<< July 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Jan 16, 2006
Mind Map


Mind Maps adalah salah satu cara utk memetakan apa apa yang ada di otak kita.Tools ini sangat membantu kita untuk bisa mengenali problem problem yang kita hadapi sehari hari.

Dari WIKIPEDIA,


http://en.wikipedia.org/wiki/Mind_map

"A mind map or mind-map is a pictorial representation of how a central concept is linked to other concepts and issues. It is similar to a semantic network or cognitive map but there are no formal restrictions on the kinds of links used. Most often the map involves color or monochrome images, words, and lines. The elements are arranged intuitively according to the importance of the concepts and they are organized into groupings, branches, or area."

Ada beberapa software yang dapat digunakan , antara lain
MindMap yang diproduksi oleh Mindjet --> http://www.mindjet.com/
sedangkan versi opensource nya ada juga , yaitu dapat di download di

http://freemind.sourceforge.net/wiki/index.php/Main_Page

"FreeMind is a premier free mind-mapping (http://en.wikipedia.org/wiki/Mind_map) software written in Java. The recent development has hopefully turned it into high productivity tool. We are proud that the operation and navigation of FreeMind is faster than that of MindManager because of one-click "fold / unfold" and "follow link" operations."

Yang menarik , perangkat ini bisa di convert ke MSOFFICE atau OPENOFFICE (freemind).





Posted at 08:50 pm by basuki1
Make a comment  

Jan 14, 2006
Pengembangan Organisasi


Tulisan ini saya ambil dari buku seri pedoman Manajemen , oleh Penerbit Gramedia. Tulisan ini adalah salah satu contoh cara pengembangan organisasi atau Organization Development (OD). Ada beberapa faktor yang bisa diambil pelajaran, dan bisa kita mulai diterapkan di organisasi masing masing, apapun bentuk organisasinya.

Pengembangan Organisasi

 

Lebih dikenal dengan organization development (OD) .Pengertian pokok OD adalah perubahan yang terencana (planned change). Perubahan , dalam bentuk pembaruan organisasi dan modernisasi, terus menerus terjadi dan mempunya pengaruh yang sangat dominan dalam masyarakat kini. Organisasi beserta warganya, yang membentuk masyakat modern , mau tidak mau harus beradaptasi terhadap arus perubahan ini. Perubahan perubahan yang terjadi pada dasarnya dapat dikelompokkan dalam empat katagori , yaitu perkembangan teknologi, perkembangan produk, ledakan ilmu pengetahuan dan jasa yang mengakibatkan makin singkatnya daur hidup produk, serta perubahan sosial yang mempengaruhi perilaku, gaya hidup, nila nila dan harapan tiap orang.

 

Untuk dapat bertahan , organisasi harus mampu mengarahkan warganya agar dapat beradaptasi dengan baik dan bahkan agar mampu memanfaatkan dampak positif dari berbagai pembaruan tersebut dengan pengembangan diri dan pengembangan organisasi. Proses mengarahkan warga organisasi dalam mengembangkan diri menghadapi perubahan inilah yang dikenal luas sebagai proses organization development (OD).

 

Karena menyangkut perubahan sikap, persepsi,perilaku dan harapan semua anggota organisasi, OD di definisikan sebagai upaya pimpinan yang terencana dalam meningkatkan efektivitas organisasi, dengan menggunakan cara intervensi (oleh pihak ketiga) yang didasarkan pada pendekatan perilaku manusia. Dengan kata lain penerapan OD dalam organisasi dilakukan dengan bantuan konsultan ahli, sistemis ,harus didukung oleh pimpinan serta luas aplikasinya.

 

Teori dan praktik OD didasarkan pada beberapa asumsi penting yakni :

  • Manusia sebagai individu, Dua asumsi penting yang mendasari OD adalah bahwa manusia memiliki hasrat berkembang dan kebanyakan orang tidak hanya berpotensi , dan berkeinginan untuk berkontribusi sebanyak mungkin pada organisasi. OD bertujuan untuk menghilangkan faktor faktor dalam organisasi yang menghambat perkembangan dan menghalangi orang untuk berkontribusi demi tercapainya sasaran organisasi.
  • Manusia sebagai anggota dan pemimpin kelompok. Organisasi yang menerapkan OD harus berasumsi bahwa setiap orang dapat diterima dan diakui perannya oleh kelompok kerjanya. Dalam organisasi perlu ditumbuhkan keterbukaan agar para anggotanya dapat dengan leluasa mengungkapkan perasaannya dan pikirannya. Dalam keterbukaan , orang akan mendapatkan kepuasaan kerja yang lebih tinggi, sehingga dengan demikian performansi kelompok akan lebih efektif.
  • Manusi sebagai wadah organisasi. Hubungan antar kelompok kelompok dalam organisasi menentukan efektivitas masing masing kelompok  tersebut. Misalnya bila komunikasi antar-kelompok hanya terjadi pada tingkat manajernya , koordinasi dan kerjasama akan kurang efektif daripada bila segenap anggota kelompok terlibat dalam interaksi.

 

Sasaran OD

 
Atas dasar asumsi asumsi diatas, proses pengembangan organisasi diterapkan dengan sasaran :

 

  1. Hubungan yang lebih efektif antara departemen , divisi dan kelompok kelompok kerja dalam organisasi
  2. hubungan pribadi yang lebih efektif antara manajer dan karyawan pada semaua jenjang organisasi
  3. terhapusnya hambatan hambatan komunikasi antara pribadi dan kelompok
  4. berkembangnya iklim yang ditandai dengan saling percaya, dan keterbukaan yang dapat memotivasi serta menantang anggota organisasi untuk lebih berprestasi

Tahap tahap Penerapan OD

 
Dalam menerapkan OD , organisasi memerlukan konsultan yang ahli dalam bidang perilaku dan pengembangan organisasi. Konsultan tersebut bersifat sebagai agen pembaruan (agent of change), dan fungsi utamanya adalah membantu warga organisasi menghadapi perubahan, melalui teknik teknik OD yang sesuai dengan kebutuhan organisasi tersebut. Proses penerapan OD dilakukan dalam empat tahap :

 

  1. Tahap pengamatan sistem manajemen atau tahap pengumpulan data. Dalam tahap ini konsultan mengamati sistem dan prosedur yang berlaku di organisasi termasuk elemen elemen di dalamnya seperti struktur, manusianya, peralatan, bahan bahan yang digunakan dan bahkan situasi keuangannya. Data utama yang diperlukan adalah :
    1. Fungsi utama tiap unit organisasi
    2. Peran masing masing unit dalam mencapai tujuan dan sasaran organisasi
    3. Proses pengambilan keputusan serta pelaksanaan tindakan dalam masing masing unit
    4. Kekuatan dalam organisasi yang mempengaruhi perilaku antar kelompok dan antar individu dalam organisasi
  2. Tahap diagnosis dan umpan balik. Dalam tahap ini kualitas pengorganisasian serta kegiatan operasional masing masing elemen dalam organisasi dianalisis dan dievaluasi . Ada beberapa kriteria yang umum digunakan dalam mengevaluasi kualitas elemen elemen tersebut, diantaranya :
    1. Kemampuan beradaptasi, yaitu kemampuan mengarahkan kegiatan dan tenaga dalam memecahkan masalah yang dihadapi
    2. Tanggung jawab : kesesuaian antara tujuan individu dan tujuan organisasi
    3. Identitas : kejelasan misi dan peran masing masing unit
    4. Komunikasi ; kelancaran arus data dan informasi antar-unit dalam organisasi
    5. Integrasi ; hubungan baik dan efektif antar-pribadi dan antar-kelompok, terutama dalam mengatasi konflik dan krisis
    6. Pertumbuhan ; iklim yang sehat dan positif, yang mengutamakan eksperimen dan pembaruan , serta yang selalu menganggap pengembangan sebagai sasaran utama
  3. Tahap pembaruan dalam organisasi. Dalam tahap ini dirancang pengembangan organisasi dan dirumuskan strategi memperkenalkan perubahan atau pembaruan. Strategi ini bertujuan meningkatkan efektivitas organisasi dengan cara mengoreksi kekurangan serta kelemahan yang dijumpai dalam proses diagnostik dan umpan balik. Mengingat bahwa setiap perubahan yang diperkenalkan akan mempengaruhi seluruh sistem dalam organisasi, bahkan mungkin akan mengubah sistem distribusi wewenang dan struktur organisasi, rancangan strategi pembaruan harus didiskusikan secara matang dan mendapat dukungan penuh pimpinan puncak.
  4. tahap implementasi pembaruan. Tahap akhir dalam penerapan OD adalah pelaksanaan rencana pembaruan yang telah digariskan dan disetujui. Dalam tahap ini konsultan bekerja secaa penuh dengan staf manajemen dan para penyelia. Kegiatan implementasi perubahan meliputi :
    1. perubahan struktur
    2. perubahan proses dan prosedur
    3. penjabaran kembali secara jelas tujuan sera sasaran organisasi
    4. penjelasan tentang peranan dan mis masing masing unut dan anggota dalam organisasi

Teknik teknik OD

 

Ada berbagai teknik yang dirancang para ahli, dengan tujuan meningkatkan kemampuan berkomunikasi serta bekerja secara efektif, antar-individu maupun antar-kelompok dalam organisasi. Beberapa teknik yang sering digunakan berikut ini.

 

  • Sensitivity training, merupakan teknik OD yang pertama diperkenalkan dan ayang dahulu paling sering digunakan. Teknik ini sering disebut juga T-group. Dalam kelompok kelomok T (singkatan training) yang masing masing terdiri atas 6 10 peserta, pemimpin kelompok (terlatih) membimbing peserta meningkatkan kepekaan (sensitivity) terhadap orang lain, serta ketrampilan dalam hubunga antar-pribadi.
  • Team Building, adalah pendekatan yang bertujuan memperdalam efektivitas serta kepuasaan tiap individu dalam kelompok kerjanya atau tim. Teknik team building sangat membantu meningkatkan kerjasama dalam tim yang menangani proyek dan organisasinya bersifat matriks.
  • Survey feedback. Dalam teknik sruvey feedback. Tiap peserta diminta menjawab kuesioner yang dimaksud untuk mengukur persepsi serta sikap mereka (misalnya persepsi tentang kepuasan kerja dan gaya kepemimpinan mereka). Hasil surveini diumpan balikkan pada setiap peserta, termasuk pada para penyelia dan manajer yang terlibat. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan kuliah atau lokakarya yang mengevaluasi hasil keseluruhan dan mengusulkan perbaikan perbaikan konstruktif.
  • Transcational Analysis (TA). TA berkonsentrasi pada gaya komunikasi antar-individu. TA mengajarkan cara menyampaikan pesan yang jelas dan bertanggung jawab, serta cara menjawab yang wajar dan menyenangkan. TA dimaksudkan untuk mengurangi kebiasaan komunikasi yang buruk dan menyesatkan.
  • Intergroup activities. Fokus dalam teknik intergroup activities adalah peningkatan hubungan baik antar-kelompok.Ketergantungan antar kelompok , yang membentuk kesatuan organisasi, menimbulkan banyak masalah dalam koordinasi. Intergroup activities dirancang untuk meningkatkan kerjasama atau memecahkan konflik yang mungkin timbul akibat saling ketergantungan tersebut.
  • Proses Consultation. Dalam Process consultation, konsultan OD mengamati komunikasi , pola pengambilan keputusan , gaya kepemimpinan, metode kerjasama, dan pemecahan konflik dalam tiap unit organisasi. Konsultan kemudian memberikan umpan balik pada semua pihak yang terlibat tentang proses yang telah diamatinya , serta menganjurkan tindakan koreksi.
  • Grip OD. Pendekatan grip pada pengembangan organisasi di dasarkan pada konsep managerial grip yang diperkenalkan oleh Robert Blake dan Jane Mouton. Konsep ini mengevaluasi gaya kepemimpinan mereka yang kurang efektif menjadi gaya kepemimpinan yang ideal, yang berorientasi maksimum pada aspek manusia maupun aspek produksi.
  • Third-party peacemaking. Dalam menerapkan teknik ini, konsultan OD berperan sebagai pihak ketiga yang memanfaatkan berbagai cara menengahi sengketa, serta berbagai teknik negosiasi untuk memecahkan persoalan atau konflik antar-individu dan kelompok.

 

 

 




Posted at 10:35 pm by basuki1
Comment (1)  

Jan 2, 2006
Tiongkok : Api Dalam sekam Mengintai



Ada sedikit sharing informasi tentang Republik Rakyat China (RRC),
saya melihat apa apa yang disampaikan dibawah ini , ada benarnya walaupun saya belum bisa melihat data secara detail karena keterbatasan dll..

Mudah mudahan ini menjadi pelajaran berharga bagi bangsa Indonesia

------------------------
Date: Fri, 30 Dec 2005 13:36:06 +0100 (MET)
From: Yayak Yatmaka <ismaya @gmx.net>
Reply-To: jaring@bhaktiganesha.or.id
To: jaring@bhaktiganesha.or.id
Subject: [jaring] Fwd: [temu_eropa] Tiongkok-KAPITALIS?

Ada yang kerjasama dengan RRC?
YK

  TIONGKOK:
  Api  Dalam  Sekam  Mengintai,  Ketika  Setiap  Hari
  Terjadi  200   Demonstrasi
  
  Pao Yu Ching: pada April 2001, penduduk Ta-ching cemas. Ta-ching yang
terletak di sebelah utara Tiongkok itu, menjadi saksi serangkaian
demonstrasi
yang digelar oleh 700.000 buruh. Separuh dari mereka dipecat begitu saja.
Para
buruh tersebut marah terhadap para pemilik pabrik, yang telah memecat buruh
dalam jumlah besar, tanpa kompensasi dalam bentuk apa pun. Mereka juga marah
terhadap pemerintah yang tidak menaruh perhatian terhadap keadaan mereka
serta
menampik seruan keadilan-sosial yang diajukan.
  
  Mungkin diakibatkan oleh keputus-asaan sehingga sejumlah buruh yang tidak
puas dan mereka yang manaruh simpati menempuh tindakan radikal: memasang bom
di sebuah kantor pemerintah setempat. Bom pun meledak dan sang walikota,
wakilnya, sekretaris partai setempat dan sejumlah enam lainnya terbunuh,
termasuk
tiga buruh yang terlibat peristiwa tersebut.
  
  Sebagai jawaban atas tindakan tersebut, pemerintah mengirim 50.000 serdadu
untuk mengepung pabrik-pabrik serta ‘memulihkan ketenangan’.  Bak kejutan
besar bagi para serdadu tersebut, justeru mereka yang akhirnya terkepung
oleh
para buruh serta penduduk setempat. Penduduk Ta-ching siap berlawan.
  
  Delapan bulan kemudian, tampak jalan buntu dapat diterobos. Pemerintah dan
para pemilik pabrik terpaksa membayar upah pesangon yang lebih tinggi bagi
buruh-buruh yang dipecat.
  
  Kegelisahan yang meruak  “Besar kemungkinan anda pernah mendengar lewat
media tentang peristiwa Ta-ching tersebut. Bukan kah begitu?”, tanya Pao Yu
Ching di hadapan hadirin peserta ceramah pada 10 September 2005 yang lalu di
Utrecht [Negeri Belanda]. Pao adalah pensiunan guru besar Marygrove College
di
Michigan, Amerika Serikat. Di samping itu, beliau juga seorang pakar ternama
di bidang studi Tiongkok. Ceramah tersebut dikelola oleh ILPS (Liga
Internasional Perjuangan Rakyat), dan para pesertanya mencakup berbagai
bangsa, bahkan
sejumlah dari mereka khusus datang dari Jerman, Belgia, Luksemburg dan
Inggris.
  
  Saat ini, Prof. Pao tinggal di Taichung (Taiwan). Dia menyampaikan bahwa
banyak peristiwa serupa tidak pernah sampai ke dunia luar, meski memiliki
nilai berita yang tinggi. Dia mengamati bahwa dewasa ini sejumlah media di
Tiongkok bagai tidak melihat kemungkinan lain daripada menurunkan laporan
atas
pemberontakan kaum tani serta berbagai demonstrasi dan pemogokan buruh,
mengingat
jumlah dan frekuensinya yang meningkat itu.
  
  “Di Tiongkok pada saat ini berlangsung rata-rata 70.000 hingga 80.000
kegiatan massa setiap tahunnya”, kata Pao. “Ini berarti bahwa di segenap
penjuru
negeri, setiap hari terjadi tidak kurang dari 200 demonstrasi.”  “Buruh dan
tani tersebut memiliki daftar keluhan yang panjang”, demikian Pao
berpendapat.
“Para buruh tidak puas dengan penghematan dan melimpahnya pengangguran,
pembayaran upah yang ditangguhkan, tidak diberikannya dana keperluan rumah,
pensiun yang diciutkan (atau ditiadakan sama sekali) serta sejumlah masalah
ekonomi lain yang dihadapi mereka.”  “Di daerah pedesaan, masalah terpenting
bagi
kaum tani adalah bahwa mereka terus-menerus harus berpindah-pindah akibat
meruaknya perampasan tanah serta pengangguran”, imbuh Pao.
  
  Keadaan buruh dan tani dewasa ini sangat buruk, demikian Pao menggugat,
yang dalam tahun ini sempat singgah di Tiongkok dua kali. “Bagi orang luar,
Tiongkok merupakan sebuah negeri yang sedang menempuh jalan menjadi negeri
maju.
Namun, hal itu adalah jauh dari kebenaran, mengingat adanya ketidak-puasan
di kalangan penduduk yang bekerja. Tiongkok dalam waktu dekat dapat
menghadapi
masalah besar”, demikian tandas Pao.
  
  Meninggalkan Koperasi  Pao mengurai melambungnya kemiskinan serta
ketidak-puasan di kalangan penduduk Tiongkok sebagai akibat serangkaian
langkah
reformasi yang ditempuh oleh kelompok Deng, yang terjadi seketika mereka
berhasil
mengambil alih kekuasaan pada 1979.
  
  Pao menjelaskan: “Kebijakan pertama yang diambil adalah menghapuskan
koperasi. Dengan begitu kini bermunculan petani perorangan. Ini berlangsung,
ketika Deng melalui harga pasar menaikkan 20 prosen hingga 50 prosen, bila
petani
menjual lebih banyak dari kuota yang ditetapkan.”  “Hingga 1984, yakni 5
tahun setelah pelaksanaan kebijakan tersebut, penghasilan kaum tani naik 15%
setahunnya”, tambah Pao. “Maka, para petani pun gembira. Bahkan mereka
mengelu-elu bak kebijakan yang baik, karena keadaan mereka kini menjadi
lebih baik
setelah pemasukan meninggi.“
  
  Hasil positip kebijakan tersebut tampak diatur berlangsung pendek dan
tidak dapat dipertahankan. Pada tahun-tahun berikutnya, pemasukan pun
merosot
dari 5% hingga 1%. Dan dalam kurun 1997 hingga hari ini, ketika hasil
pertanian
secara keseluruhan tetap sama, harga pasar produk di sektor tersebut jatuh
hingga 30%. Disebabkan oleh pajak pendapatan yang membumbung, banyak petani
gulung tikar, dan terpaksa mencari napkah di kota. Menurut Pao, seketika
terdapat 100 juta petani berada di kota-kota, karena di desa-desa pertanian
tidak
lagi tersedia pe&shy;ker&shy;jaan. Pao menyatakan kebijakan Deng tersebut
sebagai sebuah perangkat yang ‘licik’.  “Lebih gampang menerapkan reformasi
di
sektor pertanian, ketimbang di industri.“  Di sini, Pao menambahkan: “Dengan
membubarkan koperasi, Deng telah mematahkan sepenuhnya dasar ikatan antara
buruh
dan tani.“
  
  Juga, “Jaminan pekerjaan tetap“  Deng mengayun lebih lanjut dengan apa
yang dinamakan reformasi tata ekonomi pada 1985 dan reformasi buruh pada
1986.
“Reformasi tata ekonomi merupakan perubahan yang amat penting di sektor
industri”, imbuh Pao. Pada masa lampau, perusahaan negara tidak memiliki
perhitungan untung-rugi. Bila terdapat keuntungan maka diberikan kepada
negara; bila
mengalami kerugian perusahaan memperoleh dana. Ini merupakan satu-satunya
cara
negara membuat perencanaan di bidang ekonomi. Ketika negara hendak
mengembangkan industri berat, dana dalam jumlah lebih besar pun harus
disalurkan,
meski tidak mendatangkan keuntungan. Tidak terdapat perhitungan untung-rugi.
Tidak ada alasan untuk melakukan hal itu.”
  
  Dengan memperkenalkan pemikiran untung-rugi, perusahaan yang memperoleh
keuntungan pun menikmati berbagai kemudahan. Di sini, Pao menyatakan lebih
jauh, bahwa para manajer yang gajinya telah melejit tinggi dan ditambah
dengan
berbagai bentuk keuntungan lainnya itu, juga memperoleh kekuasaan penuh
untuk
membeli atau mengkontrak perusahaan negara yang merugi. Alhasil:
berjuta-juta
buruh kehilangan ‘jaminan periuk’, atau pekerjaan tetap, yang hingga saat
itu
merupakan jaminan yang diberikan oleh negara sosialis itu. Di samping
pengangguran akibat bangkrut, para buruh tersebut dapat saja dipecat oleh
manajer
mereka dengan alasan sepele. Para manajer tidak lagi menerima buruh dengan
status tetap, namun atas dasar kontrak. Menurut Pao, hal itu membawa ke
langkah
reformasi buruh pada 1986.
  
  Pelaksanaan reformasi buruh tersebut tidak berjalan mulus, akibat
munculnya tentangan keras oleh kaum buruh. Menghadapi kehilangan ‘jaminan
periuk’
mereka itu, buruh-buruh pada mulanya berhasil mencoba menghalau pemerintah
yang
hendak mengeterapkan langsung kebijakan termaksud. “Mengikuti proses
tersebut”, demikian Pao melanjutkan uraiannya, “sebenarnya negara berhasil
menghadapkan perlawanan buruh itu pada kesulitan, ketika harta milik negara
dijual
dengan harga banting kepada orang-orang terdekat”.  “Terdapat pula banyak
contoh
lain di mana para manajer yang mengambil alih bagian perusahaan negara yang
menguntungkan, untuk kemudian memulai usaha baru sendiri. Dengan demikian,
perusahaan negara dipaksa gulung tikar dan para buruh pun pada gilirannya
dipecat”, demikian Pao berpendapat.
  
  Menurut Pao, terhitung sejak pertengahan 1990-an terdapat sejumlah 10 juta
buruh yang kehilangan pekerjaan akibat kebijakan reformasi buruh oleh Deng
tersebut.
  
  Sebuah kehidupan yang nyaman  “Mereka yang dewasa ini berkunjung ke
Tiongkok dan menyaksikan banyak gedung pencakar langit, seketika akan
berpikir
bahwa di mana-mana di Tiongkok terdapat kekayaan”, kata Pao. “Di pasar
swalayan,
seseorang dapat menemukan segala-gala yang diperlukan dan orang pun dapat
berkesimpulan bahwa orang-orang di Tiongkok benar-benar memperoleh kehidupan
baik. Yaaa, tentu, beberapa orang telah menikmati hidup enak…sebuah
kehidupan
yang amat menyenangkan.”
  
  Setelah 4 Juni 1989 [pemberontakan Tien-a-men], pemerintah Tiongkok,
menurut Pao, secara sadar mengambil keputusan untuk ‘membeli’ kaum
intelektual
serta pejabat tinggi pemerintah, dengan jalan memberi mereka ‘kehidupan
baik’.
“Tetapi”, imbuh Pao, “hal itu membuat jarak kaum kaya dengan kaum papa
semakin
menganga, sebuah keadaan yang di dalam laporan terakhir kantor berita resmi
Tiongkok, Xinhua, diakui sebagai ‘sangat memprihatinkan’.”
  
  “Terdapat seperlima bagian dari penduduk Tiongkok yang paling makmur, kini
menguasai 50% seluruh pendapatan, sedangkan kaum yang paling melarat, yakni
seperlima penduduk, hanya berpendapatan 4,7% saja”, demikian dilaporkan oleh
Xinhua.  “Perbedaan pendapatan yang telah melampaui batas kewajaran itu,
menunjukkan arus yang akan terus meningkat. Bila hal demikian berlangsung
untuk
jangka waktu lama, maka keadaan akan membawa ke berbagai macam kegoncangan
dalam masyarakat.”
  
  Pao: “Namun, kehidupan kaum super kaya luar biasa baik dan pendapatan
mereka adalah sah.”  “Kenyataan sebenarnya yang tidak tampak”, demikian
lanjut
Pao, “adalah pendapatan yang mereka peroleh lewat korupsi, khususnya di
lingkungan pemerintah serta perusahaan negara yang masih tersisa.”  “Di
Tiongkok
terdapat lelucon yang berbunyi bahwa bila anda menjejer seluruh pejabat
pemerintah dan menempatkan mereka yang bernomor genap dalam sebuah baris
untuk
dibunuh, jumlah yang sama dari kalangan bersalah tersebut akan bebas
keluar”,
demikian disampaikan oleh Pao dengan nada kelakar. “Kebalikkannya, kaum
buruh
dengan penghasilan rata-rata setiap bulannya berjumlah 600 yuan renminbi
($74.00), yang terkadang dapat mencapai 1.000 yuan. Dengan itu, mereka tidak
memperoleh dana keperluan rumah serta biaya perawatan kesehatan”, demikian
Pao
berpendapat. Selain hidup di bawah keadaan ekonomi yang demikian berat, para
buruh
dan petani juga berhadapan dengan kekerasan oleh polisi, yang menurut Pao
 sepuluh kali lipat lebih buruk dibanding Taiwan, di mana dia saat ini
hidup.
  
  “Saya teringat akan kisah yang disampaikan kepada saya tentang dua gadis
Tionghoa yang sedang dalam perjalanan pulang. Seorang di antara mereka tidak
membawa surat sepeda yang digunakan. Polisi kemudian memutuskan untuk
menahannya. Ketika seseorang menemukannya, gadis tersebut dalam keadaan
meninggal,
dan memperoleh cerita bahwa dia telah diperkosa terlebih dahulu, sebelum
dibunuh. Penduduk kota berontak dan menuntut agar pihak yang terlibat
dihukum.
Bukan menangkap polisi yang bersalah, namun pihak berwajib menahan seseorang
sebagai pelaku, seorang fakir miskin, yang telah dibeli hidupnya dengan
memberi
keluarganya uang sejumlah 10.000 yuan. “
  
  Menurut Pao, kehidupan di pedesaan pun tidak menjadi lebih baik, karena
para birokrat setempat menjadi jauh lebih buruk daripada tuan tanah zaman
terdahulu. Mereka berkata bahwa mereka kini memiliki kekuasaan yang lebih
besar
dan menjadi lebih korup.
  
  “Sebagai contoh dapat kiranya dikemukakan kisah sebuah kelompok petani
yang mengorganisasi diri untuk mengedepankan meroketnya pajak yang dikenakan
kepada mereka. 12 orang dipilih dari kalangan mereka untuk mewakili serta
menanyakan kepada pihak manajer agar diizinkan melihat pembukuan untuk
mengetahui
penggunaan uang pajak tersebut. Bukannya mendengar kelompok tersebut, namun
tiga petani, tanpa ba, bu, dipukul hingga meninggal dunia.”
  
  Banyak petani naik kereta api menuju Beijing untuk meluruskan persoalan
tersebut. Mereka berpikir bahwa pemerintah pusat akan berbuat sesuatu
terhadap
kekerasan polisi tersebut juga terhadap perampasan tanah. Namun demikian,
menurut Pao, banyak petani tidak berhasil sampai ke Beijing, karena dalam
perjalanan mereka diculik. Pao berpendapat bahwa Partai Komunis yang kini
berkuasa,
sepenuhnya menghentikan buruh dan tani menjadi anggota. Menurut dia, partai
lebih menaruh perhatian kepada kaum intelektual untuk dijadikan anggota
dengan memberi berbagai ekstra. Pao terkejut atas kenyataan hidup di mana
generasi
muda saat ini tidak mengenal tradisi revolusioner orang tua mereka.
  
  Pekerjaan partai di kalangan massa merosot dalam bentuk pengorganisasian
bimbingan perjalanan ke sejumlah tempat-tempat bersejarah, yang pada masa
Mao
telah dikunjunginya, seperti Yenan. Ini dimaksudkan untuk mempertahankan
kepalsuan, bahwa partai benar-benar komunis, demikian pendapat Pao. “Dalam
kenyataan, banyak orang Tionghoa biasa menyatakan kepada saya selama singgah
di
negeri tersebut, bahwa Partai Komunis tersebut memiliki segala sesuatu,
terkecuali ke-komunisan”, demikian adanya menurut Pao. “Wajar bila anda
bertanya
kepada saya apakah Tiongkok hari ini telah kehilangan sama sekali seluruh
unsur
sosialistik-nya”, imbuhnya.
  
  Kekuatan Besar Kapitalis?  Atas pertanyaan apakah Tiongkok berada dalam
perjalanan menjadi negara adikuasa kapitalis berikut, Pao menjawab tegas  T
I D
A K .  Dia menyebut 6 alasan mengapa kapitalisme di Tiongkok tidak akan
berhasil:
  01.  Pertanian Tiongkok berada dalam keadaan terbelakang, tidak mengalami
modernisasi. Reformasi di bidang pertanian tidak berhasil. Pengairan telah
hilang. Hutan-hutan berada dalam keadaan buruk. Para petani tidak bersedia
menyerahkan tanah mereka. Bila semua ini diperhitungkan akan mengarah pada
usaha
yang gagal dalam menarik modal untuk ditanam di bidang pertanian.
  02.  Terdapat pasar dalam negeri yang kecil saja, karena gaji buruh dan
pendapatan kaum tani secara sadar dibuat rendah. Sembilan puluh prosen
pabrik-pabrik memiliki kapasitas berlebih.
  03.  Tiongkok menggunakan ekspor untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan
pendapatan. AS merupakan negeri pengimpor terbesar. AS meminjam uang
Tiongkok
untuk membeli produk Tiongkok.
  04.  Tiongkok tergantung pada impor teknologi serta suku cadang.
  05.  Tiongkok telah memberi banyak untuk dapat diterima di Organisasi
Perdagangan Dunia [WTO]. Sektor layanan jasa telah diserahkan. Industri
komputer,
kedokteran dan lain-lainnya telah dibuka. Pada 2010 bank asing di Tiongkok
akan memiliki kedudukan yang sama dengan bank nasional. Di antara 1.000 bank
teratas, Tiongkok hanya memiliki 16, dan 15 di antara itu telah dikendalikan
oleh bank asing. Bank of America dan Royal Bank of Scotland menanam
trilyun-an
dollar untuk mencaplok berbagai bank setempat.
  06.  Pada kurun 25 tahun terakhir, lingkungan hidup dan sumber bahan
mentah alam mengalami kerusakan berat. Sang negeri telah menelan berbagai
sumbernya sendiri. Air akan menjadi langka dan kini pun telah mengalami
kekurangan
minyak.
  
  Walhasil, Pao menyimpulkan bahwa pertumbuhan kapitalisme di Tiongkok tidak
berlangsung secara penuh. “Bahwa Tiongkok akan menjadi negara adikuasa
adalah tidak lebih dari propaganda AS belaka. Dalam kenyataan, ekonomi
Tiongkok
mengalami ketegangan berlebih dan berada dalam sebuah titik yang setiap saat
dapat menjadi berantakan serta porak peranda.”
  
  Dengan melimpahnya kalangan kaum pekerja, yang sadar akan pengkhianatan
klik Deng, Tiongkok mengalami suatu kurun waktu yang menegangkan, menurut
Pao.
Dia mengatakan bahwa sungguh merupakan dorongan ketika terdapat berbagai
usaha sementara orang di Tiongkok untuk mempelajari keadaan serta berbuat
sesuatu
menghadapi keadaan hari ini.
  
  Pao menyampaikan harapan bahwa pada suatu saat berbagai aksi massa di
dalam negeri akan menemukan bentuknya secara terorganisir, sehingga akan
lebih
banyak mencapai keberhasilan, seperti pemberontakan di Tai-ching itu.
  
  Mengakhiri cerita tentang Ta-ching….
  Untuk merayakan kemenangan mereka, buruh-buruh telah membuat patung
sebagai tugu peringatan terhadap tiga buruh yang telah meninggal dunia pada
saat
bom meledak serta empat buruh lainnya yang ditangkap untuk kemudian
dieksekusi
karena keterlibatan mereka pada usaha meledakkan bom tersebut. Para buruh
yang gugur ini dapat saja dianggap pelaku kejahatan di mata pemerintah
Tiongkok.
Namun, bagi buruh-buruh Ta-ching mereka adalah martir yang meninggal ketika
berlawan.
  
  Sumber: Bulatlat [2005].
Diindonesiakan oleh redaksi datainfocom berdasar Manifest (1 december 2005:
9; 15 december 2005: 12), hasil terjemahan J. Bernaven.

       


Posted at 05:30 pm by basuki1
Make a comment  

Jan 1, 2006
Hari pertama di Aceh , setahun lalu (bag II)




Kami menumpang di tempat salah satu teman Martin yang kebetulan bertugas di TNI AU. Rumahnya tidak jauh dari lapangan terbang Blang Bintang Banda Aceh. Rumah dinas nya tipe 36, kebetulan isterinya tidak disitu , jadi tempat tersebut menjadi markas teman teman dari LKBN Antara dan ditambah kedatangan kita , jadi benar benar penuh rumahnya (kami ada 10 orang , dari Antara ada 2 orang + 2 orang KOWAD).  Aku tidur diluar saja , aku pilih posisi paling enak buat tidur walaupun diluar, aku gunakan alas yang kita bawa' dari jakarta. Tidak terasa aku tidur cukup lama rupanya capek juga :-)

Aku bangun agak siangan dan ibu ibu Kowad sudah pada pergi , rupanya mereka sudah berhasil kontak dengan institusinya dan sudah bisa mencapai apa yang dituju. Hari jum'at , saya pikir saya akan jum'atan di Banda Aceh untuk pertama kali di tahun ini. Tapi , rupanya kami masih capek , akhir ketiduran lagi beberapa orang diantara kami termasuk teman teman yang lain. Ada beberapa teman yang berusaha untuk mencari juga link ke teman teman mereka di Banda Aceh.

Sekitar pukul 13 siang , teman teman dari LKBN Antara mengajak kami ke Banda Aceh dengan menggunakan mobil yang mereka 'sewa' dari teman teman di Banda Aceh. Saya dan Jay (HMI) ikut bersama dengan sasaran untuk mencari lokasi KPUD (kabarnya KPUD NAD masih utuh), dengan membawa beberapa telepon satelit yang akan kita letakkan di Lokasi yang kita tuju.

Akhirnya kami berangkat dengan menggunakan Suzuki Jimny pinjaman tersebut. Sepanjang perjalanan , kita melihat kerusakan kerusakan yang terjadi pasca Tsunami.
Sungguh dahsyat sekali bencana ini, Allah SWT punya kehendak lain pada bumi Aceh. Saya hanya bisa dzikir saja melihat hampir seluruh Banda Aceh dalam kondisi porak poranda.
Akan tetapi ada beberapa tempat yang selamat , utuh , tidak tersentuh air sama sekali. Sepertinya air tersebut punya 'mata' untuk memilih sasaran ..

Beberapa foto dapat dilihat di :

http://gallery.cnrglab.itb.ac.id/album12

Aku tidak menemukan KPUD karena rupanya alamat KPUD tidak ada yang tahu pasti. Mungkin juga karena kondisi yang luar biasa ini. Aku sempat bertanya pada beberapa Tentara dan Polisi , rupanya mereka bukan tentara yang berada di Aceh , mereka baru saja didatangkan dari Jawa (Malang, Kostrad) 3 hari yang lalu atau 2 hari setelah kejadian Tsunami.

Kami sempat menemukan HMI NAD, saya dan Jay segera turun dan mencoba untuk berkoordinasi dengan mereka serta memasang telepon satelit disitu.

Saya kembali lagi ke 'markas' kami di lapangan kompleks lapangan militer blang padang ...
dengan membawa banyak informasi dan banyak hal yang membuatku bersyukur untuk banyak hal.





Posted at 11:31 am by basuki1
Make a comment  

Dec 30, 2005
Hari pertama di Aceh , setahun lalu


Akhirnya , pagi hari bersama sekitar 10 orang team IT KPU, kami berangkat dengan menggunakan salah satu pesawat yang diperbantukan oleh sukarelawan untuk membantu transportasi dari dan ke Banda Aceh.

Pesawat dijadwalkan terbang jam 10.oo WIB dari Bandara Halim Perdanakusumah. Kami membawa sekitar 20 buah telepon satelit yang telah kami siapkan sebelumnya , lengkap dengan membawa baterai atau akki motor , karena kita perkirakan di Banda Aceh atau daerah yang terkena Tsunami tidak akan ada listrik. Atau kalau ada listrik , maka supply nya sangat terbatas. Terus terang berita tentang keadaan Aceh sangat simpang siur karena komunikasi yang terjadi antara Banda Aceh dengan luar propinsi belum dapat terjalin dengan baik

Rencananya , pesawat hanya akan sampai ke bandara Polonia Medan dan dari Medan kami akan menggunakan jalan darat dan team yang saya bawa akan mencoba mendekati dua titik utama yang terkena tsunami paling parah , yaitu Meulaboh dan Banda Aceh. Di Medan , para anggota KPUD sudah menunggu kami dan sudah mempersiapkan diri untuk berangkat bersama sama.

Pesawat yang membawa kami berisi beberapa kelompok , ada kelompok instalatur listrik, ada kelompok sukarelawan , dan kami sendiri. Pesawat ini menuju ke Pekanbaru , dari Pekanbaru baru menuju Medan. Mengapa transit di Pekanbaru ? karena penerbangan ke arah polonia sangat padat oleh pesawat dari luar Medan dengan tujuan Banda Aceh.

Kami sampai di Pekanbaru sekitar jam 11.30 dan pilot mengatakan bahwa pesawat ini akan berangkat lagi satu jam kemudian menuju Medan. Kami akhirnya keluar dari ruang tunggu dan mencoba berjalan jalan disekitar bandara Pekanbaru. Setelah mendekati satu jam kami kembali lagi masuk ke dalam ruang tunggu. Dan di dalam ruang tunggu rupanya sudah banyak sekali penerbangan yang transit di Pekanbaru dengan tujuan Medan/Banda Aceh. Kami pikir, kita pasti akan ter delay kembali karena melihat padatnya jadwal penerbangan ke Medan dan Aceh.
Ternyata benar , pesawat kita di delay 2 jam :-)

Kami menunggu di ruang transit bandara dan makin lama makin penuh juga sukarelawan yang akan ke Aceh. Dari berbagai kelompok dan dari berbagai perusahaan yang mengerahkan bantuan untuk Aceh. Setelah lewat 2 jam , ternyata pesawat kita masih belum dapat ijin untuk take off karena memang jadwal penerbangan yang sangat padat.

Sekitar jam 17.30 , kami dipanggi oleh pilot untuk bersiap siap berangkat. Wah , lumayan juga setelah menunggu lebih dari 5 jam di Pekanbaru. Kami semua bergegas naik pesawat , setelah mesin pesawat dinyalakan , pilot menunggu instruksi dari air traffic controller. Dan tepat , 5 menit sebelum jam 18.00 WIB, pesawat kami dibatalkan keberangkatannya karena tidak mendapatkan ijin dari Polonia Medan.

Akhirnya kami turun kembali dan masuk ke ruang tunggu. Dan pilot tidak dapat memastikan kita berangkat jam berapa dari Pekanbaru. Pada saat bersamaan , ada beberapa pesawat yang juga dibatalkan keberangkatannya seperti kami (dari Pelita Air dan Merpati). Selain itu , saya melihat ada pesawat cargo Manunggal Air yang mengangkut peralatan dari PT Telkom dan tertunda juga keberangkatannya. Ironis, pesawat pesawat yang mengangkut peralatan komunikasi yang sebenarnya paling diperlukan dalam proses evakuasi , justru tidak mendapatkan tempat untuk take off atau landing di Medan atau Banda Aceh. Sementara saya melihat ada pesawat yang berisi pendukung salah satu partai dengan membawa sukarelawan, justru dapat masuk ke Medan.

Kami sabar menunggu, di ruang tunggu :-) . Ngobrol sana sini , termasuk dengan pilot dan co-pilot serta teknisi pesawat. Kami menanyakan kemungkinan kita bisa masuk Medan jam berapa ? dan mungkin ada kemungkinan lain. Akhirnya pilot mencoba kontak dengan Banda Aceh, dan ternyata oleh Banda Aceh pesawat kami diberi ijin utk landing.  Pilot bertanya, tujuan kita mau ke Banda Aceh atau Medan dan saya sampaikan bahwa  tujuan kami sebenarnya adalah Banda Aceh dan melalui Medan. Akan tetapi bila kita bisa langsung ke Banda Aceh, saya pikir tidak akan menjadi masalah walaupun kita sendiri sebenarnya tidak siap untuk ke Banda Aceh (saya hanya membawa satu baju) .

Akhirnya diputuskan untuk berangkat ke Banda Aceh. Perjalanan Banda Aceh ditempuh dalam waktu sekitar 50 menit dari Pekanbaru. Pesawat kami take off sekitar jam 22.00 malam, dan diperkirakan akan sampai di Banda Aceh sekitar jam 23.00.

Benar , kami tiba di Bandara di Banda Aceh sekitar pukul 23.15 WIB. Pada saat saya menjejakkan kaki pertama kali , yang terasa adalah bau seperti kamar mayat yang besar. Bau menusuk sangat kuat, bandara terlihat masih terang dan saya hanya melihat beberapa pesawat militer / Hercules , salah satunya milik angkatan udara singapore (yang paling bagus sih).
Saya memberitahu teman teman ( bu Chusnul dan mas Bob) bahwa kami langsung ke Banda Aeh tidak melalui Medan, rencana berubah dan saya belum bisa menentukan seperti apa nantinya.

Begitu keluar bandara , suasana sangat kacau dan gelap. Saya turun bersama sama dua orang Kowad , lupa namanya, salah satu berpangkat Letkol dan yang satunya lagi sersan. Mereka berdua kalau tidak salah adalah liason offiser yang diperintahkan berangkat ke Banda  Aceh untuk menghubungi KODAM Iskandar Muda.

Saya bertanya pada ibu Kowad tersebut , mau kemana dan dijemput siapa ? saya berpikir kalau mereka dijemput sama tentara , kami ikut saja , lumayan daripada bingung. Dan ibu tersebut menyampaikan tujuannya untuk mencari liason officer Kodam . Beliau bertanya pada beberapa tentara dan polisi yang ada di Bandara, dan disampaikan bahwa Kodam hancur berantakan tidak ada orang disitu. Akhirnya , kita diskusi dan dipilihkan rumah sakit tentara yang berada di tengah tengah Banda Aceh tapi tidak kena tsunami. Kita mencari mobil carter utk membawa seluruh rombongan kami. Lumayan mahal juga , utk perjalan dari Bandara ke tengah kota , yang jaraknya sekitar 20 Km , mereka meminta Rp 500.000 sekali jalan. Ya kami bisa maklum untuk kondisi seperti ini , dimana transportasi sulit dan bensin juga susah.

Akhirnya kami berangkat ke kota dengan dua buah mobil , sepanjang perjalan tercium bau menusuk dan gelap gulita. Jalanan juga sepi, sesekali kami menemui mobil mobil tentara yang berjalan hilir mudik menuju pangkalan. Saya sendiri tidak tahu nanti disana harus berbuat apa, tapi saya pikir mungkin kita bisa mendirikan posko telekomunikasi dan memberikan bantuan  yang diperlukan.

Setelah sampai di rumah sakit, kebetulan ibu Kowad mencari komandan rumah sakitnya untuk mencari informasi. Ternyata seluruh dokter yang ada disana adalah dari RSPAD Gatot Subroto Jakarta dan mereka juga tidak banyak mengetahui apa yang terjadi dengan dokter dokter yang lain , mereka sibuk mengatasi pasien karena ini adalah satu satunya rumah sakit di Banda Aceh yang dapat beroperasi dengan baik. Dokter dokter disana juga tidak tahu keberadaan KODAM Iskandar Muda. Bingung juga ibu Kowad ini :-) ....yang terpikir olehku , kalau negara ini diserang musuh , amblas lah dalam sekejab :-)

Dalam kebingungan kita mau ketemu siapa dan dimana , akhirnya ibu Kowad ini bertanya , kita kita ini mau kemana ? mereka tahunya kita kita ini dari HMI :-) , ya memang sebagian besar anggota yang aku bawa anak anak HMI eks trainer dan helpdesk IT KPU. Dan saya sampaikan saya dari KPU , kaget juga dia , walaupun pada saat pertama kali dia melihat saya , dia mengatakan bahwa dia rasanya mengenal saya :-)). Akhirnya saya bilang saja , tujuan saya adalah ketemu pak Yani Basuki (Kolonel) karena memang mas Bob berpesan seperti itu.

Akhirnya kita bersama rombongan kembali ke bandara , dan tujuan kita adalah bandara militer tempat pesawat militer berlabuh, disanalah pak Yani Basuki bermarkas. Setelah sampai di Bandara militer , kami bertanya sana sini dimana pak Yani berada. Rupanya , saya melihat ada beberapa kawan wartawan dan mereka bertanya kami dari mana. Saya sampaikan saya dari IT KPU dan rupanya kedatangan kita sudah ditunggu oleh teman teman dari LKBN Antara (teman mas Bob) karena memang kita pinjami mereka telpon satelit untuk komunikasi.

Segera kami menuju tempat Martin yg memang sudah menunggu kami sejak pagi, mereka pikir kita menggunakan pesawat hercules yang mendarat di bandara militer. Akhirnya kami bertemua martin dan waktu sudah menunjukkan sekitar pukul 02.00 tanggal 30 Desember 2004.

Dan kami semua beristirahat termasuk dua orang ibu Kowad yang ikut bersama kami....

bersambung ;;;;;;;;



Posted at 03:24 pm by basuki1
Make a comment  

Dec 27, 2005
Hari kedua Tsunami


Pada saat hari kedua Tsunami NAD , seluruh perhatian masyarakat Indonesia dan Internasional tertuju pada kejadian di Aceh. Melalui berita berita dari seluruh media baik elektronik maupun cetak , kita semua mengikuti perkembangan dari waktu ke waktu.

Malam sebelumnya , kami membahas  masalah Tsunami ini dan apa yang kira kira dari KPU bisa bantu ? Mengapa ini saya sampaikan, karena saya mengetahui bahwa IT KPU memiliki telpon satelit ex IT KPU yang dapat dipergunakan untuk  membantu komunikasi di NAD pada saat itu. Seluruh telekomunikasi ke arah Aceh putus total, walaupun ada beberapa provider telekomunikasi akan tetapi  mereka menggunakan
backbone (jaringan tulang punggung) yang sama yaitu Milik PT TELKOM.

Saya melihat salah satu yang bisa provide alat telekomunikasi adalah KPU melalui telpon satelit yang dimiliki KPU dimana itu adalah cadangan sisa pemilu 2004.

Saya berangkat ke Jakarta untuk menghadiri undangan rapat di KPU membahas laporan pemilu 2004 (IT) dan juga membahas soal Tsunami di Aceh.





Posted at 10:41 am by basuki1
Make a comment  

Dec 26, 2005
Tsunami , setahun lalu


Pada minggu siang tanggal 26 Desember 2004 , seperti biasa saya ke CNRG untuk melihat banyak hal  yang ada di dalam kampus terutama email dan web. Sekitar jam 12 an saya menyalakan TV dan kebetulan ada liputan 6 siang (12 an) dari SCTV dan mengabarkan bahwa ada gempa bumi di dekat Banda Aceh dan Banda Aceh belum dapat terhubung sejak pagi hari. Semua komunikasi putus ke dan dari Banda Aceh.

Penasaran juga apa yang terjadi , akhirnya aku buka http://news.bbc.co.uk/ karena saya pikir biasanya kalau ada kejadian kejadian yang berkaitan dengan dalam negeri, berita dari luar negeri lebih cepat. Dan dalam situs tersebut sudah ada berita tentang gelombang Tsunami di Srilanka yang menelan banyak korban. Yang menarik , bahwa gelombang Tsunami tersebut berasal dari gempa di Selatan Banda Aceh.

Saya agak kaget dan agak cemas karena menurut berita SCTV , Banda Aceh tidak bisa dihubungi alias seluruh telekomunikasi ke dan dari Banda Aceh terputus. Kira kira jam 16 an , saya buka lagi http://news.bbc.co.uk/ dan melihat updates terbaru, sementara dari Headline news Metro TV tidak ada berita update terbaru tentang situasi di Aceh. Dan dari berita di news.bbc, jumlah korban bertambah terus di Srilanka dan juga ada laporan bahwa gelombang Tsunami juga terjadi di Thailand (Phuket) dan juga India.  Sementara itu sudah mulai ada laporan bahwa ada korban di Banda Aceh yang jumlahnya masih terhitung puluhan dan mereka belum bisa melaporkan secara lengkap karena berita yang didapatkan berasal dari salah seorang anggota Amatir radio  bahwa telah terjadi gelombang besar di Banda Aceh  yang menghantam Banda Aceh.
Selain itu , saya ingat bahwa kalau terjadi gempa, biasanya laporan dari Amerika ,
USGS (http://www.usgs.gov) secara kualitatif akan memberikan laporan dimana letak episentrum gempa . Dan saya melihat dari data USGS telah terjadi gempa dengan kekuatan diperkirakan lebih dari 9 skala Richter dengan pusat di selatan Banda Aceh yang jaraknya kalau tidak salah sekitar 200 Km dari Banda Aceh.

Saya pikir , ini besar sekali dan saya melihat peta , feelingku , gempa ini pasti merusak Banda Aceh karena dekat sekali pusat gempa dengan Banda Aceh

Jam 18 an , saya menonton kembali berita di SCTV dan Metro TV. Dan dikabarkan telah terjadi musibah di Banda Aceh yaitu terjadi gempa bumi yang episentrum nya tidak jauh dari Banda Aceh. Data tersebut didapat dari BMG (Badan Metrologi dan Geofisika) dan data BMG hanya menyebutkan (kalau tidak salah) gempa tersebut berkekuatan 6 Skala Richter. Jelas saya kurang percaya dan lebih percaya data daru USGS , apalagi ditambah tidak ada komunikasi yang bisa masuk ke Banda Aceh. Saya mencoba telpon salah satu ex operator entry data KPU disana, dan memang tidak bisa masuk.

Saya coba pantau sampai malam hari, sekitar jam 22 an melalui headline news di Metro , beritanya relatif tidak berubah. Feeling saya makin tidak enak , saya merasa ada sesuatu yang besar yang terjadi disana karena seluruh jalur komunikasi terputus kecuali mungkin melalui amatir radio.

Saya berkomunikasi dengan beberapa teman termasuk bu Chusnul Mar'iyah (anggota KPU) karena bu Chusnul juga mencoba menghubungi salah satu anggota KPUD NAD , ibu Titin, yang kebetulan mengurus IT KPU pada saat pemilu 2004 dan tidak dapat dihubungi HP beliau.

Saya mengatakan pada bu Chusnul , bahwa ini ada bencana besar kalau dilihat dari website bbc dan USGS , walaupun keterangan resmi dari pemerintah belum ada. Saya juga menyampaikan , sepertinya kita bisa memanfaatkan telepon satelit KPU yang masih ada di gudang untuk bantuan komunikasi.

hari telah larut , jam 23 , saya terpaksa cabut dari CNRG ,......dengan perasaan agak kuatir. Di luar kami ketemu pak Erwin yang juga berusaha menghubungi
 teman teman di Aceh termasuk bu Tintin tapi tidak dapat dihubungi..

akhirnya kami pulang dengan perasaan was was tentang keadaan di Aceh..






Posted at 10:36 am by basuki1
Make a comment  

Dec 25, 2005
Pabrik (nya) Sugandi


Siang ini , aku berkunjung ke Pabrik temanku , Sugandi KI-90 di kawasan Boscha Lembang. Sudah lama aku tidak berkunjung ke pabriknya . Aku tanya, dia bikin apa sekarang , dan jawabnya dia sedang bikin pabrik pengolahan sawit.

Terus terang, saya mengunjungi dia adalah untuk bertanya soal pengolahan dan pabrik bio-diesel yang berbahan baku buah jarak pagar. Gandi cerita bahwa bio-diesel itu sudah dia kembangkan sekitar 2 tahun lalu. Ada beberapa hal  yang aku dapat dari penuturan Gandi , antara lain :

  • Dia mempunyai proyek percontohan di NTT
  • Untuk dapat menghasilkan bio-diesel dengan kapasitas 2 ton/ hari dibutuhkan lahan sekitar 350 hA
  • Waktu menanam jarak sejak dimulai sampai bisa dipetik buahnya adalah sekitar 7 bulan
  • Biaya per Kg jarak pagar adalah Rp 500 - Rp 800
  • untuk menghasilkan minyak jarak per liter dibutuhkan paling tidak 3 Kg buah jarak
  • Biaya pengolahan (esterifikasi dsb) + total biaya produksi untuk menghasilkan minyak bio-diesel per liternya adalah Rp 3500, karena dalam proses pengolahan minyak jarak menjadi minyak bio-diesel diperlukan bahan baku lain misalnya Etanol dan Caustic Soda (NaOH) sebagai bagian dari proses esterifika
  • By product dari bio-diesel ini adalah Glyserin  (http://en.wikipedia.org/wiki/Glycerine)  dimana glyserin ini adalah salah satu bahan kimia yang dibutuhkan untuk berbagai kebutuhan seperti obat obatan dan bahan kosmetik
Beberapa gambar tentang pabrik nya Gandi ini ada di
http://basuki8123.fotopic.net/c804887.html


Posted at 09:17 pm by basuki1
Make a comment  

Dec 24, 2005
Resepsi Pernikahan Putri Pak Nazar


Tanggal 23 Desember 2005 adalah hari yang mengharukan bagi pak Nazarudin Sjamsuddin, Ketua KPU (Non akfit) karena hari tersebut ,beliau menikahkan putri nya yang no 2 , Amalia NS , seorang dokter gigi yang menikah dengan Bram Moeis , cucu seorang sastrawan terkenal Abdoel Moeis.

Resepsi pernikahan putri pak NS diselenggarakan di hotel Kartika Chandra , Jakarta.

Pada saat mempelai berdua masuk kedalam ruangan resepsi dengan di iringi tarian adat aceh diikuti seluruh anggota keluarga besar mereka berdua, terasa sekali suasana haru. Paling tidak itu yang dapat saya rasakan, terutama lagu yang mengiringi pengantin dan keluarga berjalan ke pelaminan mempunyai 'rasa' yang mengharukan tapi tidak cengeng. Saya sendiri tidak tahu itu lagu apa. Tapi paling tidak itulah yang saya rasakan.

Pak NS sempat melihatku pada saat mengiringi kedua mempelai berjalan karena aku sedang memotret juga. Terlihat agak 'kaget' dan 'surprised' saat melihatku.

Setelah itu kami antri untuk menyalami, pada saat antri sudah terlihat beberapa nama beken yang sering muncul di tv terutama dari pengamat pengamat politik dan juga beberapa anggota DPR antara lain AM FATWA dan Ferry Mursidan Baldan.
Pada saat giliranku berjabat tangan , pak NS berkata , " nah ini dia tim IT KPU" dan aku dipeluk beliau cukup erat (kaget juga sih , gak biasa di peluk,heheh) dan aku mengenalkan 'rombonganku' dari trainerkpu (Angga dan Keti) yang kebetulan ikut hadir dalam acara resepsi ini.

Pada awalnya, saya melihat jumlah tamu tidak begitu banyak , ini bisa dilihat dari banyaknya jumlah antrian. Tapi , setelah beberapa saat (30 menit an), saya melihat tamunya makin lama makin banyak dan 'mengalir' terus seperti air atau kalau orang jawa bilang "Nyumber"...

Saya meninggalkan tempat sekitar jam 21.30 WIB dan masih banyak tamu tamu yang datang. Saya bersyukur ternyata memang Allah SWT menunjukkan pada kita bahwa memang pak NS orang baik, dalam kondisi beliau seperti ini , tetap masih banyak orang yang datang pada resepsi pernikahan putrinya.

Mudah mudahan pak NS diberi kekuatan oleh Allah SWT dan juga keluarga beliau. Mudaha mudahan cobaan ini bisa segera lepas dan pak NS bisa kembali berkumpul dengan keluarga , sahabat dan handai taulan.





Posted at 03:26 pm by basuki1
Make a comment  

Dec 20, 2005
Pria Sejati Menurut Konfusius


Selama lebih dari dua ribu tahun konfusius menjadi raja yang tidak bermahkota di China karena konfusianisme lebih dari sekedar warisan kebudayaan untuk orang China.

Salah satu pelajaran konfusius pada muridnya adalah tentang pria sejati :

Pria sejati haruslah rendah hati,murah hati , berwawasan luas dan baik hati

Seorang pria sejati mengerti apa yang adil dan benar; orang yang picik hanya mencari keuntungan

Seorang pria sejati menolong sesamanya untuk menyadari potensi mereka dan tidak mengikuti temannya berbuat jahat ; orang yang picik berbuat sebaliknya

Seorang pria sejati khawatir tentang ketidakmampuannya, bukan apakah orang lain menghargai kemampuannya atau tidak

Seorang pria sejati menuntut dirinya sendiri; seorang yang picik menuntut orang lain

Seorang pria sejati mempunyai lingkungan sosial yang luas; orang yang picik hanya menjadi pengikut.

Seorang pria sejati mula mula akan mempraktekkan apa yang dia katakan,kemudian mengatakan apa yang dia praktekkan

Seorang pria sejati lambat berbicara tapi cepat dalam bertindak




Posted at 07:01 pm by basuki1
Make a comment  

Previous Page Next Page