada sedikit sharing informasi tentang Republik Rakyat China (RRC),
saya melihat apa apa yang disampaikan dibawah ini , ada benarnya
walaupun saya belum bisa melihat data secara detail karena keterbatasan
dll.. Mudah mudahan ini menjadi pelajaran berharga bagi bangsa Indonesia ------------------------ Date: Fri, 30 Dec 2005 13:36:06 +0100 (MET) From: Yayak Yatmaka <ismaya @gmx.net> Reply-To: jaring@bhaktiganesha.or.id To: jaring@bhaktiganesha.or.id Subject: [jaring] Fwd: [temu_eropa] Tiongkok-KAPITALIS? Ada yang kerjasama dengan RRC? YK TIONGKOK: Api Dalam Sekam Mengintai, Ketika Setiap Hari Terjadi 200 Demonstrasi Pao Yu Ching: pada April 2001, penduduk Ta-ching cemas. Ta-ching yang terletak di sebelah utara Tiongkok itu, menjadi saksi serangkaian demonstrasi yang digelar oleh 700.000 buruh. Separuh dari mereka dipecat begitu saja. Para buruh tersebut marah terhadap para pemilik pabrik, yang telah memecat buruh dalam jumlah besar, tanpa kompensasi dalam bentuk apa pun. Mereka juga marah terhadap pemerintah yang tidak menaruh perhatian terhadap keadaan mereka serta menampik seruan keadilan-sosial yang diajukan. Mungkin diakibatkan oleh keputus-asaan sehingga sejumlah buruh yang tidak puas dan mereka yang manaruh simpati menempuh tindakan radikal: memasang bom di sebuah kantor pemerintah setempat. Bom pun meledak dan sang walikota, wakilnya, sekretaris partai setempat dan sejumlah enam lainnya terbunuh, termasuk tiga buruh yang terlibat peristiwa tersebut. Sebagai jawaban atas tindakan tersebut, pemerintah mengirim 50.000 serdadu untuk mengepung pabrik-pabrik serta âmemulihkan ketenanganâ. Bak kejutan besar bagi para serdadu tersebut, justeru mereka yang akhirnya terkepung oleh para buruh serta penduduk setempat. Penduduk Ta-ching siap berlawan. Delapan bulan kemudian, tampak jalan buntu dapat diterobos. Pemerintah dan para pemilik pabrik terpaksa membayar upah pesangon yang lebih tinggi bagi buruh-buruh yang dipecat. Kegelisahan yang meruak âBesar kemungkinan anda pernah mendengar lewat media tentang peristiwa Ta-ching tersebut. Bukan kah begitu?â, tanya Pao Yu Ching di hadapan hadirin peserta ceramah pada 10 September 2005 yang lalu di Utrecht [Negeri Belanda]. Pao adalah pensiunan guru besar Marygrove College di Michigan, Amerika Serikat. Di samping itu, beliau juga seorang pakar ternama di bidang studi Tiongkok. Ceramah tersebut dikelola oleh ILPS (Liga Internasional Perjuangan Rakyat), dan para pesertanya mencakup berbagai bangsa, bahkan sejumlah dari mereka khusus datang dari Jerman, Belgia, Luksemburg dan Inggris. Saat ini, Prof. Pao tinggal di Taichung (Taiwan). Dia menyampaikan bahwa banyak peristiwa serupa tidak pernah sampai ke dunia luar, meski memiliki nilai berita yang tinggi. Dia mengamati bahwa dewasa ini sejumlah media di Tiongkok bagai tidak melihat kemungkinan lain daripada menurunkan laporan atas pemberontakan kaum tani serta berbagai demonstrasi dan pemogokan buruh, mengingat jumlah dan frekuensinya yang meningkat itu. âDi Tiongkok pada saat ini berlangsung rata-rata 70.000 hingga 80.000 kegiatan massa setiap tahunnyaâ, kata Pao. âIni berarti bahwa di segenap penjuru negeri, setiap hari terjadi tidak kurang dari 200 demonstrasi.â âBuruh dan tani tersebut memiliki daftar keluhan yang panjangâ, demikian Pao berpendapat. âPara buruh tidak puas dengan penghematan dan melimpahnya pengangguran, pembayaran upah yang ditangguhkan, tidak diberikannya dana keperluan rumah, pensiun yang diciutkan (atau ditiadakan sama sekali) serta sejumlah masalah ekonomi lain yang dihadapi mereka.â âDi daerah pedesaan, masalah terpenting bagi kaum tani adalah bahwa mereka terus-menerus harus berpindah-pindah akibat meruaknya perampasan tanah serta pengangguranâ, imbuh Pao. Keadaan buruh dan tani dewasa ini sangat buruk, demikian Pao menggugat, yang dalam tahun ini sempat singgah di Tiongkok dua kali. âBagi orang luar, Tiongkok merupakan sebuah negeri yang sedang menempuh jalan menjadi negeri maju. Namun, hal itu adalah jauh dari kebenaran, mengingat adanya ketidak-puasan di kalangan penduduk yang bekerja. Tiongkok dalam waktu dekat dapat menghadapi masalah besarâ, demikian tandas Pao. Meninggalkan Koperasi Pao mengurai melambungnya kemiskinan serta ketidak-puasan di kalangan penduduk Tiongkok sebagai akibat serangkaian langkah reformasi yang ditempuh oleh kelompok Deng, yang terjadi seketika mereka berhasil mengambil alih kekuasaan pada 1979. Pao menjelaskan: âKebijakan pertama yang diambil adalah menghapuskan koperasi. Dengan begitu kini bermunculan petani perorangan. Ini berlangsung, ketika Deng melalui harga pasar menaikkan 20 prosen hingga 50 prosen, bila petani menjual lebih banyak dari kuota yang ditetapkan.â âHingga 1984, yakni 5 tahun setelah pelaksanaan kebijakan tersebut, penghasilan kaum tani naik 15% setahunnyaâ, tambah Pao. âMaka, para petani pun gembira. Bahkan mereka mengelu-elu bak kebijakan yang baik, karena keadaan mereka kini menjadi lebih baik setelah pemasukan meninggi.â Hasil positip kebijakan tersebut tampak diatur berlangsung pendek dan tidak dapat dipertahankan. Pada tahun-tahun berikutnya, pemasukan pun merosot dari 5% hingga 1%. Dan dalam kurun 1997 hingga hari ini, ketika hasil pertanian secara keseluruhan tetap sama, harga pasar produk di sektor tersebut jatuh hingga 30%. Disebabkan oleh pajak pendapatan yang membumbung, banyak petani gulung tikar, dan terpaksa mencari napkah di kota. Menurut Pao, seketika terdapat 100 juta petani berada di kota-kota, karena di desa-desa pertanian tidak lagi tersedia pe­ker­jaan. Pao menyatakan kebijakan Deng tersebut sebagai sebuah perangkat yang âlicikâ. âLebih gampang menerapkan reformasi di sektor pertanian, ketimbang di industri.â Di sini, Pao menambahkan: âDengan membubarkan koperasi, Deng telah mematahkan sepenuhnya dasar ikatan antara buruh dan tani.â Juga, âJaminan pekerjaan tetapâ Deng mengayun lebih lanjut dengan apa yang dinamakan reformasi tata ekonomi pada 1985 dan reformasi buruh pada 1986. âReformasi tata ekonomi merupakan perubahan yang amat penting di sektor industriâ, imbuh Pao. Pada masa lampau, perusahaan negara tidak memiliki perhitungan untung-rugi. Bila terdapat keuntungan maka diberikan kepada negara; bila mengalami kerugian perusahaan memperoleh dana. Ini merupakan satu-satunya cara negara membuat perencanaan di bidang ekonomi. Ketika negara hendak mengembangkan industri berat, dana dalam jumlah lebih besar pun harus disalurkan, meski tidak mendatangkan keuntungan. Tidak terdapat perhitungan untung-rugi. Tidak ada alasan untuk melakukan hal itu.â Dengan memperkenalkan pemikiran untung-rugi, perusahaan yang memperoleh keuntungan pun menikmati berbagai kemudahan. Di sini, Pao menyatakan lebih jauh, bahwa para manajer yang gajinya telah melejit tinggi dan ditambah dengan berbagai bentuk keuntungan lainnya itu, juga memperoleh kekuasaan penuh untuk membeli atau mengkontrak perusahaan negara yang merugi. Alhasil: berjuta-juta buruh kehilangan âjaminan periukâ, atau pekerjaan tetap, yang hingga saat itu merupakan jaminan yang diberikan oleh negara sosialis itu. Di samping pengangguran akibat bangkrut, para buruh tersebut dapat saja dipecat oleh manajer mereka dengan alasan sepele. Para manajer tidak lagi menerima buruh dengan status tetap, namun atas dasar kontrak. Menurut Pao, hal itu membawa ke langkah reformasi buruh pada 1986. Pelaksanaan reformasi buruh tersebut tidak berjalan mulus, akibat munculnya tentangan keras oleh kaum buruh. Menghadapi kehilangan âjaminan periukâ mereka itu, buruh-buruh pada mulanya berhasil mencoba menghalau pemerintah yang hendak mengeterapkan langsung kebijakan termaksud. âMengikuti proses tersebutâ, demikian Pao melanjutkan uraiannya, âsebenarnya negara berhasil menghadapkan perlawanan buruh itu pada kesulitan, ketika harta milik negara dijual dengan harga banting kepada orang-orang terdekatâ. âTerdapat pula banyak contoh lain di mana para manajer yang mengambil alih bagian perusahaan negara yang menguntungkan, untuk kemudian memulai usaha baru sendiri. Dengan demikian, perusahaan negara dipaksa gulung tikar dan para buruh pun pada gilirannya dipecatâ, demikian Pao berpendapat. Menurut Pao, terhitung sejak pertengahan 1990-an terdapat sejumlah 10 juta buruh yang kehilangan pekerjaan akibat kebijakan reformasi buruh oleh Deng tersebut. Sebuah kehidupan yang nyaman âMereka yang dewasa ini berkunjung ke Tiongkok dan menyaksikan banyak gedung pencakar langit, seketika akan berpikir bahwa di mana-mana di Tiongkok terdapat kekayaanâ, kata Pao. âDi pasar swalayan, seseorang dapat menemukan segala-gala yang diperlukan dan orang pun dapat berkesimpulan bahwa orang-orang di Tiongkok benar-benar memperoleh kehidupan baik. Yaaa, tentu, beberapa orang telah menikmati hidup enakâŚsebuah kehidupan yang amat menyenangkan.â Setelah 4 Juni 1989 [pemberontakan Tien-a-men], pemerintah Tiongkok, menurut Pao, secara sadar mengambil keputusan untuk âmembeliâ kaum intelektual serta pejabat tinggi pemerintah, dengan jalan memberi mereka âkehidupan baikâ. âTetapiâ, imbuh Pao, âhal itu membuat jarak kaum kaya dengan kaum papa semakin menganga, sebuah keadaan yang di dalam laporan terakhir kantor berita resmi Tiongkok, Xinhua, diakui sebagai âsangat memprihatinkanâ.â âTerdapat seperlima bagian dari penduduk Tiongkok yang paling makmur, kini menguasai 50% seluruh pendapatan, sedangkan kaum yang paling melarat, yakni seperlima penduduk, hanya berpendapatan 4,7% sajaâ, demikian dilaporkan oleh Xinhua. âPerbedaan pendapatan yang telah melampaui batas kewajaran itu, menunjukkan arus yang akan terus meningkat. Bila hal demikian berlangsung untuk jangka waktu lama, maka keadaan akan membawa ke berbagai macam kegoncangan dalam masyarakat.â Pao: âNamun, kehidupan kaum super kaya luar biasa baik dan pendapatan mereka adalah sah.â âKenyataan sebenarnya yang tidak tampakâ, demikian lanjut Pao, âadalah pendapatan yang mereka peroleh lewat korupsi, khususnya di lingkungan pemerintah serta perusahaan negara yang masih tersisa.â âDi Tiongkok terdapat lelucon yang berbunyi bahwa bila anda menjejer seluruh pejabat pemerintah dan menempatkan mereka yang bernomor genap dalam sebuah baris untuk dibunuh, jumlah yang sama dari kalangan bersalah tersebut akan bebas keluarâ, demikian disampaikan oleh Pao dengan nada kelakar. âKebalikkannya, kaum buruh dengan penghasilan rata-rata setiap bulannya berjumlah 600 yuan renminbi ($74.00), yang terkadang dapat mencapai 1.000 yuan. Dengan itu, mereka tidak memperoleh dana keperluan rumah serta biaya perawatan kesehatanâ, demikian Pao berpendapat. Selain hidup di bawah keadaan ekonomi yang demikian berat, para buruh dan petani juga berhadapan dengan kekerasan oleh polisi, yang menurut Pao sepuluh kali lipat lebih buruk dibanding Taiwan, di mana dia saat ini hidup. âSaya teringat akan kisah yang disampaikan kepada saya tentang dua gadis Tionghoa yang sedang dalam perjalanan pulang. Seorang di antara mereka tidak membawa surat sepeda yang digunakan. Polisi kemudian memutuskan untuk menahannya. Ketika seseorang menemukannya, gadis tersebut dalam keadaan meninggal, dan memperoleh cerita bahwa dia telah diperkosa terlebih dahulu, sebelum dibunuh. Penduduk kota berontak dan menuntut agar pihak yang terlibat dihukum. Bukan menangkap polisi yang bersalah, namun pihak berwajib menahan seseorang sebagai pelaku, seorang fakir miskin, yang telah dibeli hidupnya dengan memberi keluarganya uang sejumlah 10.000 yuan. â Menurut Pao, kehidupan di pedesaan pun tidak menjadi lebih baik, karena para birokrat setempat menjadi jauh lebih buruk daripada tuan tanah zaman terdahulu. Mereka berkata bahwa mereka kini memiliki kekuasaan yang lebih besar dan menjadi lebih korup. âSebagai contoh dapat kiranya dikemukakan kisah sebuah kelompok petani yang mengorganisasi diri untuk mengedepankan meroketnya pajak yang dikenakan kepada mereka. 12 orang dipilih dari kalangan mereka untuk mewakili serta menanyakan kepada pihak manajer agar diizinkan melihat pembukuan untuk mengetahui penggunaan uang pajak tersebut. Bukannya mendengar kelompok tersebut, namun tiga petani, tanpa ba, bu, dipukul hingga meninggal dunia.â Banyak petani naik kereta api menuju Beijing untuk meluruskan persoalan tersebut. Mereka berpikir bahwa pemerintah pusat akan berbuat sesuatu terhadap kekerasan polisi tersebut juga terhadap perampasan tanah. Namun demikian, menurut Pao, banyak petani tidak berhasil sampai ke Beijing, karena dalam perjalanan mereka diculik. Pao berpendapat bahwa Partai Komunis yang kini berkuasa, sepenuhnya menghentikan buruh dan tani menjadi anggota. Menurut dia, partai lebih menaruh perhatian kepada kaum intelektual untuk dijadikan anggota dengan memberi berbagai ekstra. Pao terkejut atas kenyataan hidup di mana generasi muda saat ini tidak mengenal tradisi revolusioner orang tua mereka. Pekerjaan partai di kalangan massa merosot dalam bentuk pengorganisasian bimbingan perjalanan ke sejumlah tempat-tempat bersejarah, yang pada masa Mao telah dikunjunginya, seperti Yenan. Ini dimaksudkan untuk mempertahankan kepalsuan, bahwa partai benar-benar komunis, demikian pendapat Pao. âDalam kenyataan, banyak orang Tionghoa biasa menyatakan kepada saya selama singgah di negeri tersebut, bahwa Partai Komunis tersebut memiliki segala sesuatu, terkecuali ke-komunisanâ, demikian adanya menurut Pao. âWajar bila anda bertanya kepada saya apakah Tiongkok hari ini telah kehilangan sama sekali seluruh unsur sosialistik-nyaâ, imbuhnya. Kekuatan Besar Kapitalis? Atas pertanyaan apakah Tiongkok berada dalam perjalanan menjadi negara adikuasa kapitalis berikut, Pao menjawab tegas T I D A K . Dia menyebut 6 alasan mengapa kapitalisme di Tiongkok tidak akan berhasil: 01. Pertanian Tiongkok berada dalam keadaan terbelakang, tidak mengalami modernisasi. Reformasi di bidang pertanian tidak berhasil. Pengairan telah hilang. Hutan-hutan berada dalam keadaan buruk. Para petani tidak bersedia menyerahkan tanah mereka. Bila semua ini diperhitungkan akan mengarah pada usaha yang gagal dalam menarik modal untuk ditanam di bidang pertanian. 02. Terdapat pasar dalam negeri yang kecil saja, karena gaji buruh dan pendapatan kaum tani secara sadar dibuat rendah. Sembilan puluh prosen pabrik-pabrik memiliki kapasitas berlebih. 03. Tiongkok menggunakan ekspor untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan pendapatan. AS merupakan negeri pengimpor terbesar. AS meminjam uang Tiongkok untuk membeli produk Tiongkok. 04. Tiongkok tergantung pada impor teknologi serta suku cadang. 05. Tiongkok telah memberi banyak untuk dapat diterima di Organisasi Perdagangan Dunia [WTO]. Sektor layanan jasa telah diserahkan. Industri komputer, kedokteran dan lain-lainnya telah dibuka. Pada 2010 bank asing di Tiongkok akan memiliki kedudukan yang sama dengan bank nasional. Di antara 1.000 bank teratas, Tiongkok hanya memiliki 16, dan 15 di antara itu telah dikendalikan oleh bank asing. Bank of America dan Royal Bank of Scotland menanam trilyun-an dollar untuk mencaplok berbagai bank setempat. 06. Pada kurun 25 tahun terakhir, lingkungan hidup dan sumber bahan mentah alam mengalami kerusakan berat. Sang negeri telah menelan berbagai sumbernya sendiri. Air akan menjadi langka dan kini pun telah mengalami kekurangan minyak. Walhasil, Pao menyimpulkan bahwa pertumbuhan kapitalisme di Tiongkok tidak berlangsung secara penuh. âBahwa Tiongkok akan menjadi negara adikuasa adalah tidak lebih dari propaganda AS belaka. Dalam kenyataan, ekonomi Tiongkok mengalami ketegangan berlebih dan berada dalam sebuah titik yang setiap saat dapat menjadi berantakan serta porak peranda.â Dengan melimpahnya kalangan kaum pekerja, yang sadar akan pengkhianatan klik Deng, Tiongkok mengalami suatu kurun waktu yang menegangkan, menurut Pao. Dia mengatakan bahwa sungguh merupakan dorongan ketika terdapat berbagai usaha sementara orang di Tiongkok untuk mempelajari keadaan serta berbuat sesuatu menghadapi keadaan hari ini. Pao menyampaikan harapan bahwa pada suatu saat berbagai aksi massa di dalam negeri akan menemukan bentuknya secara terorganisir, sehingga akan lebih banyak mencapai keberhasilan, seperti pemberontakan di Tai-ching itu. Mengakhiri cerita tentang Ta-chingâŚ. Untuk merayakan kemenangan mereka, buruh-buruh telah membuat patung sebagai tugu peringatan terhadap tiga buruh yang telah meninggal dunia pada saat bom meledak serta empat buruh lainnya yang ditangkap untuk kemudian dieksekusi karena keterlibatan mereka pada usaha meledakkan bom tersebut. Para buruh yang gugur ini dapat saja dianggap pelaku kejahatan di mata pemerintah Tiongkok. Namun, bagi buruh-buruh Ta-ching mereka adalah martir yang meninggal ketika berlawan. Sumber: Bulatlat [2005]. Diindonesiakan oleh redaksi datainfocom berdasar Manifest (1 december 2005: 9; 15 december 2005: 12), hasil terjemahan J. Bernaven.
Posted at 05:30 pm by basuki1
Permalink
Jan 1, 2006
Hari pertama di Aceh , setahun lalu (bag II)
Kami menumpang di tempat salah satu teman Martin yang kebetulan
bertugas di TNI AU. Rumahnya tidak jauh dari lapangan terbang Blang
Bintang Banda Aceh. Rumah dinas nya tipe 36, kebetulan isterinya tidak
disitu , jadi tempat tersebut menjadi markas teman teman dari LKBN
Antara dan ditambah kedatangan kita , jadi benar benar penuh rumahnya
(kami ada 10 orang , dari Antara ada 2 orang + 2 orang KOWAD).
Aku tidur diluar saja , aku pilih posisi paling enak buat tidur
walaupun diluar, aku gunakan alas yang kita bawa' dari jakarta. Tidak
terasa aku tidur cukup lama rupanya capek juga :-)
Aku bangun agak siangan dan ibu ibu Kowad sudah pada pergi , rupanya
mereka sudah berhasil kontak dengan institusinya dan sudah bisa
mencapai apa yang dituju. Hari jum'at , saya pikir saya akan jum'atan
di Banda Aceh untuk pertama kali di tahun ini. Tapi , rupanya kami
masih capek , akhir ketiduran lagi beberapa orang diantara kami
termasuk teman teman yang lain. Ada beberapa teman yang berusaha untuk
mencari juga link ke teman teman mereka di Banda Aceh.
Sekitar pukul 13 siang , teman teman dari LKBN Antara mengajak kami ke
Banda Aceh dengan menggunakan mobil yang mereka 'sewa' dari teman teman
di Banda Aceh. Saya dan Jay (HMI) ikut bersama dengan sasaran untuk
mencari lokasi KPUD (kabarnya KPUD NAD masih utuh), dengan membawa
beberapa telepon satelit yang akan kita letakkan di Lokasi yang kita
tuju.
Akhirnya kami berangkat dengan menggunakan Suzuki Jimny pinjaman
tersebut. Sepanjang perjalanan , kita melihat kerusakan kerusakan yang
terjadi pasca Tsunami.
Sungguh dahsyat sekali bencana ini, Allah SWT punya kehendak lain pada
bumi Aceh. Saya hanya bisa dzikir saja melihat hampir seluruh Banda
Aceh dalam kondisi porak poranda.
Akan tetapi ada beberapa tempat yang selamat , utuh , tidak tersentuh
air sama sekali. Sepertinya air tersebut punya 'mata' untuk memilih
sasaran ..
Beberapa foto dapat dilihat di :
http://gallery.cnrglab.itb.ac.id/album12
Aku tidak menemukan KPUD karena rupanya alamat KPUD tidak ada yang tahu
pasti. Mungkin juga karena kondisi yang luar biasa ini. Aku sempat
bertanya pada beberapa Tentara dan Polisi , rupanya mereka bukan
tentara yang berada di Aceh , mereka baru saja didatangkan dari Jawa
(Malang, Kostrad) 3 hari yang lalu atau 2 hari setelah kejadian
Tsunami.
Kami sempat menemukan HMI NAD, saya dan Jay segera turun dan mencoba
untuk berkoordinasi dengan mereka serta memasang telepon satelit disitu.
Saya kembali lagi ke 'markas' kami di lapangan kompleks lapangan militer blang padang ...
dengan membawa banyak informasi dan banyak hal yang membuatku bersyukur untuk banyak hal.
Posted at 11:31 am by basuki1
Permalink
Dec 30, 2005
Hari pertama di Aceh , setahun lalu
Akhirnya , pagi hari bersama sekitar 10 orang team IT KPU, kami
berangkat dengan menggunakan salah satu pesawat yang diperbantukan oleh
sukarelawan untuk membantu transportasi dari dan ke Banda Aceh.
Pesawat dijadwalkan terbang jam 10.oo WIB dari Bandara Halim
Perdanakusumah. Kami membawa sekitar 20 buah telepon satelit yang telah
kami siapkan sebelumnya , lengkap dengan membawa baterai atau akki
motor , karena kita perkirakan di Banda Aceh atau daerah yang terkena
Tsunami tidak akan ada listrik. Atau kalau ada listrik , maka supply
nya sangat terbatas. Terus terang berita tentang keadaan Aceh sangat
simpang siur karena komunikasi yang terjadi antara Banda Aceh dengan
luar propinsi belum dapat terjalin dengan baik
Rencananya , pesawat hanya akan sampai ke bandara Polonia Medan dan
dari Medan kami akan menggunakan jalan darat dan team yang saya bawa
akan mencoba mendekati dua titik utama yang terkena tsunami paling
parah , yaitu Meulaboh dan Banda Aceh. Di Medan , para anggota KPUD
sudah menunggu kami dan sudah mempersiapkan diri untuk berangkat
bersama sama.
Pesawat yang membawa kami berisi beberapa kelompok , ada kelompok
instalatur listrik, ada kelompok sukarelawan , dan kami sendiri.
Pesawat ini menuju ke Pekanbaru , dari Pekanbaru baru menuju Medan.
Mengapa transit di Pekanbaru ? karena penerbangan ke arah polonia
sangat padat oleh pesawat dari luar Medan dengan tujuan Banda Aceh.
Kami sampai di Pekanbaru sekitar jam 11.30 dan pilot mengatakan bahwa
pesawat ini akan berangkat lagi satu jam kemudian menuju Medan. Kami
akhirnya keluar dari ruang tunggu dan mencoba berjalan jalan disekitar
bandara Pekanbaru. Setelah mendekati satu jam kami kembali lagi masuk
ke dalam ruang tunggu. Dan di dalam ruang tunggu rupanya sudah banyak
sekali penerbangan yang transit di Pekanbaru dengan tujuan Medan/Banda
Aceh. Kami pikir, kita pasti akan ter delay kembali karena melihat
padatnya jadwal penerbangan ke Medan dan Aceh.
Ternyata benar , pesawat kita di delay 2 jam :-)
Kami menunggu di ruang transit bandara dan makin lama makin penuh juga
sukarelawan yang akan ke Aceh. Dari berbagai kelompok dan dari berbagai
perusahaan yang mengerahkan bantuan untuk Aceh. Setelah lewat 2 jam ,
ternyata pesawat kita masih belum dapat ijin untuk take off karena
memang jadwal penerbangan yang sangat padat.
Sekitar jam 17.30 , kami dipanggi oleh pilot untuk bersiap siap
berangkat. Wah , lumayan juga setelah menunggu lebih dari 5 jam di
Pekanbaru. Kami semua bergegas naik pesawat , setelah mesin pesawat
dinyalakan , pilot menunggu instruksi dari air traffic controller. Dan
tepat , 5 menit sebelum jam 18.00 WIB, pesawat kami dibatalkan
keberangkatannya karena tidak mendapatkan ijin dari Polonia Medan.
Akhirnya kami turun kembali dan masuk ke ruang tunggu. Dan pilot tidak
dapat memastikan kita berangkat jam berapa dari Pekanbaru. Pada saat
bersamaan , ada beberapa pesawat yang juga dibatalkan keberangkatannya
seperti kami (dari Pelita Air dan Merpati). Selain itu , saya melihat
ada pesawat cargo Manunggal Air yang mengangkut peralatan dari PT
Telkom dan tertunda juga keberangkatannya. Ironis, pesawat pesawat yang
mengangkut peralatan komunikasi yang sebenarnya paling diperlukan dalam
proses evakuasi , justru tidak mendapatkan tempat untuk take off atau
landing di Medan atau Banda Aceh. Sementara saya melihat ada pesawat
yang berisi pendukung salah satu partai dengan membawa sukarelawan,
justru dapat masuk ke Medan.
Kami sabar menunggu, di ruang tunggu :-) . Ngobrol sana sini , termasuk
dengan pilot dan co-pilot serta teknisi pesawat. Kami menanyakan
kemungkinan kita bisa masuk Medan jam berapa ? dan mungkin ada
kemungkinan lain. Akhirnya pilot mencoba kontak dengan Banda Aceh, dan
ternyata oleh Banda Aceh pesawat kami diberi ijin utk landing.
Pilot bertanya, tujuan kita mau ke Banda Aceh atau Medan dan saya
sampaikan bahwa tujuan kami sebenarnya adalah Banda Aceh dan
melalui Medan. Akan tetapi bila kita bisa langsung ke Banda Aceh, saya
pikir tidak akan menjadi masalah walaupun kita sendiri sebenarnya tidak
siap untuk ke Banda Aceh (saya hanya membawa satu baju) .
Akhirnya diputuskan untuk berangkat ke Banda Aceh. Perjalanan Banda
Aceh ditempuh dalam waktu sekitar 50 menit dari Pekanbaru. Pesawat kami
take off sekitar jam 22.00 malam, dan diperkirakan akan sampai di Banda
Aceh sekitar jam 23.00.
Benar , kami tiba di Bandara di Banda Aceh sekitar pukul 23.15 WIB.
Pada saat saya menjejakkan kaki pertama kali , yang terasa adalah bau
seperti kamar mayat yang besar. Bau menusuk sangat kuat, bandara
terlihat masih terang dan saya hanya melihat beberapa pesawat militer /
Hercules , salah satunya milik angkatan udara singapore (yang paling
bagus sih).
Saya memberitahu teman teman ( bu Chusnul dan mas Bob) bahwa kami
langsung ke Banda Aeh tidak melalui Medan, rencana berubah dan saya
belum bisa menentukan seperti apa nantinya.
Begitu keluar bandara , suasana sangat kacau dan gelap. Saya turun
bersama sama dua orang Kowad , lupa namanya, salah satu berpangkat
Letkol dan yang satunya lagi sersan. Mereka berdua kalau tidak salah
adalah liason offiser yang diperintahkan berangkat ke Banda Aceh
untuk menghubungi KODAM Iskandar Muda.
Saya bertanya pada ibu Kowad tersebut , mau kemana dan dijemput siapa ?
saya berpikir kalau mereka dijemput sama tentara , kami ikut saja ,
lumayan daripada bingung. Dan ibu tersebut menyampaikan tujuannya untuk
mencari liason officer Kodam . Beliau bertanya pada beberapa tentara
dan polisi yang ada di Bandara, dan disampaikan bahwa Kodam hancur
berantakan tidak ada orang disitu. Akhirnya , kita diskusi dan
dipilihkan rumah sakit tentara yang berada di tengah tengah Banda Aceh
tapi tidak kena tsunami. Kita mencari mobil carter utk membawa seluruh
rombongan kami. Lumayan mahal juga , utk perjalan dari Bandara ke
tengah kota , yang jaraknya sekitar 20 Km , mereka meminta Rp 500.000
sekali jalan. Ya kami bisa maklum untuk kondisi seperti ini , dimana
transportasi sulit dan bensin juga susah.
Akhirnya kami berangkat ke kota dengan dua buah mobil , sepanjang
perjalan tercium bau menusuk dan gelap gulita. Jalanan juga sepi,
sesekali kami menemui mobil mobil tentara yang berjalan hilir mudik
menuju pangkalan. Saya sendiri tidak tahu nanti disana harus berbuat
apa, tapi saya pikir mungkin kita bisa mendirikan posko telekomunikasi
dan memberikan bantuan yang diperlukan.
Setelah sampai di rumah sakit, kebetulan ibu Kowad mencari komandan
rumah sakitnya untuk mencari informasi. Ternyata seluruh dokter yang
ada disana adalah dari RSPAD Gatot Subroto Jakarta dan mereka juga
tidak banyak mengetahui apa yang terjadi dengan dokter dokter yang lain
, mereka sibuk mengatasi pasien karena ini adalah satu satunya rumah
sakit di Banda Aceh yang dapat beroperasi dengan baik. Dokter dokter
disana juga tidak tahu keberadaan KODAM Iskandar Muda. Bingung juga ibu
Kowad ini :-) ....yang terpikir olehku , kalau negara ini diserang
musuh , amblas lah dalam sekejab :-)
Dalam kebingungan kita mau ketemu siapa dan dimana , akhirnya ibu Kowad
ini bertanya , kita kita ini mau kemana ? mereka tahunya kita kita ini
dari HMI :-) , ya memang sebagian besar anggota yang aku bawa anak anak
HMI eks trainer dan helpdesk IT KPU. Dan saya sampaikan saya dari KPU ,
kaget juga dia , walaupun pada saat pertama kali dia melihat saya , dia
mengatakan bahwa dia rasanya mengenal saya :-)). Akhirnya saya bilang
saja , tujuan saya adalah ketemu pak Yani Basuki (Kolonel) karena
memang mas Bob berpesan seperti itu.
Akhirnya kita bersama rombongan kembali ke bandara , dan tujuan kita
adalah bandara militer tempat pesawat militer berlabuh, disanalah pak
Yani Basuki bermarkas. Setelah sampai di Bandara militer , kami
bertanya sana sini dimana pak Yani berada. Rupanya , saya melihat ada
beberapa kawan wartawan dan mereka bertanya kami dari mana. Saya
sampaikan saya dari IT KPU dan rupanya kedatangan kita sudah ditunggu
oleh teman teman dari LKBN Antara (teman mas Bob) karena memang kita
pinjami mereka telpon satelit untuk komunikasi.
Segera kami menuju tempat Martin yg memang sudah menunggu kami sejak
pagi, mereka pikir kita menggunakan pesawat hercules yang mendarat di
bandara militer. Akhirnya kami bertemua martin dan waktu sudah
menunjukkan sekitar pukul 02.00 tanggal 30 Desember 2004.
Dan kami semua beristirahat termasuk dua orang ibu Kowad yang ikut bersama kami....
bersambung ;;;;;;;;
Posted at 03:24 pm by basuki1
Permalink
|
|
|