|
Siang ini , aku berkunjung ke Pabrik temanku , Sugandi KI-90 di
kawasan Boscha Lembang. Sudah lama aku tidak berkunjung ke pabriknya .
Aku tanya, dia bikin apa sekarang , dan jawabnya dia sedang bikin
pabrik pengolahan sawit. Terus terang, saya mengunjungi dia
adalah untuk bertanya soal pengolahan dan pabrik bio-diesel yang
berbahan baku buah jarak pagar. Gandi cerita bahwa bio-diesel itu sudah
dia kembangkan sekitar 2 tahun lalu. Ada beberapa hal yang aku
dapat dari penuturan Gandi , antara lain : - Dia mempunyai proyek percontohan di NTT
- Untuk dapat menghasilkan bio-diesel dengan kapasitas 2 ton/ hari dibutuhkan lahan sekitar 350 hA
- Waktu menanam jarak sejak dimulai sampai bisa dipetik buahnya adalah sekitar 7 bulan
- Biaya per Kg jarak pagar adalah Rp 500 - Rp 800
- untuk menghasilkan minyak jarak per liter dibutuhkan paling tidak 3 Kg buah jarak
- Biaya
pengolahan (esterifikasi dsb) + total biaya produksi untuk menghasilkan
minyak bio-diesel per liternya adalah Rp 3500, karena dalam proses
pengolahan minyak jarak menjadi minyak bio-diesel diperlukan bahan baku
lain misalnya Etanol dan Caustic Soda (NaOH) sebagai bagian dari proses
esterifika
- By product dari bio-diesel ini adalah Glyserin
(http://en.wikipedia.org/wiki/Glycerine) dimana glyserin ini
adalah salah satu bahan kimia yang dibutuhkan untuk berbagai kebutuhan
seperti obat obatan dan bahan kosmetik
Beberapa gambar tentang pabrik nya Gandi ini ada di
http://basuki8123.fotopic.net/c804887.html
|