|
Pada tahun 99, saya berkenalan dengan mas Dodo (AR-80) dan Alexander Irwan (FISIP UI-77) yang kebetulan waktu itu Alex menjabat direktur SMERU (Social Monitoring Early respond Unit) World Bank di Indonesia. Tugas utama SMERU adalah mengawasi program jaringan pengamasan sosial yang pada tahun tahun itu mulai dilakukan oleh pemerintah RI dan dibiayai oleh World Bank (kalau tidak salah). Dari pembicaraan pembicaraan tersebut , ternyata muncul suatu ide untuk membuat basis data berbasis komunitas. Dan akhirnya dicoba dalam lingkup yang terbatas di Lombok Barat. Menjadi menarik kenapa dipilih Lombok , bukan di Jawa atau tempat lain. Kami mencoba menggali dari data data dasar yang ada misalnya di BPS , ternyata pada saat itu juga kami baru menyadari bahwa tidak semua data dasar tersedia. Terutama data data yang dapat memberi layanan (services) pada komunitas. pada kesempatan lain , akan saya sampaikan model pengumpulan informasi dari komunitas dari apa apa yang sudah kami coba kumpulkan pada saat di Lombok (Mataram) Uji Coba Sistem Database COMBINE Desa Bentek dan Sesait, Lombok Barat Disiapkan oleh CBM SMERU dan CNRG, Oktober 2000 Data base COMBINE bersifat problem solving, yaitu untuk membantu komunitas memecahkan masalah dan memenuhi kebutuhan mereka. Karena itu sistem pengumpulan informasinya tidak bisa distandarkan seperti pengumpulan data oleh Biro Pusat Statistik (BPS). Untuk bisa mempunyai karakter problem solving, pengumpulan data didahului dengan identifikasi masalah dan kebutuhan komunitas melalui teknik-teknik PRA dan community action planning. Masalah-masalah dan kebutuhan-kebutuhan tersebut kemudian menurut sebuah skala prioritas. Data dan informasi yang dikumpulkan adalah yang untuk menunjang pemecahan masalah dan pemenuhan kebutuhan yang telah diidentifikasi tersebut. Di bawah ini kami sertakan daftar isian yang fleksibel untuk pengisian data base. Ada dua macam data yang dikumpulkan: yaitu data yang berasal dari lembaga pemerintah, dan data yang dikumpulkan sendiri oleh komunitas. Setelah melakukan identifikasi masalah dan kebutuhan dan menyusun mereka dalam skala prioritas, komunitas, difasilitasi oleh Fasilitator Warga akan menentukan data apa saja yang harus dikumpulkan. Daftar isian data base ini hanya memberikan gambaran mengenai data-data yang bisa dikumpulkan, akan tetapi belum tentu menjadi kebutuhan komunitas. Jadi yang dikumpulkan pada tahap awal ini hanyalah data yang dibutuhkan oleh komunitas untuk memecahkan masalah lokal dan memenuhi kebutuhan mereka. Daftar isian ini bisa ditambah atau dikurangi sesuai dengan kebutuhan komunitas. Daftar isi di bawah ini memuat semua isi data base COMBINE secara lengkap. Untuk uji coba di desa Bentek dan Sesait di Lombok Barat, ada bagian-bagian data base yang sengaja dikosongkan dengan dua pertimbangan. Pertama, supaya beban pada awal pembentukan data base tidak terlalu berat. Kedua, diusulkan agar fokus awal pembentukan data base ini diarahkan pada pengumpulan data ekonomi. Untuk membantu Fasilitator Warga memfasilitasi pengidentifikasian masalah dan kebutuhan komunitas, penyusunan skala priositas, dan pencarian serta penyusunan data, CBM SMERU dan CNRG akan memberikan pelatihan teknik-teknik PRA, community action planning, serta pengisian dan pemeliharaan data base. Daftar Isi: Data umum * Lokasi Geografi Populasi Data khusus Data khusus 1: sosial, budaya, politik Kelembagaan dan ketokohan Strata sosial (kosong) Data khusus 2: ekonomi Ekonomi umum Pajak dan Retribusi Keuangan dan sumber pendapatan kelurahan Pertanahan Okupasi Kepemilikan Prasarana Dasar Sarana Dasar Utilitas Fasilitas Data khusus 3: hukum (kosong) Hukum adat Hukum formal Informasi strategis Potensi komunitas Sumber daya alam Manusia Teknologi Modal Industri/kerajinan Jasa Pariwisata Kebutuhan komunitas Politik (kosong) Ekonomi Sosial (kosong) Budaya (kosong) Fisik (kosong) Hukum (kosong) Perencanaan oleh komunitas (kosong) Monitoring dan evaluasi oleh komunitas Berita dari dan untuk komunitas (kosong) Sumber daya dan potensi dari luar komunitas * Data umum adalah data yang dalam jangka waktu relatif panjang tidak mengalami perubahan. |
| Leave a Comment: |