<< August 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30 31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Feb 29, 2008
Tragedi di Tahun kabisat 2008


Pada hari ini tanggal 29 Februari 2008 ,
adalah tahun kabisat dan tepat pada hari ini terjadi tragedi per Internet an di Indonesia. Di mulai di milis salah satu perguruan tinggi ,Inherent , "
just sharing ...

pagi ini putus koneksi massal telepon (sljj), speedy, astinet start dari
jam 7 pagi ini estimasi sih katanya abis jumatan kelar ...

tapi inherent masih jalan.coba kalo ada internetnya :) asyik


siapa aja yang kena putus yah ?

salam
muji r.r

Rupanya tidak hal ini tidak hanya terjadi di Lampung , tapi juga terjadi diseluruh Indonesia yang terhubung ke provider terbesar di Indonesia , PT Telkom (http://www.telkom.co.id).

Di milis assosiasi warnet, juga mulai dikeluhkan kejadian tersebut ,jam 10:15 muncul berita yang bertanya hal yang sama,

Date: Fri, 29 Feb 2008 10:15:34 +0700
From: Danda Aditantra <skyblaster001@gmail.com>
To: asosiasi-warnet@yahoogroups.com
Subject: [asosiasi-warnet] Speedy koneksinyamati


Kenapa ya kok koneksi speedynya mati...... wah rugi banget
nich...bisa
seharian atau beberapa hari. Semoga tidak mati berlama-lama.

Karena sangat mengganggu kepentingan umum.....


Sedangkan berita di detik.com
http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/02/tgl/29/time/102532/idnews/901899/idkanal/328
pukul 10:25 WIB

Jumat, 29/02/2008 10:25 WIB
Akses Internasional Telkomnet & Speedy Lumpuh
Irawulan - detikinet

Telkom Speedy (dbu/inet)

Surabaya - Akses internet global milik Telkom di link Sumatera putus. Akibatnya, pelanggan Speedy dan TelkomNet Instant harus gigit jari karena akses internet mereka terganggu.

Akses ke beberapa situs seperti Google, Yahoo dan beberapa situs penting lainnya terganggu. Yang tidak mengalami gangguan adalah situs lokal yang mempunyai server di Indonesia.

"Link internet global putus. Ini link Sumatera dan Jawa, itu akibat pembangunan fly over di Palembang menyebabkan fiber optik milik Telkom putus," kata Communication Manager Telkom Divre V Jatim, Djadi Soegiarto kepada detiksurabaya.com, Jumat (29/2/2008).

Terganggunya Speedy dan Telkomnet Instan menurutnya sejak pukul 07.00 WIB. Namun menurutnya, dalam tiga jam ke depan jaringan sudah kembali normal. Pihaknya, kata Djadi, mengalihkan jalur yang terputus tersebut ke jalur normal yang tidak mengalami gangguan.

"Traffic akan dialihkan, diperkirakan tiga jam selesai," ungkapnya.

Saat ini pukul 09.35 WIB, kata Djadi, situs seperti Yahoo, Google dan beberapa situs lainnya sudah mulai bisa diakses namun kecepatannya masih tersendat. Masyarakat Indonesia, kata Djadi, lebih aman menggunakan server lokal daripada server di luar negeri.

"Sudah mulai bisa dibuka namun masih tersendat. Sekali lagi penggunaan server lokal jauh lebih aman," tuturnya.

Pelanggan speedy di Jawa Timur saat ini tercatat 45 ribu orang dan Telkomnet Instan sebanyak 250 ribu pelanggan.

---------

Dan pada kenyataan nya , hingga jam 18 WIB, belum ada perubahan yang berarti atau tidak ada perubahan sama sekali link Internet.

pada berita di detik.com jam 18.47 WIB
http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/02/tgl/29/time/184755/idnews/902262/idkanal/328
Jumat, 29/02/2008 18:47 WIB
Omset Warnet Non-Speedy Naik 50 Persen
Salomo Sihombing - detikinet

Warnet Cartoonet (lom/detikbandung)

Bandung - Lumpuhnya sambungan internasional Speedy menjadi keuntungan bagi warnet-warnet yang menggunakan ISP (Internet Servis Provider) lain. Di Bandung, warnet non-Speedy mengalami peningkatan omset hingga 50 persen.

Salah satu warnet yang ketiban untung yakni Cartoonet di Jl. Surapati no. 153B. Sejak pukul 10.00 WIB, konsumen sudah antre. Bahkan hingga pukul 15.00 WIB semua unit terisi penuh. Selain menggunakan Speedy, warnet ini juga menggunakan Jalawave Conection 128Kbps sebagai back-up.

"Di sini ngantre sampai jam tiga sore. Yah, ada peningkatanlah sekitar 50 persen dari hari biasa," Ujar pengelola Cartoonet Widi kepada detikbandung, Jumat (29/2/2008).


Kerugian yang diderita masyarakat terutama para pemilik warnet sangat besar dengan adanya kejadian ini. Apakah PT Telkom tidak pernah belajar dari kesalahan gempa di Taiwan tahun 2006 ?

Kalau dilihat dari kasus ini , jaringan PT Telkom sangat rentan,
dan tidak ada metode disaster recovery atau fault tollerance yang tinggi.

Mudah mudahan segera bisa diatasi permasalah ini , karena Internet sudah menjadi hajat hidup orang banyak.









Posted at 08:42 pm by basuki1
Make a comment  

Jan 27, 2008
katagori baru , renewable energy


Bersamaan dengan pertengah bulan di tahun baru ini, ada satu topik yang sudah lama saya ingin tulis , yaitu tentang reneable energy. Ini sebenarnya sudah lama menjadi concern saya , terutama karena masalah energi yang berasal dari minyak bumi suka atau tidak suka akan mulai sedikit mengalami kekurangan ,dalam arti  kebutuhan manusia makin lama makin meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan berkurangnya jumlah masyarakat miskin di dunia dengan gerakan MDG , Millenium Development Goals (MDG) http://www.devinfo.org/ dan membuat pemakaian akan energi di dunia meningkat drastis.

Oleh sebab itu kita harus dapat memanfaatkan energi lain selain energi dari minyak bumi , misalnya energi-energi yang disediakan oleh alam seperti angin , air , perbedaan tekanan (udara, dan air) dan energi energi lain yang telah disediakan alam (Allah SWT). Sekarang permasalahan nya , bagaimana kita dapat mengubah energi-energi tersebut menjadi energi yang dapat dimanfaatkan oleh manusia.

Pemanfaatan energi alternatif ini tidak hanya dapat mengurangi ketergantungan pada minyak bumi akan tetapi juga untuk dapat menjaga alam yang kita miliki, terutama di Indonesia. Tidak bisa dipungkiri , Indonesia adalah salah satu paru paru dunia (selain brasil) dimana letak geografis Indonesia yang berada di khatulistiwa sangat mempengaruhi cuaca dan jenis tanaman yang dapat ditanam. Sebagai bangsa Indonesia , kita harus bangga bahwa bangsa ini telah mempunya kontribusi besar terhadap dunia dari sisi kekayaan alam nya dan harus kita jaga untuk generasi berikutnya dan juga untuk masyarakat dunia. Ini juga yang rupanya menjadi cita cita dari para founding father negara kita , dimana Indonesia dapat aktif dalam perdamaian dunia (pembukaan UUD 45) atas dasar memberikan Oksigen nya ke dunia lain.

Dalam tulisan tulisan yang berkatagori renewable energy , akan banyak dibahas beberapa inisiatif yang telah dilakukan negara negara di dunia dan juga inisiatif yang dilakukan oleh negara kita sendiri.

Terima kasih

-bsd-



Posted at 04:28 am by basuki1
Make a comment  

Jul 23, 2007
Test

Sudah lama
tidak mengisi blog ini ...


Posted at 10:52 pm by basuki1
Make a comment  

Jul 26, 2006
test again



Test again


Posted at 09:38 pm by basuki1
Make a comment  

Mar 12, 2006
Sudut pandang


Ada yang menggelitik pada suatu acara di ITB, yaitu seminar yang diadakan oleh KM ITB pada tanggal 5 Maret 2006. Acara ini lebih banyak diskusi antara mahasiswa ITB dengan para alumni yang dianggap sukses dalam berkarir. Permasalahannya bukan terletak siapa yang bicara , justru yang menarik tulisan yang mengemuka setelah acara tersebut yang tersaji di harian Pikiran Rakyat dan yang tertulis di website ITB (http://www.itb.ac.id).

Harian Pikiran Rakyat (PR) lebih menyoroti sisi 'negatif' dari beberapa alumni yang membuat masalah sedangkan dari reporter web itb lebih mengangkat apa apa yang harus diperbaiki oleh ITB sendiri .

Entah sudut pandang yang berbeda atau konsep "bad news is a good news" yang lebih mengemuka pada kasus ini.

Kalau kita lihat banyak kejadian yang muncul di media massa , banyak yang sepotong sepotong diambil 'angle' atau sudut pandangnya , ini seringkali menimbulkan persepsi yang berbeda pada pembaca.

Mungkin PR tidak salah akan tetapi apabila kritik terhadap suatu institusi dapat lebih 'halus' atau dapat lebih mengarah pada kritik yang membangun, saya pikir akan situasi yang tercipta akan lebih baik.

Berikut ini adalah kutipan :


http://www.pikiran-rakyat.co.id/cetak/2006/032006/09/kampus/lain01.htm

Cukuplah Kampus Mencetak Garong

ALUMNI pulang ke kampus punya banyak cerita. Tapi yang muncul bukan melulu cerita kesuksesan, malah kesan miris melihat almamaternya melempem. Setidaknya lontaran-lontaran miris itu terjadi saat Keluarga Mahasiswa ITB mengajak alumni membagi cerita kepada anak-anak baru angkatan 2004 dan 2005.

Cardiyan HIS, jebolan Teknik Geodesi ITB tahun 1973, tidak ragu menyebut kampusnya sebagai penyokong keterpurukan bangsa Indonesia. Pernyataan Cardiyan memang bukan tudingan, jika melihat berapa besar kasus yang melibatkan jebolan-jebolan ITB. Seperti Deputi Direktur Pembangkit PLN, yang mesti menginap di Bareskrim Polda Metro Jaya.

"Entah berapa banyak alumni ITB yang menjadi preman, garong, penipu dan koruptor, yang masih berkeliaran ataupun tidak, dengan bangga mengklaim sebagai lulusan ITB!" katanya di hadapan puluhan mahasiswa angkatan 2004 dan 2005 di Aula Timur ITB, Minggu (5/3).


http://www.itb.ac.id/news/972

Seminar Nasional "Membangun Idealisme, Kredibilitas dan Kepemiminan Manusia ITB dalam Percaturan Global"

klik untuk memperbesarSelasa, 7 - Maret - 2006, 17:32:10
Pada Minggu, 5 Maret 2006 di Aula Barat ITB, diadakan seminar nasional sehari "Membangun Idealisme, Kredibilitas dan Kepemiminan Manusia ITB dalam Percaturan Global" dari Serial Inspiring dan Motivation Seminar (The SIMS), yang diselenggarakan oleh Keluarga Mahasiswa (KM)-ITB dan Brigade Ganesha. Acara ini menghadirkan figur publik-figur publik terkemuka sebagai pembicara. Diadakan dalam 3 sesi, seminar ini berlangsung mulai pukul 08.00 sampai 16.30 WIB.
Dalam sesi pertama, yang bertemakan "ITB, Manusia ITB dan Indonesia", Cardiyan HIS (Presiden dan CEO PT SWI Group, Jakarta), tampil sebagai pembicara utama, didampingi Budiono Kartohadiprojo (Pemred Majalah Gatra). Sesi kedua yang bertemakan "Membangun Idealisme, Kredibilitas, dan Kepemimpinan di Dunia Pasca Kampus", menghadirkan Hotasi Nababan (Dirut MNA), Gede Raka (Guru Besar TI ITB), dan Lendo Nouo (Staf Ahli Menteri BUMN). Sedangkan sesi ketiga menghadirkan Hasnul Suhaini (Dirut Indosat), Sanggu Aritonang (Direktur PLN), dan Rinaldi (Direktur PT Telkom), dalam tema "Tantangan dan Peluang bagi ITB dalam Mengaktualisasikan Perannya di Indonesia".


ITB dan Manusia ITB untuk Indonesia Incorporated

Adalah Cardiyan HS, alumnus T. Geodesi ITB angkatan 1973 – kini Presiden dan CEO PT SWI Group Jakarta–yang menulis buku berjudul sama dengan tema seminar ini, dan menjadi pembicara pertama dalam seminar sehari yang diselenggarakan Keluarga Mahasiswa (KM) ITB kemarin (5/3). Dalam kesempatan itu, beliau menyoroti masalah degradasi kualitas ITB sebagai institusi pendidikan. ITB kini telah tertinggal jauh dari universitas dan institut negara tetangga yang dahulu (era 70-an, red) menjadi pesaingnya. Hal ini disebabkan oleh sikap pemerintah Indonesia yang tidak mengutamakan pembangunan di bidang pendidikan, dimana hanya sebagian kecil dana pembangunan yang dialokasikan untuk belanja bidang pendidikan. Sementara universitas dari negara tetangga seperti Singapura, maju karena pemerintahnya kredibel dan peduli dengan masalah pendidikan. "Kemampuan mereka unggul sebagai entrepreneur university," jelas beliau mengenai sistem pendidikan negara tetangga yang menjalin kerjasama dengan dunia industri sehingga mahasiswanya dapat menjadi entrepreneur yang menciptakan lapangan kerjanya sendiri.
Namun demikian, beliau mengklaim, ITB masih mempunyai potensi berupa sumber daya manusia yang berkualitas. "Oleh karena itu, ITB hendaknya semakin mengarahkan lebih banyak mahasiswa untuk memahami dunia industri dengan virus-virus enterpreneurship sejak mereka masuk ITB. Mereka harus diberikan banyak proses latihan untuk berani mencoba melakukan dan merealisasikan ide menjadi sesuatu karya semasa mereka di kampus. Biarkan proses trial and error ini berjalan sebagai tradisi menuju filosofi kerja bahwa 'usaha keras adalah bagian yang sangat penting dari proses penghargaan'. Suatu penampilan dan kegagalan dari usaha keras yang dilakukan akan tetap mendapat simpati dari organisasi." ungkap beliau.

Di kemudian hari filosofi ini akan membawa manusia ITB sebagai para pemberani dalam mengambil keputusan inovatif atau keputusan terobosan bukan keputusan yang biasa-biasa saja. Dengan demikian kita akan terdidik menjadi bangsa pemberani bukan bangsa pengecut.” Demikian jelas beliau.


Posted at 01:58 pm by basuki1
Comments (3)  

Mar 10, 2006
enigma

 

Marian Rejewksi adalah seorang matematikawan asal Polandia yang berhasil membangun metode untuk memecahkan kode mesin enigma yang digunakan oleh Jerman. Atas kerja keras Rejewski inilah , Alan Turing (http://en.wikipedia.org/wiki/Alan_turing) berhasil memecahkan sandi sandi yang dikirimkan oleh Komando Pusat pasukan Jerman pada pasukan pasukan dibawahnya. Sebenarnya perang informasi (information warfare) ini dimulai pada saat perang dunia kedua. Tanpa kerja keras dari Rejewski, bisa jadi Alan Turing tidak akan dapat membuat karya untuk memecahkan kode kode enigma Jerman dan mungkin Alan Turing tidak akan menjadi ‘bapak komputer modern’. Kerja keras Alan Turing ini dilakukan di suatu tempat yang dikenal dengan nama Bletchey Park (http://en.wikipedia.org/wiki/Bletchley_Park).

Berikut ini biografi Marian Rejewski

http://en.wikipedia.org/wiki/Marian_Rejewski

Marian Adam Rejewski ([’marjan re’jefski](?); 16 August 1905 – 13 February 1980) was a Polish mathematician and cryptologist who, in 1932, solved the Enigma machine, the main cipher machine then in use by Germany. The success of Rejewski and his colleagues jump-started the British reading of Enigma-encrypted messages in World War II, and the intelligence so gained, code-named “Ultra,” contributed to the defeat of Nazi Germany, perhaps decisively(Note 1).

While studying mathematics at Poznań University, Rejewski attended a secret cryptology course conducted by the Polish General Staff’s Cipher Bureau, which he joined full-time in 1932. The Bureau had had no success in reading Enigma, and set Rejewski to work on the problem in late 1932. After only a few weeks, he had deduced the secret internal wiring of the Enigma. Rejewski and two mathematician colleagues then developed an assortment of techniques for the regular decryption of Enigma messages. Rejewski’s contributions included devising the cryptologic “card catalog,” derived using his “cyclometer,” and the cryptologic “bomb” (Polish: bomba).

Five weeks before the German invasion of Poland in 1939, Rejewski and his colleagues presented their results on Enigma decryption to French and British intelligence representatives. Shortly after the outbreak of war, the Polish cryptologists were evacuated to France, where they continued their work in collaboration with the British and French. They were again compelled to evacuate after the fall of France in June 1940, but within months returned to work undercover in Vichy France. After the country was fully occupied by Germany in November 1942, Rejewski and fellow mathematician Henryk Zygalski fled to Britain via Spain. In Britain, they worked at a Polish unit, solving low-level German ciphers. In 1946 Rejewski returned to his family in Poland and worked as an accountant, remaining silent about his cryptologic work until 1967.


Posted at 11:16 am by basuki1
Comments (2)  

Mar 8, 2006
test

udah lama tidak ngisi blog ini ,
ada beberapa kabar antara lain :

http://news.antara.co.id/seenws/?id=29356

 
PRESIDEN KELUARKAN PERPU PERPANJANG MASA TUGAS ANGGOTA KPU
 
 
Jakarta (ANTARA News) - Mensesneg, Yusril Ihza Mahendra mengatakan Presiden mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 tahun 2006 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 12/2003 tentang Pemilu anggota DPR, DPD, dan DPRD.

Menurut Yusril, di Jakarta, Selasa, perppu tersebut berisi dua pasal yang antara lain menyatakan bahwa anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang diangkat berdasarkan UU Nomor 4/2000 dapat tetap melaksanakan tugasnya sampai dengan terbentuknya penyelenggara pemilu berdasarkan UU Pemilu yang baru.

UU tentang KPU nomor 4/2000 mengatur tentang Perubahan UU Nomor 3/1999 telah disesuaikan dengan UU Nomor 12/2003 yang isinya mengatur tentang perpanjangan masa tugas anggota KPU.

"Untuk mencegah kevakuman, pimpinan atau organisasi KPU, maka dipandang perlu untuk mengeluarkan perppu yang memperpanjang masa kerja anggota KPU sampai dengan terbentuknya KPU yang baru," katanya.

DPR saat ini sedang mempersiapkan RUU tentang Penyelenggaraan Pemilu yang baru yang mungkin struktur organisasinya maupun keanggotaan KPU, akan berbeda dengan KPU yang sekarang, kata Yusril.

Mengenai anggota KPU yang divonis pidana atau mereka yang sedang dalam proses peradilan, menurut Yusril, sudah otomatif diberhentikan sementara. Dengan demikian perppu ini hanya berlaku bagi anggota KPU yang aktif, seperti Wakil Ketua KPU, Ramlan Surbakti dan anggota KPU, Chusnul Mariah.

Menurut dia, tugas KPU saat ini memang tidak terlalu banyak, seperti pada saat penyelenggaraan pemilu, karena hanya mengurus proses pergantian antar-waktu anggota DPR dan DPRD. (*)


Posted at 03:03 pm by basuki1
Make a comment  

Jan 28, 2006
Tentang Pendidikan di ITB


Tulisan ini saya ambil dari tulisan 'budhe' Ida , AS-75 di milis itb75@itb.ac.id
menarik untuk disimak , sekaligus juga menjadi bahan pemikiran.


Date: Fri, 27 Jan 2006 12:42:26 +0700
From: Ida Sitompul <udur -1@telkom.net>
Reply-To: itb75@itb.ac.id
To: itb75@itb.ac.id
Subject: [Itb75] cuma untuk cara berpikirnya

 Suatu hari saya ngobrol dengan beberapa orang termasuk seorang lulusan itb
yang baru saja memberi presentasi tentang sesuatu yang menjadi salah satu
sumber hidupnya, bukan bidang yang dia pelajari di ITB. Waktu itu kami sedang
mengunjungi beberapa lulusan ITB yang punya hajatan dalam pekerjaannya yang
juga melenceng dari apa yang pernah mereka pelajari di ITB. Alumni itb ini
cerita tentang seorang bapak yang anaknya ngotot masuk jurusan tertentu di ITB
dan dengan nada sedikit melecehkan, dia berkomentar bahwa masuk itb sih tidak
penting jurusannya apa, masuk apa saja, masuk biologi misalnya, yang lebih
mudah, tidak usah ngotot masuk Informatika yang persaingannya ketat itu. Karena
orang masuk itb itu untuk mendapatkan jalan berpikirnya saja kok, jurusannya
apa sih tidak penting, apa sajalah. Buktinya dia dan para tuan rumah tidak
bekerja di bidang yang sesuai dengan jurusannya dulu. Malah jauh melenceng.
Begitu katanya, sebelum dia pamit meninggalkan tempat. Itu diucapkan dengan nada bangga. Saya pikir bukan hanya dia satu-satunya lulusan ITB yang
pernah berkata seperti itu. Ucapan itu nyaris menjadi sesuatu yang tampaknya
dianut oleh banyak orang itb.

Seorang lulusan Unhas melirik ke saya, dia bilang itulah yang salah dengan
itb. ITB sebetulnya tidak mendidik mahasiswanya menjadi ahli di bidangnya. Saya
punya bebrapa bawahan orang itb...., katanya. Saya tidak keburu mendengar dan
memwawancara mengapa dia berpendapat begitu karena taxi saya keburu datang.
Yang jelas, orang yang pernah membawahkan dan pernah bekerja sama dengan
lulusan ITB itu tampaknya tidak punya kesan yang sangat positif terhadap
lulusan ITB. Saya kadang berpikir apakah ucapan semacam: "ah masuk itb itu kan
untuk mendapatkan pola berpikirnya saja" adalah semacam apologi? Atau itu
benar-benar adalah tujuan sebagian orang masuk ITB ?

Menarik mungkin untuk membicarakan mengapa orang masuk itb. Seperti salah
satu email disini yang cerita tentang seorang kenalan kita yang masuk itb,
tidak tahu jurusan apa, pokoknya mau masuk jurusan insinyur. Lalu, seorang
teman saya bercerita bahwa waktu masih sekolah dia rajin sekali belajar.
Cita-cita akhirnya adalah masuk itb. Dia sangat penuh motivasi karena cita-cita
itu. Setelah dia masuk itb dan selesai, dia tidak lagi menggebu-gebu atau punya
cita-cita yang ambisius lainnya, cari kerja pun tidak ambisius dsb. Seakan-akan
cita-citanya sudah terpenuhi dan tidak ada lagi yang worth it untuk jadi
cita-cita. Terus lagi, Vicky (sorri aja Vick, nama ente aku bawa-bawa he he he)
bilang bahwa dia memaksakan diri agar bisa selesai. Memaksakan diri? Memangnya
siapa dulu yang memilih Fisika?  (gak usah dijawab Vic, cuma retorik he he he,
cuma mau kasih ilustrasi, jangan marah ya). Dan waktu saya cari info tentang
berbagai bidang pekerjaan dan jurusan, tak kurang yang seakan  menganjurkan untuk tidak terlalu memikirkan jurusan yang akan dipilih, persis
seperti lulusan itb yang saya ceritakan di awal, karena .."saya juga kerjanya
gak di bidang jurusan saya dulu kok. Orang ITB itu bisa bekerja dimana saja
tidak tergantung jurusannya." Rasanya dasarnya sama dengan yang diucapkan
lulusan ITB di awal cerita saya ini: "Masuk itb itu cuma untuk mengambil pola
berpikirnya saja."

Anak-anak yang masuk itb bagaimana pun juga dapat dikatakan cream of the
crop. Malah mungkin cream of the cream of the crop dari anak-anak Indonesia.
Sebagian besar dari mereka mestinya anak-anak yang mempunyai potensi yang
sangat besar, jauh dari rata-rata. Anak-anak semacam ini umumnya mempunyai
kemampuan analitik dan logika yang sangat baik. Jadi ungkapan bahwa "yang
diambil di itb adalah pola berpikirnya"  kali ini membuat saya bertanya: apakah
itu benar? Apakah benar di itb mereka diajar pola berpikir atau sebetulnya
mereka tidak banyak diajar, sebaliknya lebih banyak mendidik dan mengajar diri
sendiri, yang menjadi ciri dari kebanyakan anak-anak sangat cerdas? Apakah jika
mereka tidak melalui ITB mereka tidak akan punya pola pikir yang dikatakan
didapat di itb itu.? Atau mereka akan tetap akan punya pola pikir yang mereka
banggakan itu karena itu sebetulnya adalah bakat inheren yang dibawa sejak
lahir? Dengan kata lain, dimana pun mereka berada, seandainya mereka ti
 dak melewati ITBpun mereka akan menjadi orang yang punya pola pikir yang sama,
analitis dan logis, dan lainnya.

 Patutkah orang khawatir bahwa tata nilai demikian itu mungkin tidak baik
untuk kita. Mungkinkah itu salah satu sebab itb bukanlah perguruan yang sangat
produktif; karya dan publikasinya kurang memadai? Yah karena yang masuk
sebenarnya bukan benar-benar berminat terhadap ilmunya, tapi untuk  berbagai
alasan lainnya yang tidak ada hubungannya dengan ilmu itu.

Saya yakin salah masuk kek, salah jurusan kek, asal masuk kek, asal kuliah
pun, bukan berarti tidak ada gunanya. Masuk perguruan tinggi, apalagi masuk itb
banyak manfaatnya. Disini berkumpul orang-orang yang suatu kali akan menduduki
jabatan-jabatan tinggi, negeri maupun swasta, banyak orang-orang hebat pernah
lewat di itb. Itu adalah potensi network yang luar biasa. Itu saja sudah
manfaat yang luar biasa. Lho saya saja paling tidak bisa bilang: Wah itu Pak
Satrio itu teman saya lho. Padahal saya cuma tahu-tahu saja dengan Satrio,
dengan interaksi yang minim. Atau saya bisa bilang, wah dulu Pak Rizal Ramli
itu teman saya ngobrol-ngobrol. Lha gaya, rek. Hmm, bisa mengatrol imej 'kali.

Apakah benar bahwa tidak penting jurusan apa yang kita ambil? Atau
sebetulnya ada nilai yang lebih baik dari itu? Apakah nilai itu sebetulnya kita
anut sebagai apologi karena kita tidak mampu tahu apa yang ingin kita lakukan
waktu kita masuk, atau apologi karena ternyata apa yang kita masuki sebetulnya
bukan yang paling cocok untuk kita?

Apa barangkali kita bisa mengatakan bahwa kebanyakan orang masuk itb tanpa
tahu sebetulnya apa yang dia ambil? Ya, ya, buntutnya baik-baik saja kok. Tapi
pertanyaannya: Can we do better?

 Kalau benar bahwa banyak orang masuk itb seperti membeli kucing dalam
karung, (mungkin juga begitu dengan banyak anak Indonesia lainnya di PT lain),
cuma ikut trend, atau opini umum tentang apa yang paling menjanjikan untuk masa
depan, atau sekedar kuliah, atau asal masuk itb, atau oh kayaknya jurusan ini
enak deh, apakah itu bagus? Mengapa itu terjadi? Apakah itu perlu diubah?
Apakah tidak lebih baik orang tahu apa yang dia pilih? Seberapa besar
persentase anak itb yang paham apa yang dia pilih? Seberapa besar kesempatan
anak-anak Indonesia mengenal berbagai pilihan itu atau berkesempatan mencoba
sesuatu? Padahal di Indonesia, sekali kita menetapkan pilihan kita waktu masuk
di PT, tidak seperti di beberapa negeri luar, sukar mengganti haluan karena
berbagai alasan.

Apakah sistem pendidikan dasar kita sampai menengah terlalu kaku sehingga
anak tidak lagi berkesempatan melakukan eksplorasi untuk mengenal dirinya dan
berbagai hal tanpa kececeran? Juniornya Akmasy beruntung bahwa dikenalkan
komputer, eh langsung gemar, merasa cocok, main-main disitu dan akhirnya
melanjutkan ke jurusan itu. Berapa banyak anak mendapat kesempatan demikian,
atau perjalanannya demikian? Seandainya, seandainya saja, junior Akmasy
diperkenalkan pada komputer, dia suka, tapi terbatas pada suka seperti sukanya
pada banyak hal lain, tanpa keistimewaan tertentu, apakah cerita akan lain?

Berapa banyak anak yang mungkin seperti Feynmann, dari kecil kerjanya sudah
main elektronik-elektronikan, merakit sistem suara di seantero rumahnya,
main-main dengan rangkaian lampu, berbuntut kegemarannya pada fisika dan
keakrabannya terhadap kegiatan utak-atik yang juga bermanfaat. Atau seperti
Andrew Wiles yang suka puzzles, suka matematika sejak kecil, begitu ketemu buku
puzzle tentang Theorema Terakhir Fermat di usianya yang 10 tahun, langsung
terobsesi untuk memecahkannya dan tiga dekade kemudian dia menemukan solusi
untuk teorema itu, menyebabkan gegap gempita dunia matematika di tahun 1993.
Pencapaian yang super luar biasa.

Kita bisa bilang bahwa mereka adalah otak-otak super, jadi kasusnya
berbeda. Tapi saya kok yakin bahwa di ITB tidak kurang orang yang punya potensi
seperti mereka. Tapi kita jarang menemukan prestasi seperti itu. Seorang teman
saya yang dulu sedang ambil PhD di Child Development menyatakan bahwa pada IQ
140an ke atas, "They are all the same, Ida." "They have the ability to
understand equally difficult things and make equal achievement. What make the
difference are other things." Sebuah penelitian tentang Grandmaster Catur dan
dan para Masternya menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara IQ
para GrandMaster dan IQ para Master itu, sama saja. Tapi yang satu mencapai
gelar Grandmaster yang satu lagi Master saja. Ada hal lain.

Jadi apa hal lain itu yang membuat tidak ada orang Indonesia, atau lulusan
ITB yang menghasilkan Nobel spt Feynmann, atau membuat kehebohan besar seperti
Andrew Wiles?

 Mungkinkah tata nilai yang kita anut soal perguruan tinggi itu menjadi
sebab? Kita tidak terlalu peduli apa yang kita pelajari, itu bukan tujuan kita.
Atau kita tidak punya kesempatan mengenali apa saja yang ada di dunia sana,
entah karena sistem kita, entah karena apa, sehingga ada mismatch antara
pribadi kita dengan apa yang kita pilih sehingga hasilnya tidak maksimal?
Mungkinkah nilai yang kita anut itu bukan sepenuhnya tata nilai yang
betul-betul kita percaya, tapi sekadar apologi? Apakah ada hal-hal yang bisa
kita perbaiki, mungkin untuk generasi anak-anak kita? Atau kita merasa
nilai-nilai dan cara-cara yang kita anut selama ini sudah benar, tidak masalah,
memadai? Kita sudah puas? Tidak ada yang perlu diperbaiki lagi dari jalan yang
kita pernah tempuh itu? Toh kita berhasil juga dalam hidup, begitu juga nanti
anak-anak, dengan cara dan nilai yang sama? Atau mungkin kita perlu mengaji
ulang kriteria berhasil?
    Pagi-pagi dingin begini (sudah dua hari Bandung dingin
sekali......brrrrrr), mengapa lagi aku banyak tanya-tanya....

Salam,
ida


Posted at 08:59 pm by basuki1
Comments (2)  

Jan 24, 2006
SQ juga bisa Dodol


Akhirnya datang juga koperku , wah lumayan juga koper ini bisa kembali lagi, walaupun aku tahu bahwa koper ini pasti kembali , cuma aku tidak tahu kapan seharusnya koper ini kembali :-)...

Ini semua dimulai karena keterlambatan jadwal yang seharusnya berangkat jam 20.15 minggu tanggal 22 Januari 2006 , tapi terlambat hampir 1 jam kemudian bisa take off.
Ini disebabkan menunggu jadwal kedatangan SQ dari Singapore yang terlambat datang juga, aku sudah krasa jangan jangan ditinggal oleh SQ tapi aku pikir apa iya SQ sampai men delay kalau penerbangan tertunda ?

 Sampai di Singapore , sekitar jam 23.30 waktu Singapore , aku pikir aku bisa ditunggu oleh penerbangan ke Tokyo tersebut. Ternyata benar , kita ditinggal dan langsung aku ke transfer desk ( karena aku khan harus datang di Tokyo pagi hari , karena jadwal pertemuan TEIN2 meeting di pertemuan APAN harus diikuti , ini soal laporan status report Indonesia (ITB), jadi harus sampai pagi hari di Tokyo ). Dan disana sudah ada dua orang yang kebetulan juga akan ke Tokyo , salah satunya anggota DPR , pak Burhanuddin Napitupulu dan salah seorang temannya.

Mereka sudah ada disitu dan mereka ngotot juga untuk pergi malam ini, karena besok pagi mereka akan ada agenda pertemuan dengan pemerintah Jepang bersama Wakil Presiden , Jusuf Kalla. Pada awalnya , pihak Singapore Airlines (SQ) mendelay dan memberitahu bahwa jadwal kita adalah esok pagi jam 9.45 waktu SG.
Tentu saja , mereka berdua (dan aku juga) tidak bisa terima akan hal itu. Akhirnya dipanggillah manajer on duty nya , kalau tidak salah namanya Tony.

Kita ngotot agar bisa berangkat malam ini juga, dan teman pak Burhanuddin ngotot juga ke mereka agar kita bisa terbang malam ini atau flight terpagi yang ada. Pada awalnya mereka mencarikan flight lain dan didapatlah united airlines yang berangkat pagi hari, tapi setelah coba di kontak ke desk mereka , rupanya mereka sudah tutup dan tidak ada yang jaga selama 24 jam.
Kita meminta mereka untuk mencari alternatif route lain , dan akhirnya ketemu dengan menggunakan SQ juga tapi ke OSAKA dan dari OSAKA dilanjutkan dengan penerbangan domestik menggunakan ANA (Air Nippon Airways).

Akhirnya kita pilih jalur itu, dan kita meminta untuk dipastikan bahwa bagasi kita ikut terangkat sampai ke Hanneda International Airport , Tokyo. Mereka bilang tidak ada masalah dan mereka pastikan bahwa bagasi akan sampai juga dengan manusianya. Walaupun begitu , pak Burhanuddin juga menekankan agar hal itu benar benar dapat dipastikan.

Akhirnya kita take off jam 01.10 AM, 23 januari 2006. Perjalanan ditempuh sekitar 7 jam dan sampai disana sekitar jam 8 pagi, kita keluar dan masuk ke imigrasi. Setelah selesai , akhirnya kita menunggu bagasi kita.
Satu persatu bagasi yang muncul kita perhatikan , dan sampai semua orang mengambil bagasinya , kita tidak menemukan kopor kopor kita :-( ....

Mulailah bapak berdua itu ngomel ngomel , segera aku dan mereka report lost and find luggage.

Setelah selesai lapor , kita bergegas ke penerbangan domestik dan segera check in karena sudah hampir jam 10 (penerbangan kita jam 9.55) , kita check in jam 9.40,
dan take off pukul 10.10 menuju Hanneda International Airport ..

Sesampai di Hanneda , aku langsung bergegas menuju monorail utk segera ke hotel dan berharap masih dapat mengikuti beberapa session TEIN2.

Akhirnya aku sampai di hotel setelah keliling keliling , disana rupanya sudah ada si Edo (PutroJudo) yang sedang sekolah lagi di KEIO Univ  dan akhirnya aku ajak dia ke tempat TEIN2 meeting , tentu saja tanpa mandi dan masih menggunakan kaos , Untung saja ini pertemuan tidak terlalu formal , jadi ya pakai kaos +jaket tidak terlalu kentara...


Setelah selesai pertemuan TEIN2 , aku kembali ke hotel , dan pihak airport menelpon dan menyatakan koper sudah ketemu , baru keesokan harinya dikirim ...

Hari kedua aku di Tokyo , dan pada saat sore hari , aku kembali ke hotel ,koper sudah ada ,,,,ya syukurlah walaupun koper sempat dibuka buka ...untung tidak ada isinya kecuali titipan dari emak EDO juga ikut dibuka :-)











Posted at 10:35 pm by basuki1
Make a comment  

Jan 19, 2006
PERENCANAAN


PERENCANAAN  atau planning adalah proses pengambilan keputusan yang menyangkut apa yang akan dilakukan di masa mendatang, kapan, bagaimana dan siapa yang akan melakukannya.

 

Unsur pengambilan keputusan merupakan unsur penting dalam perencanaan, yaitu proses mengembangkan dan memilih langkah langkah yang akan diambil untuk menghadapi msalah masalah dalam organisasi atau perusahaan. Pimpinan harus mengambil keputusan tentang ramalan ramalan suatuasi yang akan terjadi di masa datang. Misal keadaan ekonomi, langkah langkah apa yang akan dilakukan oleh pesaing dan sebagainya. Mereka harus memutuskan sasaran yang akan dicapai, menganalisis sumber daya yang dimiliki organisasi, bagaimana mengaplikasikannya  dalam rangka mencapai sasaran tersebut. Dalam hal ini diperlukan sikap fleksibilitas di dalam menghadapi perubahan.

 

 

Langkah langkah dalam Perencanaan

Secara garis besar terdapat empat langkah dasar perencanaan yang dapat dipakai untuk semua kegiatan perencanaan pada semua jenjang organisasi. Langkah tersebut adalah :

 

  1. Menetapkan sasaran

Kegiatan perencanaan dimulai dengan memutuskan apa yang ingin dicapai organisasi. Tanpa sasaran yang jelas, sumber daya yang dimiliki organisasi akan menyebar terlalu luas. Dengan menetapkan prioritas dan merinci sasaran secara jelas, organisasi dapat mengarahkan sumber agar lebih efektif.

 

  1. Merumuskan posisi organisasi pada saat ini

Jika sasaran telah ditetapkan , pimpinan harus mengetahui dimana saat ini organisasi berada dan untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan tersebut , sumber daya apa yang dimiliki pada saat ini. Rencana baru dapat disusun jika organisasi telah mengetahui posisinya pada saat ini. Untuk ini di dalam organisasi harus terdapat suasana keterbukaan agar informasi mengalir dengan lancar terutama data keuangan dan statistik.

 

  1. Mengidentifikasi faktor faktor pendukung dan penghambat menuju sasaran

Selanjutnya perlu  diketahui faktor faktor, baik internal maupun eksternal , yang diperkirakan dapat membantu dan menghambat organisasi mencapai sasaran yang terlah ditetapkan. Diakui jauh lebih mudah mengetahui apa yang akan terjadi pada saat ini , dibandingkan dengan meramalkan persoalan atau peluang yang akan terjadi di masa datang. Betapun sulitnya melihat ke depan adalah unsur utama yang paling sulit dalam perencanaan

 

  1. Menyusun langkah langkah untuk mencapai sasaran

Langkah terakhir dalam kegiatan perencanaan adalah mengembangkan berbagai kemungkinan alternatif atau langkah yang diambil untuk mencapai  sasaran yang telah ditetapkan ,m engevaluasi alternatif alternatif ini, dan memilih mana yang dianggap paling baik , cocok dan memuaskan.

 

Jenis Perencanaan

 

Dalam setiap organisasi rencana disusun secara hierarki sejalan dengan struktur organisasinya.Pada setiap jenjang, rencana mempunyai fungsi ganda: sebagai sasaran yang harus dicapai oleh jenjang dibawahnya dan merupakan langkah yang harus dilakukan untuk mencapai sasaran yang ditetapkan oleh jenjang diatasnya.

 

Ada dua jenis rencana , yaitu : (1) rencana strategik,yang disusun untuk mencapai tujuan umum organisasi, yaitu melaksanakan misi organisasi, (2) rencana operasional , yang merupakan rincian tentang bagaimana rencana strategik dilaksanakan.

 

Rencana Operasional

 

Rencana Operasional terdiri atas bentuk , yaitu : (1) rencana sekali pakai (single use plan) yakni rencana yang disusun untuk mencapai tujuan tertentu dan dibubarkan segera setelah tujuan ini tercapai; (2) rencana permanen (standing plans) , yakni pendekatan pendekatan yang sudah di standarisasi untuk menghadapi situasi berulang dan dapat diramalkan sebelumnya.

 
 Rencana Sekali pakai
.  

 

PERENCANAAN   STRATEGIK.

 
Sering juga disebut Perencanaan Jangkah Panjang (longe range planning) adalah proses pengambilan keputusan yang menyangkut tujuan jangka panjang organisasi, kebijakan yang harus diperhatikan , serta strategi yang harus dijalankan untuk mencapai tujuan tersebut. Untuk melaksanakan strategi tersebut harus pula disusun program kerja yang terinci , mencakup kegiatan yang harus dilakukan , kapan harus dimulai , kapan harus selesai , dan siapa yang harus bertanggung jawab, serta sumber daya manusia yang diperlukan. Singkatnya perencanaan strategik adalah proses perencanaan jangka panjang yang sudah diformalkan , yang digunakan untuk merumuskan tujuan organisasi serta cara menghadapinya.

 

Konsep Strategi.

Ada beberapa konsep strategi ,  pertama, strategi adalah program umum untuk mencapai sasaran organisasi dan melaksanakan misinya. Kedua, strategi adalah pedoman umum organisasi untuk menghadapi perubahan lingkungan sepanjang waktu.

 

Karakteristik Perencanaan Strategik.

Ada lima ciri pokok perencanaan strategik , yaitu :

  1. Perencanaan strategik memberikan jawaban atas pertanyaan pertanyaan, seperti,"apakah jenis usaha yang kita masuki dan seharusnya kita masuki ?"
  2. Perencanaan strategik merupakan kerangka dasar yang dapat dipakai sebagai pedoman untuk penyusunan rencana yang lebih rinci dan pengambilan keputusan harian. Jika seorang manajer harus mengambil keputusan semacam itu, ia dapat mengajukan pertanyaan " dari alternatif yang ada , manakah yang paling konsisten dengan strategi kita ?"
  3. Perencanaan strategik memiliki kurun waktu yang lebih panjang daripada jenis perencanaan lain
  4. Perencanaan strategik membantu organisasi untuk mengarahkan sumber dayanya pada kegiatan yang mempunyai prioritas tinggi
  5. Perencanaan strategik merupakan kegiatan tingkat atas, artinya ,pucuk pimpinan harus terlibat secara aktif. Karena hanya pucuk pimpinan yang memiliki pandangan yang dibutuhkan  untuk mempertimbangkan semua aspek organisasi dan karena commitment dari pucuk pimpinan sangat diperlukan untuk menumbuhkan dan mendukung commitment dari bawah.

 


 



Posted at 09:31 pm by basuki1
Comment (1)  

Next Page